Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam

Gadis Bar-Bar Tuan Muda Pendiam
kembali


__ADS_3

.


.


.


Kenan tidak ingin menutup mata melihat Steven punya niat jahat pada Ariana yang jelas-jelas sudah dikhianati oleh Steven.


Kenan melihat Ariana berhenti di gedung Apartemen yang sama dengannya, "dia tinggal disini?" gumam Kenan.


Ariana keluar dari taksi dan berjalan sambil terhuyung-huyung memegang kepalanya sendiri, Kenan keluar dari Mobilnya sambil menghela nafas panjang.


"kenapa aku harus terlibat?" gumam Kenan mempertanyakan dirinya sendiri yang malah ingin membantu Ariana.


Steven menepikan Mobilnya segera keluar mengejar Ariana.


"lepaskan aku bajing*n...!" Ariana entah kenapa bisa mengenali Steven dari bau tubuh Steven.


"Ariana?? apa yang kamu pikirkan hmm? kamu tau aku bagaimana kan? aku tidak merusakmu apa itu tidak bisa membuktikan kalau aku serius padamu? mereka hanya mainanku saja." kata Steven dengan serius.


Ariana menepis kasar tangan Steven, "jangan sentuh aku...!" kata Ariana sambil melangkah pergi dengan langkah terhuyung.


Steven mengepalkan tangannya, "kamu benar-benar keras kepala Ariana..! jangan salahkan aku jika aku bertindak diluar batas."


Steven menarik kasar tangan Ariana yang langsung melawan, Kenan hanya bersidakap dada menonton aksi pasangan itu.


"lepaskan aku..! bajing*n...? kau benar-benar tidak punya malu..! kau boleh bermain-main dengan mereka tapi aku tidak boleh bermain dengan Pria lain? peraturan macam apa itu hah?" teriak Ariana dengan berang.


"aturanku." Steven memukul tengkuk Ariana yang tak sadarkan diri seketika.


Steven menggendong Ariana dan hendak membawa Ariana masuk Mobilnya namun dihalangi oleh Kenan.


"siapa kau? jangan ikut campur..!" kata Steven dengan tatapan tak senang.


Kenan tersenyum miring dibalik maskernya, "dia berasal dari Indonesia, dia tanggung jawabku sebagai lelaki."


Steven melihat Ariana di gendongannya, "jangan ikut campur..! wanita ini kekasihku."


Kenan terkekeh pelan tanpa berniat berbicara membalas kata-kata Steven langsung menyerang Steven yang belum sempat menghindar terkena pukulan Kenan sehingga Ariana terlepas dari gendongannya, Ariana terjatuh tapi tangan Kenan segera menahan kepala Ariana supaya tidak geger otak terbentur lantai keras itu.


"sialan kau..? mau sok jadi pahlawan." geram Steven segera bangkit dan menaikkan lengan bajunya.


Steven seorang Mafia jadi memiliki Ilmu beladiri yang cukup tinggi, Kenan bisa dikatakan memiliki darah mafia dari Xabara, An sampai ke dirinya tentu Ilmu beladirinya tidaklah buruk.


Steven dan Kenan berkelahi dengan sangat cepat serta kemampuan mereka bisa membuat Orang tercengang, Kenan berhasil memukul mundur Steven.


"woo...! lumayan." seringai Steven kembali menyerang Kenan.


Kenan menghindar lalu melakukan tendangan Steven melindungi kepalanya dan Kenan cepat menendang dada Steven hingga terlempar mengenai tembok sampai tak sadarkan diri.


"huuh...!" Kenan menggeleng kepalanya lalu menghapus debu yang menempel di bajunya.

__ADS_1


Kenan memutar pandangannya lalu membangunkan Ariana yang tidak juga bangun, dengan sangat terpaksa Kenan menggendong Ariana.


didalam Lift,


"dimana kamarmu?" tanya Kenan mengguncang tubuh Ariana yang digendongnya.


Ariana diam malah melenguh seperti menahan rasa sakit.


"dasar perempuan..!" decak Kenan yang terpaksa membawa Ariana ke Apartemennya karna tidak tau letak kamar Ariana.


.


pagi-pagi,


(Nae : nama gadis itu Kinanti Intan Ariana jadi nama panggilannya Kinan atau Kinanty ya?)


Kinanti terbangun dari tidurnya sambil memegang kepalanya.


"di--dimana ini?" gumam Kinan celingukan melihat kamar asing yang Ia tempati.


Kinan memegangi kepalanya mengingat dirinya di pukul oleh Steven dan Ia tidak ingat apa-apa setelahnya, Kinan menjerit seketika.


"berisik...!" kata Kenan membuka pintu Kamarnya membuat Kinan kaget melihat Pria yang tak dikenalnya itu.


"Indonesia?" gumam Kinan menunjuk wajah tampan Kenan tapi dari jauh saja.


"aku tanya kamarmu tadi malam tapi kau tidak jawab." kata Kenan bersidakap dada memandang Kinan dengan sorot mata tajam.


"boleh saya tau siapa anda Tuan? saya berjanji akan balas budi." tanya Kinanti dengan sopan.


"keluar dari Apartemenku..!" titah Kenan lalu berbalik pergi.


Kinanti melebarkan matanya seakan tidak mempercayai ada Pria seperti Kenan di muka bumi ini, biasanya lelaki ada mau nya menolong perempuan.


Kinanti pun keluar dari Kamar Kenan dan menanyakan hal yang sama namun Kenan malah membukakan pintu Apartemennya sambil bersidakap dada seolah mempersilahkan Kinan pergi.


Kinanti dengan kikuk keluar dari Apartemen Kenan yang langsung menutup pintu Apartemennya cukup keras membuat Kinanti kaget.


"apa dia Pria normal?" gumam Kinan mengelus dada.


.


Kinanti di dalam Lift,


Kinanti melihat sekitar ternyata Apartemen Kenan dilantai paling teratas yang artinya Kenan bukan Pria biasa.


"dia sangat seksi." gumam Kinanti seketika tersenyum lebar.


Kinanti memukul kepalanya sendiri untuk tetap sadar, "kenapa memikirkan Pria lain? apa kamu sudah move-on? secepat itu?" celoteh Kinanti mengatai dirinya sendiri.


Kinanti menekan lantai terbawah, ia turun ke lantai dasar, ketika di lantai paling bawah Kinanti kaget karna Ia ternyata berada di gedung Apartemennya.

__ADS_1


"ternyata 1 gedung?" gumam Kinanti yang mengira Ia di Gedung Apartemen lain ternyata di tempat tinggal yang sama dengannya.


Kinanti kembali masuk Lift menekan lantai tempat tinggalnya dan terkejut melihat Steven tertidur didepan Apartemennya.


"sialan...! kenapa aku bisa berhubungan dengan Pria bajing*n ini?" gerutu Kinanti sambil melangkah menuju Apartemennya.


"Ariana?" Steven bangkit dari duduknya menahan tangan Kinanti.


"aku bukan Ariana, aku Kinanti." kata Kinan dengan dingin.


"kamu menukar sandinya? siapa Pria tadi malam? apa dia merusakmu?" cecar Steven sambil mencengkram tangan Kinanti.


Kinanti menepis tangan Steven lalu segera masuk ke Apartemennya dan cepat mengunci pintu, Kinanti menutup kedua telinganya mendengar bel Apartemennya karna Ia sudah tau pelakunya adalah Steven.


"dasar tidak tau malu...! memang kenapa kalau aku tidur dengan Pria seksi tadi? apa hubungannya denganmu? dasar brengs*k tak tau malu..!" maki Kinanti.


.


sejak saat itu Steven selalu mengejar Kinanti dan menanyakan hubungan Kinanti dengan Pria itu terpaksa Kinanti berbohong kalau Pria itu lah yang menjadi Pria pertama yang menyentuhnya, hal itu membuat Steven marah lalu menanyakan kamar Pria itu.


Kinanti tidak menjawab hanya menghindar setiap kali Steven menanyai hal seperti itu padanya, Steven hanya ingin menghabisi Pria itu saja tapi Ia tidak tau identitas Pria itu karna malam itu Steven tidak melihat wajah Kenan.


.


"sepertinya aku harus kembali ke Indonesia." gumam Kinanti memandangi penampilan dirinya didepan cermin.


Kinanti merasa bosan di kejar-kejar oleh Steven yang tidak tau malu, jika Steven ke Indonesia pun harus menunggu beberapa tahun sebab Visa nya habis jadi Kinanti bisa aman beberapa tahun di Indonesia tanpa gangguan Steven.


.


pagi-pagi,


Kinanti menekan bel Apartemen Kenan yang dibuka oleh Kenan dengan wajah bantalnya membuat Kinanti terkejut karna Kenan sangat seksi seperti itu, Ia tidak menyangka Pria Lokal (Indonesia) sangat menarik dimatanya daripada Pria Bule.


"Tuan? sa--saya akan kembali ke Indonesia, terimakasih atas pertolongan anda saat itu..? jika kita bertemu lagi saya akan membalas perbuatan baik anda." ucap Kinanti menunduk ala jepang.


"mengganggu saja." kata Kenan menutup pintu Apartemennya dengan cuek seakan tidak peduli.


Kinanti membekap mulutnya yang tengah menahan senyum, "sangat cool." gumam Kinanti yang ternyata sudah terpikat pada Kenan lalu segera pergi dari sana setelah berpamitan pada Kenan.


.


.


.


Ehh?? pemeran Utama perempuannya udah nemu nih? hahaha..! ikuti kisah mereka ya? selamat beraktifitas pagi.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2