
Setelah ada Rania kondisi kantor aman terkendali karena tidak ada gangguan dari para ulat bulu yang gatal. Mereka bahkan tidak bisa masuk karena selalu di hadang oleh Rania. Bibirnya yang cerewet membuat mereka menyerah dan pergi, belum lagi jika ada yang ngeyel maka Rania tidak akan segan-segan untuk menyeretnya keluar. Namun semua itu juga atas ijin dari Reby, jika dari mereka ada yang tidak terima bahkan orang tuanya turun tangan. Maka Reby yang akan maju untuk menjaga Rania.
Pagi ini Reby Rania dan juga Radit akan pergi meeting keluar, Rania Reby bawa agar ia bisa menjaganya. Menjaga dari pengganggu maksudnya karena hari ini ia akan meeting dengan salah satu kolega Regan. Dan dia mempunyai anak perempuan yang selalu mencoba mendekatinya, dan itu membuat Reby tidak nyaman.
Radit masuk duluan ke mobil Regan karena ia yang akan menyetir. Rania pun hendak duduk di depan namun kerah bajunya di tarik oleh Reby agar ia duduk di belakang.
"Bebek nakal kau duduk di belakang bersamaku," ucap Reby. Rania pun tersenyum senang mendengarnya.
"Aihhh, Tuan cemburu ya melihat Rania duduk berdampingan sama Mas Radit " goda Rania.
"Aku hanya tidak ingin kau menggoda asistentku saja" ucap Reby.
"Iya, iya padahal mah nanti juga kita bakalan duduk berdua di pelaminan" jawab Rania cekikikan.
"Kau pernah di cekik seseorang?" Tanya Reby.
"Gak pernah, emangnya kenapa ?" Tanya Rania yang kini duduk di samping Reby.
"Jika kau ingin mencobanya aku akan dengan senang hati melakukannya padamu" ucap Reby.
"Jangan di cekik atuh Tuan, di cium aja" ucapnya sambil terbahak. Hingga Radit pun tanpa sadar terbahak mendengarnya membuat Reby geram pada asistentnya ini.
"Apa potongan kemarin masih kurang ?" Tanya Reby pada Radit.
"T-tidak tuan itu sudah cukup" jawab Radit dan langsung menutup mulutnya rapat-rapat.
'Dasar mulut lucknut harusnya kau diam saja' batin Radit. Mobil mereka pun menunju ke tempat meeting yang sebentar lagi akan mereka datangi.
*
*
__ADS_1
*
Di kediaman Maheswara seperti biasa bayi besar milik Bira selalu melakukan drama , hari ini ia memang tidak pergi ke kantor karena sedang tidak enak badan. Dan tidak enak badannya Regan membuat kesibukan Bira menjadi berkali -kali lipat. Karena bayi besarnya Tuan kanebo kering selalu ingin di manja dan di sayang oleh Bira.
"Bira, Bira sayang kemarilah kepalaku sangat sakit " ucapnya sambil memegang kepalanya dan bersandar di ranjang tidurnya. Bira yang baru saja akan keluar kamar untuk mengambil minum pun mengurungkan niatnya, karena sang suami sepertinya memang tidak mau di tinggalkan. Bira pun kemudian menghampiri Reby.
"Mana yang sakitnya biar Bira pijit," ucap Bira, dan dengan senang hati kanebo kering pun langsung bersandar dan memeluk tubuh kecil istrinya dan bermanja di sana.
"Yang ini, " ucap Regan sambil menunjuk keningnya yang memang terasa sangat pusing. Bira pun langsung memijatnya perlahan dan berharap sentuhannya bisa mengurangi rasa sakit di kepala suaminya.
"Badan Mas suami, anget ya" ucap Bira.
"Tentu saja, aku kan masih hidup" jawab Regan, Bira pun memutar bola mata malas saat mendengarnya.
"Bukan gitu maksudnya Spongebob, jangan berubah jadi Patrick atuh nanti teh kalau di ajak ngomong gak nyambung" ucap Bira, Regan pun mengangkat kepalanya dan mencium bibir Bira sekilas karena gemas.
"Jangan menggodaku, aku sedang sakit "ucap Regan.
"Siapa yang godain mas suami,"
"Mas suaminya aja yang mesum,"
"Aku pria yang sangat mencintai istrinya" Bira pun tersenyum dan langsung memeluk Regan dan mencium bibirnya sekilas.
"Bira juga cinta banget sama Mas suami"
"Kenapa hanya sebentar menciumku, ayo cium lagi " rajuk Regan, Bira pun tertawa melihat sikap Regan yang tidak pernah berubah dari dulu, yang selalu bersikap manja dan mesra padanya. Membuat Bira merasa jadi wanita yang paling beruntung karena mendapatkan suami yang selalu dan sangat mencintainya. Bira pun mencium lagi Regan seperti yang ia inginkan.
*
*
__ADS_1
*
Reby Rania dan juga Radit sudah sampai di tempat meeting yang akan dilakukan dengan para kolega lainnya. Di sana sudah banyak yang hadir, beberapa pengusaha muda pun ada disana, termasuk kolega Regan sudah semuanya ada. Reby disana juga mewakili Regan yang memang tidak bisa hadir karena sedang kurang sehat.
Reby berjalan di depan sedangkan Rania dan Radit berjalan di belakang Reby. Wajah cantik dan bertubuh mungil itu menarik perhatian salah satu dari pengusaha muda di sana. Ia menatap Rania dengan tatapan kagum. Dan tentu saja Rania tidak tahu jika ada yang memandangnya karena fokus ia hanya untuk Reby.
Pandangan pria yang Reby ketahui sebagai salah satu anak kolega Papanya itu, membuat Reby sedikit terganggu. Pasalnya ia memandang Rania dengan sangat intens. Karena memang hari ini Rania terlihat sangat cantik dan juga lucu. Wajahnya terlalu imut untuk seorang asistent.
"Baiklah meetingnya kita Mulai, " ucap salah satu dari mereka. Mereka pun kini memulai meetingnya. Dan meeting pun berlangsung sampai beberapa jam.
Rania merasa jenuh karena ia memang tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan, berbeda dengan Radit yang sibuk membantu Reby. Rania hanya bisa diam saja sambil sesekali ia menguap karena tiba-tiba rasa kantuk menyerang. Reby pun melihat Rania yang terlihat jenuh dan mengantuk, ia pun memanggil Rania dan membisikkan sesuatu.
"Iya Tuan, ada apa ?" Tanya Rania.
"Cuci mukamu," bisik Reby
"Oh iya baik Tuan," jawab Rania perlahan. Ia pun kemudian pergi keluar dan mencari toilet untuk mencuci wajahnya dan mengusir rasa kantuk yang menyerangnya.
Setelah menemukan toilet akhirnya Rania pun masuk dan mencuci mukanya, seketika rasa kantuknya pun menghilang dan berganti dengan rasa segar karena matanya sudah tersiram dengan air yang sangat dingin.
"Ahhh seger nya, " ucap Rania dan kemudian ia pun mengeringkan wajahnya dan membetulkan riasan wajahnya agar ia tetap terlihat cantik dan segar.
Rania agak lama berada di dalam toilet, karena ia merasa bosan di ruangan meeting jadi ia memutuskan untuk bermain ponsel sebentar di sana.
Namun Reby menghubunginya karena meeting sudah selesai dan kini mereka akan bersiap untuk pulang. Rania pun keluar dari toilet dan pergi menemui Reby yang katanya menunggu di depan lift.
Rania pun melihat Reby dan Radit sedang menunggunya di sana dan langsung berlari ke arah Reby namun karena tidak hati-hati Rania pun menabrak seseorang untung saja, dengan sigap orang itu menarik tubuh Rania agar tidak terjatuh, sayangnya cara ia menarik Rania membuat Rania jadi memeluk pria yang menariknya.
"Arrkhhhh, ya ampun" ucap Rania. Tangan kekar pria itu menarik pinggang Rania hingga tubuh Rania merapat Kepadanya, membuat Reby kesal bukan main melihat pemandangan yang tak jauh dari pandangannya itu. Dengan berjalan cepat Reby menghampiri Rania dan pria itu. Dan menarik tubuh kecil itu ke sisi nya.
"Lepaskan dia ! " Ucap Reby dengan menatap tajam pria itu.
__ADS_1
****
Jangan lupa sumbangin likenya ya 😘😘😘