GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA

GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA
Bab 39


__ADS_3

Reby pun akhirnya membawa Rania ke apartemennya saja, karena Rania memang ingin pulang kesana. Ia masih bekum terbiasa dan juga merasa malu tinggal di rumah Reby apalagi dalam keadaan luka seperti ini. Ia tidak mau merepotkan orang apalagi melihat Bira yang sangat baik, itu membuat Rania semakin malu saja. Padahal Bira sangat senang jika Rania tinggal disana. Namun Rania berjanji jika sudah sembuh ia akan kembali tinggal disana


Kini mereka sudah ada di apartemennya Reby, begitu pun dengan Radit yang diminta Regan untuk mengawasi mereka berdua. Membuat perasaan Reby menjadi kacau saja, padahal tadinya ia ingin bermesraan dengan Rania. Tapi asistentnya ini malah menjadi utusan Tuan Kanebo atas perintah dari ratu ubur-ubur untuk mengawasi gagang sapu milik Reby yang takut keluar sebelum waktunya.


"Radit, " panggil Reby kini ia duduk berhadapan dengan Radit. Karena Rania kini tengah tertidur setelah minum obat.


"Iya Tuan, " jawabnya.


"Kenapa kau mau diminta Papaku untuk menjalankan tugas yang konyol ini," ucap Reby. Radit pun sejenak menghentikan pekerjaannya dan melihat ke arah Reby.


"Jadi menurut anda ini tugas yang konyol,?" Tanya Radit


"Tentu saja, kau diminta untuk mengawasi kami. Padahal kami tidak akan melakukan apa-apa. Memangnya kau tidak ada pekerjaan lain," ketus Reby. Radit pun menghela napas kasar membuat Reby mengernyit heran.


"Begini Tuan, saya akan menjelaskan kenapa saya menerima tugas ini dari Tuan Regan. Yang pertama anda tahu sendiri jika Papa anda itu lebih kejam dari anda Tuan." Ucapnya dengan wajah polos. Membuat Reby yang tadinya ingin mencekik asistentnya ini mengurungkan niatnya karena sudah mengatakan jika Papanya adalah orang yang kejam. Meskipun begitu kenyataannya, tetap saja Reby kesal.

__ADS_1


"Lalu, ?" Tanya Reby lagi, ia penasaran jawaban konyol apalagi yang akan dia ucapkan.


"Tentu saja karena bayarannya yang besar, dan yang paling utama aku dibayar cash," jawabnya lagi sambil terbahak-bahak tanpa mempedulikan mimik wajah Reby yang gemas melihat asistentnya ini.


"Astaga, aku mendadak ingin bersedekah pada ikan piranha," gumam Reby.


"Dan jika anda mengira jika ini adalah tugas yang konyol anda salah Tuan, karena ini adalah tugas yang sangat berat." ucap Radit sambil menggelengkan kepalanya.


"Kau hanya duduk manis dan menatap layar serta memperhatikanku, berat bagian mana nya. Jangan konyol ! Kau tahu, aku ingin sekali menelanmu sekarang juga, !" Reby benar-benar menahan kesal saat ini.


"Jadi, sebelah mana pekerjaanmu yang sangat berat, ?" Tanya Reby yang masih penasaran dengan keluhan asistentnya ini.


"Astaga Tuan, anda benar-benar tidak peka. Pekerjaanku ini sangat berat karena saya sebagai makhluk penyandang status jomblo harus menyaksikan anda dan juga Rania yang bermesraan. Itu sangat menyakitkan Tuan, saya juga mau punya pacar." ucapnya lagi.


"kalau begitu cari pacar sana, " ucap Reby.

__ADS_1


"Tidak semudah itu Tuan, sangat susah sekali mencari kekasih yang seperti kriteria yang saya inginkan, " jawabnya dengan lesu.


"Memangnya kriteria wanita seperti apa yang kau suka, jangan terlalu banyak syarat atau nanti kontrak jomblomu akan diperpanjang."


"Saya juga tidak tahu Pak, saya tidak tahu tipe perempuan seperti apa yang saya suka. Yang terpenting dia harus cantik," ucapnya lagi sambil tertawa.


"Astaga, ternyata bicara denganmu tidak baik untuk kesehatan jantungku," ucap Reby.


*


*


*


Dukung novel ini dengan like dan komentar serta gift dan vote 💃💃

__ADS_1


__ADS_2