GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA

GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA
Bab 72


__ADS_3

Nathan merutuki kebodohannya, kenapa bisa-bisanya ia menanyakan hal konyol pada orang sakit. "Bodoh ! Kenapa aku malah terlihat seperti penagih hutang saja," kesalnya pada dirinya sendiri.


"Harusnya kan aku bertanya, tuyul bagaimana keadaanmu? Ya seharusnya memang begitu. Harusnya aku menanyakan keadaannya bukan malah menanyakan hutangnya, astaga. Nathan kau sangat bodoh!"


Karena terlalu lelah merutuki kebodohannya, akhirnya Nathan pun tertidur.


*


*


Paginya Nathan terlihat sangat lesu, ia terlihat seperti tidak semangat. Entah apa yang terjadi, tapi ia terlihat seperti orang yang sedang banyak pikiran. Nisya yang melihatnya pun bertanya pada putranya itu.


"Nathan, apa kau sakit? Kenapa kau terlihat sangat lesu begitu," ucap Nisya sambil memegang kening Nathan.


"Aku tidak sakit Mah, aku sehat walafiat dan tidak kurang sesuatu apapun." Jawab Nathan.


"Benarkah?" Tanya Nisya memastikan.


"Apa wajahku terlihat meragukan ?" tanya Nathan.


"Kalau boleh jujur, iya... wajahmu terlihat sangat meragukan," jawab Nisya sambil meminum teh nya. Nathan berdecak sebal mendengar ucapan Mamahnya yang jujur. Apa Mamahnya tidak bisa berbohong sedikit saja untuk menyenangkan putranya ini, astaga. Gara-gara disangka penagih hutang pikirannya menjadi kacau hampir semalaman.


"Oh ya Nathan, nanti siang apa kau mau menemani Mamah ke rumah Rully. Katanya hari ini ia tidak masuk kuliah karena demam, Mamah khawatir pada Rully nanti kamu temani Mamah ya," ajak Nisya.


"Baik Mah," jawab Nathan, lagi pula Nathan tidak mungkin bisa menolak ajakan mamahnya karena ajakan Mamahnya itu seperti perintah yang mutlak dan tidak bisa ditolak. Apalagi mengenai Rully Mamahnya selalu semangat mengenai gadis kecil pengganggunya ini.


"Terima kasih sayang, nanti Mamah akan memberitahu Rully kalau kita akan ke rumahnya,"


"Memangnya, Mamah tahu dimana rumahnya,?" tanya Nathan.


"Tentu saja tahu, dia kan keponakannya Regan Maheswara. Siapa yang tidak tahu mereka,apa kau lupa Kalau kemarin Mamah bercerita padamu. Jika mama mengantar Rully pulang ke rumahnya, jangan bilang kau lupa Nathan," ucap Nisya.


"Iya Mah maaf aku lupa," Jawabnya.


"Kamu ini kenapa sih, awas ya nanti jika disana kamu jangan macam-macam apalagi jelalatan pada menantu mereka. Jangan coba-coba kamu menjadi pebinor. Lagi pula Rully juga sangat cantik dan lucu Mamah sangat suka padanya."

__ADS_1


"Astaga Mah, aku bahkan sudah tidak memikirkan lagi Rania. Entahlah namanya juga hilang begitu saja," jujur Nathan, karena memang begitu keadaannya. Namun, Nathan tidak mengatakan pada Mamahnya jika ada satu nama baru yang selalu mengganggunya, yaitu Rully. Ikan sapu-sapu pengganggu hidupnya akhir-akhir ini.


"Baguslah, kalau begitu. Kamu tahu kan jika Mamah ini sangat tidak suka pada pengganggu rumah tangga orang, jadi jangan coba-coba kau melakukannya."


"Iya Mah,"


*


*


*


Karena hari ini Rully demam dan juga tidak masuk kuliah, makanya hari ini ini Radit di tugaskan Reby khusus untuk menjaga Rania. Hari ini Rania langsung diantar oleh Radit karena Reby ada meeting, dan kini mereka berdua masih berada dalam mobil.


Melihat Rully yang terluka gara-gara serangan ikan nila, membuat Reby khawatir dan ia tidak mau jika istri kesayangannya sampai terluka gara-gara diserang oleh ikan nila. Untuk itu ia sengaja meminta ikan lele untuk menjaga bebeknya.


Tapi tunggu dulu, bukankah bebek itu lebih cerewet dan juga lebih menyebalkan dari ikan sapu-sapu dan juga lebih bar-bar. Sudah pasti jika ikan nila menyerangnya, maka ikan nila itu akan di telan duluan oleh Rania. Membayangkan istrinya yang bar-bar, Reby jadi tertawa sendiri.


Di dalam mobil


"Sama sekali bukan masalah, justru pekerjaanku jadi lebih ringan hari ini. Karena tugasku hanya menjaga bebek cerewet," jawabnya sambil terbahak-bahak.


"Sia-sia sudah rasa sungkan Rania teh, dasar lele jomblo," kesal Rania, awalnya ia merasa tidak enak tapi karena melihat sikapnya yang seperti itu. Rania mencabut kembali rasa tidak enaknya pada Radit.


"Aku jomblo bahagia, jangan mengejekku !" balasnya.


"Jangan membohongi diri sendiri, padahal hati nya ngenes pengen punya pacar, !"


"Isshh kau ini, kalau saja kau bukan istri Bos ku. Sudah aku telan kau dari tadi," ucap Radit. Ia memang sudah terbiasa bersikap seperti itu pada Rania dari saat Rania masih bekerja dengan Reby, jadi Rania juga merasa biasa saja pada sikap Radit.


Tak membutuhkan waktu lama, kini mereka sudah sampai di kampus. Dan benar-benar sangat kebetulan, ikan nila pun baru sampai di kampus. Ia juga baru keluar dari mobilnya.


"Hei Rania, lihatlah itu ikan nila yang kemarin menyerang Rully," tunjuk Radit pada Nila. Pandangan Rania pun langsung mengarah pada Nila yang terlihat angkuh dan sombong. Sangat terlihat dari wajahnya. Cantik namun angkuh, itulah kesan yang terlihat di mata Radit dan juga Rania.


"Ayo Mas Radit kita samperin dia, Rania pengen goreng itu ikan Nila buat nanti makan siang,"

__ADS_1


"Oke, kita serang dia. Mulut ku jadi gatal karena ingin memarahi bocah songong itu," ucap Radit. Mereka berdua pun langsung menghampiri Nila dan ingin mencegatnya, lebih tepatnya Rania lah yang mencegatnya sambil merentangkan tangan.


"Stop....!!!" Rania kini membentangkan kedua tangannya di hadapan Nila.


"Siapa kau ?" Tanya Nila mengernyit heran melihat tingkah Rania yang menghalangi jalannya.


"Aku Rania, lihat wajah cantik ini baik-baik. Supaya kamu ingat jika mau macam-macam sama aku !"


"Memangnya kenapa, aku gak punya urusan sama kamu !" ketus Nila. Rania berdecak sebal mendengarnya.


"Kamu udah bikin sahabat aku jadi sakit gara-gara kamu, makanya Rania cuma mau ngingetin jangan jahat jadi orang. Baru jadi ikan nila aja sombong, gimana kalau udah jadi ikan duyung. Mendadak terbang kayanya, sebel dehh. "


"Dasar lemah, baru gitu aja udah demam," ejek Nila yang kini mulai mengerti kenapa gadis dihadapannya ini tiba-tiba memarahinya. Ternyata ia adalah sahabat yang sedang mencoba membela sahabatnya, sangat manis. Namun miris baginya karena bahkan sahabat saja ia tidak punya.


"Hei bocah, kau itu sudah pendek, kecil sombong pula. Apa kau tidak pernah di didik dengan baik, hingga kau jadi tumbuh menjadi orang seperti ini !" Balas Radit yang mulai kesal pada Nila yang memang dia seorang gadis kecil yang angkuh.


"Jangan bawa-bawa didikan, orang tuaku bukan orang sembarangan !" Sentak Nila, meskipun sebenarnya ia menyadari jika didikan Mamahnya memang tidak baik, tapi ia tidak suka jika ada yang membicarakannya meskipun itu adalah kenyataan.


"Benarkah, kalau begitu mungkin dulu mereka salah adonan saat membuatmu. Karena ternyata kau itu produk gagal yang di produksi mereka !" ucap Radit.


"Hei jangan sembarangan ya !" Teriak Nila tidak terima disebut produk gagal.


"Tidak usah berteriak dasar bocah pendek," ucap Radit sambil menoyor kening Nila. Hingga Rania tertawa terpingkal-pingkal melihatnya. Rania jadi ragu jika Radit memarahinya dengan elegan seperti saat ia pertama mengatakan hal itu padanya.


****


Hari senin waktunya vote ya sayang-sayangku 😚😚😚


Jangan lupa mampir nih di karya temen aku 🤗


Judulnya DOCTOR and LOVE


Napen : Rya Kurniawan


__ADS_1


__ADS_2