
Dari kejauhan Nathan melihat Rania tengah bersanding dengan Reby, hatinya sangat terluka melihat wanita yang sangat ia cintai kini menjadi milik orang lain. Dalam hatinya ia masih berharap jika Rania masih akan menjadi miliknya. Namun bukankah itu semua tidak mungkin, karena Reby akan menjaga istrinya dengan sangat ketat. Sifat dan sikap dari pangeran ubur-ubur itu sama seperti Regan, yang sangat posesif dan juga protektif.
Semua tamu kini sedang bersalaman dengan pengantin untuk mengucapkan selamat. "Nathan, " panggil sang Mamah
"Ayolah jangan bersedih seperti itu, masih banyak perempuan lain sayang. Kamu tampan dan juga sangat kaya, wanita mana yang tidak akan tergoda olehmu," ucapnya menghibur sang anak.
"Aku tidak mudah jatuh cinta Mah, aku tidak bisa semudah itu melupakannya, "
"Lalu, kau ingin merebutnya begitu ? Oh tidak, Mamah tidak setuju kau menjadi perusak rumah tangga orang lain. Carilah kekasih untuk mengobati hatimu, "
"Tidak mau, " jawab Nathan ketus.
"Kalau begitu biar Mamah yang carikan, " ucapnya tegas.
"Tidak Mah, jangan. Nathan mohon jangan lakukan itu" ucap Nathan takut Mamahnya ini mencari perempuan untuknya. Nathan tidak suka dengan selera Mamahnya yang pastinya perempuan sosialita seperti Mamahnya.
"Baik, Mamah turuti. Tapi jangan coba -coba menjadi pebinor. Atau kau akan Mamah jodohkan dengan anak teman Mamah!" Ancamnya.
"Oke deal, " ucap Nathan ,ia pun tidak mau dijodohkan dengan anak dari teman Mamahnya. Nathan akan mulai bersabar dan melapangkan dada menerima pernikahan Rania dengan Reby.
Sedangkan di pelaminan, pengantin tampak duduk dan beristirahat karena mereka merasa lelah. Tamu undangan juga sangat banyak, ya tentu saja karena ini adalah pernikahan dari putra Tunggal Regan Maheswara. Satu-satunya cucu laki-laki dari keluarga itu.
"Astaga, kenapa tamu banyak sekali aku sangat lelah, " ucap Reby.
"Kau ini sedang menikah bocah nakal, bukan semedi tentu saja banyak tamu yang datang," jawab Regan yang jiga sedang duduk di samping putranya.
"Tapi aku lelah Pah, " jawab Reby.
__ADS_1
"Bilang saja kau sudah tidak tahan, jangan berbohong padaku. Karena aku pernah ada di posisimu," bisik Regan.
"Kalau Papa tahu, kenapa merayakan pesta yang sangat besar Pah, " protes Reby.
"Proteslah pada Mama mu, karena ini semua keinginannya. Dan Papa hanya mengabulkan semua keinginan istri Papa saja," ucap Regan mengangkat bahunya acuh. Terdengar Rania juga mengeluh lelah.
"Ternyata nikah teh cape ya, kalau gitu Rania gak mau nikah lagi," ucapnya.
"Memangnya kau mau menikah lagi dengan siapa?"Kesal Reby, ingin sekali Reby memakan istrinya sekarang juga. Kenapa jika bicara selalu saja tanpa saringan dan menyebalkan.
Astaga bahkan Regan merasa dejavu dengan kata-kata itu, karena dulu istrinya mengatakan hal itu di saat hari pernikahan mereka.
"Kenapa nasib anak ubur-ubur ini sama denganku," gumam Regan.
*
*
*
"Ya ampun, liat orang banyak gini Ully jadi bingung A Radit," ucapnya. Radit ingin sekali menjewer telinga gadis kecil dan cerewet ini, karena sejak tadi ia terus mengikuti Radit kemana pun ia pergi, dengan alasan tidak ada orang yang Rully kenal dan ia takut tersesat. Dengan terpaksa ia diikuti oleh gadis kecil ini kemanapun ia pergi, sungguh merepotkan gerutu Radit.
"Bingung kenapa ? Apa kau tahu tidak terbiasa melihat orang banyak,?" Tanya Radit.
"Bukan gitu, banyak orang mah di pasar juga banyak orang Rully gak bingung liatnya," jawab Rully yang kini sedang duduk berdua dengan Radit sambil menikmati hidangan yang ada di sana.
"Lalu, ?" Tanya Radit.
__ADS_1
"Ully bingung mau yang mana, soalnya stok cowok ganteng di sini banyak banget. Bantu Ully pilih yang mana, jiaaahhh Ully jadi malu sendiri," sambil menutup wajahnya malu-malu kambing,"
"Dasar ikan sapu-sapu gila," ucap Radi menggelengkan kepalanya, merasa heran dengan spesies langka dihadapannya ini.
"Udah deh jangan julid jadi ikan lele, kalau mau...liatin Rully biar status jomblo nya cepat menghilang" ucapnya.
"Mengikutimu, ? Oh tidak-tidak, aku tidak mau. Terima kasih atas saranmu. Tapi saranmu sangat tidak baik untuk wajahku,"
"Maksudnya, ?" Tanya Rully tidak mengerti.
"Maksudnya, aku masih punya muka. Untuk apa aku mengejar wanita. Jika nanti akan ada banyak wanita yang mengejarku," ucap Radit dengan bangganya.
"Oh gitu ..." Rully manggut-manggut mengerti
"Yap ..."
"Emang ada perempuan yang ngejar-ngejar A Radit, "
"Tidak ada, " jawabnya.
"Eh ada, maksudnya...." Ralat Radit keceplosan.
"Dasar lele Dumbo, "
"Hei....!!!"
****
__ADS_1
Maaf kalau ada typo ya 😅 kasih tahu aja nanti Mimin perbaiki. Maklum ini efek nulis banyak cerita jadi sering ketuker nama 😆😆😆
Jangan lupa like dan komentarnya 🤗