GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA

GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA
Bab 50


__ADS_3

Radit dan Rully mempersiapkan semua keperluan Reby dan juga Rania, mereka bergerak dengan cepat karena takut pengantin baru itu menunggu mereka. Padahal sebenarnya pengantin baru itu sedang asik melakukan ronde kedua.


"Hei sapu-sapu, kau sudah selesai belum, ?" Tanya Radit.


"Sebentar ini udah, " jawab Rully.


"Dasar lambat seharusnya aku memanggilmu penyu saja, " ucap Radit.


"Bawel ihh, di cium geura " kesal Rully karena Radit ini ternyata sangat cerewet.


"Aku tidak mau di cium olehmu, uhhh dasar sapu-sapu " Radit bergidik merasa geli membayangkan gadis cerewet ini menciumnya.


"Sekarang gak mau teh, nanti mah pasti mau. Jual mahal aja nih ikan lele...Nihh ambil bawa sana, awas nanti ngiler liat pengantin baru. Ully belum siap nikah soalnya." ucap dengan menyebalkan. Hingga toyoran pun kembali mendarat di kening Rully.


"Mimpi saja kau, " Ucap Radit Kemudian ia pun pergi menemui Reby di hotel untuk mengantarkan pakaiannya.


"Dasar jual mahal, Ully juga kalau di poles mah cantik tahu. Awas nanti nyesel loh," ucapnya. Kemudian ia pun kembali ke bawah untuk mengerjakan pekerjaan yang lain.


"Rully, " panggil Bira.


"Iya Nyonya, " jawabnya.


"Jangan panggil Nyonya atuh, kamu itu keponakannya aku. Sini Mas suami mau ngomong sama kamu," ucap Bira. Rully menjadi takut saat Regan memanggilnya. Apa ia akan di marahi olehnya ataukah ia akan dipecat di saat baru satu hari bekerja di sana. Oh tidak jangan sampai Rully dipecat, karena impiannya mencari suami orang kota akan sirna begitu saja.


Rully pun menghampiri Regan dan juga Bira yang sedang menunggunya di ruang keluarga. "Ayo duduk sini, " ucap Bira. Rully pun mengangguk dan kemudian duduk bersebrangan dengan Regan dan juga Bira. Rully memasang wajah takut pada Regan, ia merasa segan pada Om yang berstatus majikan ini.


"Kenapa Tuan, ?" Tanya Rully.


"Jangan panggil aku Tuan, panggil aku Om saja. Astaga aku jadi merasa sudah tua." gumamnya di akhir kalimat.

__ADS_1


"I-iya Om," jawab Rully.


"Begini, aku sudah bicara pada orangtuamu dan juga pada Nenekmu. Aku dan Reby memutuskan untuk menyekolahkanmu lagi, " ucap Regan.


"Apa, kenapa mesti sekolah lagi kan Ully udah lulus," wajahnya menatap heran pada Regan.


"Ya ampun bocah ini, ternyata otaknya di bawah rata-rata. Tidak salah aku menyekolahkannya lagi, " gumam Regan.


"Maksudnya Om Regan itu, kamu lanjutin pendidikan kamu Rully, nanti kamu kuliah sama Rania ya... Rania juga seumuran sama kamu kan,?" Tanya Bira. Rully pun mengangguk karena memang ia dan Rania seumuran bahkan mereka satu kelas saat sekolah.


"Oh jadi Rully teh kuliah gitu, jadi mahasiswa atuh," ucapnya senang karena akhirnya impiannya menjadi mahasiswi terlaksana juga.


"Iya, nanti belajarlah yang benar. Jangan nakal dan kuliahlah dengan baik, " ucap Regan.


"Jadi nanti Rully kerjanya pulang kuliah aja ya gak apa-apa kan, ?" Tanya Rully.


"Kalau Rully gak kerja gimana Rully dapat uang jajan atuh, masa nanti di kampus Ully gak jajan, " ucapnya dengan sedih.


"Uang jajan kamu di tanggung sama Om juga sama Tante, kamu tenang aja, " ucap Bira. Alangkah senang hatinya, karena ia di pertemukan dengan Bira dan juga Regan. Regan sengaja membuat Rully kuliah lagi karena Ua Kulsum. Beliau bertahun-tahun mengabdi pada keluarganya. Hingga Regan bertemu dengan Bira pun berkat Ua Kulsum. Walaupun semuanya sudah takdir Tuhan, tetap saja Regan ingin membalas budi pada Ua Kulsum.


Lagi pula mereka hanya mempunyai satu anak, dan merawat Rully bukanlah suatu yang berat untuk mereka berdua.


*


*


*


"Apa, jadi Rania nanti kuliah sama Ully, ?" Tanya Rania.

__ADS_1


"Iya, aku sudah bicara dengan Papa dan yang lainnya, " ucap Reby sambil meminum kopinya.


"Rania mesti belajar lagi atuh," ucapnya.


"Tentu kau harus belajar, kau masih muda Rania. Tapi ingat jangan macam-macam di sana. Aku takut akan ada banyak pria yang mengejarmu nanti. Jika ada yang berusaha mencoba mendekatimu bilang saja kalau kau sudah menikah, dan katakan pada mereka jika suamimu ini sangat tampan dan juga kaya, agar mereka semua mundur lebih dulu," ucap Reby.


"Siap bos, " jawab Rania, kini mereka berdua tengah sarapan sambil menunggu Radit datang dan membawa perlengkapan mereka.


tok


tok


tok


Terdengar suara pintu kamar di ketuk, itu pasti Radit baru yang sampai, Reby pun kemudian beranjak dari duduknya dan kemudian membuka pintu kamarnya. Seperti dugaannya itu adalah Radit. Ia sedang berdiri sambil tersenyum manis, ingin sekali ia mengejek Bos nya yang baru belah semangka namun ia tahan karena ia takut kehilangan pekerjaannya.


"Pagi Tuan, ini pakaian anda dan juga Rania. Eh maksud saya Nona Rania." ucap Radit. Rania yang mendengar suara Radit pun langsung menghampirinya karena ia sudah merasa tidak nyaman karena hanya memakai jubah mandi.


"Jangan panggil Nona ah, panggil Rania aja " ucapnya menghampiri Radit dan juga Reby. Terlihat Rania masih memakai jubah mandi. Reby yang terkejut karena melihat penampilan istrinya yang terlihat seksi memakai jubah mandi itu apalagi di depan ada Radit.


Brukkk.


Dengan cepat Reby menutup pintu di depan wajah Radit, hingga Radit pun sama terkejut karena pintu itu tertutup tepat si depan wajahnya.


"Astaga, padahal aku hanya melihat sekilas tapi pangeran ubur-ubur itu sangat panik. Untung saja hidungku tidak apa-apa, dan wajah tampanku terselamatkan," gumam Radit dan kemudian ia pun pergi dari sana.


***


Jangaj lupa like dan komentar positif ya 🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2