GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA

GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA
Bab 34


__ADS_3

Di sebuah rumah mewah seorang pria muda tengah gelisah, karena beberapa hari ini ia tidak mendapat kabar dari wanita yang sangat dicintainya. Ia sudah mencoba menghubunginya, namun tidak pernah diangkat. Pesan pun bahkan tidak pernah dibalas.


"Rania, sebenarnya kau berada dimana. " gumamnya.


"Nathan, kenapa kau hanya melamun saja. Cepat makanlah sarapanmu. " ucap Nisya Mamahnya Nathan.


"Iya Mah, " jawab Nathan malas.


"Kau ini kenapa selalu terlihat murung, kau sakit atau kau putus dengan pacarmu, ?" Goda sang Mamah.


"Aku tidak putus dan aku tidak punya pacar, Mamah tahu itu kan, " jawab Nathan.


"Lalu...?"


"Tidak apa-apa, aku hanya sedang memikirkan sesuatu saja,"


"Apa dia seorang gadis, ?" Tanya Nisya. Namun Nathan hanya diam saja.


"Woooww, siapa dia kenalkan pada Mamah, " ucap Nisya dengan senang.


"Aku masih belum bisa mendekatinya Mah, sangat sulit sekali mendekatinya. Apalagi ada seorang pria lain yang selalu ada di sekitarnya." jawab Nathan.


"Oh ya ampun, kau sangat tampan. Gadis itu pasti akan tertarik padamu, " ucapnya.

__ADS_1


"Sayangnya dia sama sekali tidak terlihat tertarik padaku," jawab Nathan dengan sedih.


"Benarkah, ?" Tanya Nisya dan Nathan hanya mengangguk saja. Nisya terlihat berpikir sejenak kemudian memandang lagi ke arah putranya.


"Boleh beri tahu Mamah siapa gadis itu,? Mungkin Mamah bisa membantu.


"Dia...."


*


*


*


"Berani mencium putriku, akan aku jadikan ku Abon panggang, !!!" Ucap Bagas dengan kesal karena mendengar ucapan Rasya yang ingin mencium putri cantiknya. Bagas datang ke kediaman Maheswara karena ia akan menjemput Regan dan memberikan beberapa potong pakaian untuk Rania.


Namun saat akan masuk ia melihat Abon mini yang sedang membayangkan putri kesayangannya. Bagas menjadi kesal, karena Abon mini ini selalu saja mengejar putrinya yang memang sangat cantik.


Sabrina memang sangat cantik, bentuk tubuh sangat indah seperti sang Mama Siena mantan model yang juga sangat cantik. Selain Rasya memang banyak pria yang mengejar Sabrina, tetapi hanya Rasya lah yang berani mendekatinya bahkan sampai datang ke rumah dan memperkenalkan diri sebagai calon menantu dari makhluk pelit ini. Karena mereka tahu siapa Bagaskara, yang tidak mudah ditaklukkan oleh siapa pun.


Bagas selalu melindungi putrinya dari kejaran para pria yang selalu mengganggu putri kesayangannya. Ia tidak mau jika ada pria yang berani melakukan hal yang tidak-tidak pada Sabrina. Ia akan menjadi orang yang berada di garda terdepan untuk menjaga sang putri.


"Ya ampun ada Papa mertua, kebetulan sekali kita bertemu disini. Itu menunjukkan kalau kita memang akan mempunyai hubungan dekat di masa depan, " ucap Rasya dengan percaya diri. Bagas berdecak sebal mendengarnya.

__ADS_1


"Otakmu itu over dosis micin, minggirlah jangan sok akrab denganku, "ucap Bagas kemudian menghampiri Rania dan Reby.


"Bocah kecil, ini pakaian gantimu. Aku harap ukurannya cukup, karena aku memesannya untuk anak SMU. " Ucap Bagas sambil menyodorkan paper bag pada Rania.


"Terima kasih, " ucap Rania tersenyum dan mengambil paper bag yang diberikan oleh Bagas padanya.


"Papa mertua, ayo kita minum kopi dulu," ajak Rasya.


"Boleh, kebetulan aku membawa sianida barangkali kau mau mencobanya," jawab Bagas.


"Astaga, Pah kau sangat tega padaku. Jika aku kenapa-napa maka Sabrina akan menjadi janda sebelum menikah, " sepertinya Rasya memang senang memancing kekesalan dari calon mertuanya ini. Hingga satu p u k u l a n pun mendarat di kepalanya.


Bughh....


"Dasar bocah Abon menyebalkan, akan aku aku panggang kau dan aku jadikan taburan untuk makan siang nanti, astaga mimpi apa aku semalam, karena pagi-pagi aku harus bertemu orang yang membuat emosiku naik turun seperti ini," kesal Bagas bertolak pinggang.


"Yang pasti kau pasti mimpi indah Papa mertua, "ucap Rasya sambil berlari meninggalkan Bagas karena takut kena hantaman makhluk pelit.


"Bocah Abon, kemari kau...!!!" Bagas pun mengejar calon menantunya itu. Reby hanya menghela napas kasar melihat interaksi antara calon mertua dan calon menantu itu. Karena setiap bertemu selalu saja seperti itu tidak pernah akur. Sedangkan Rania hanya tertawa saja melihatnya.


*


*

__ADS_1


udah 3 bab nihhh mana hadiahnya nihh 😘😘😘


__ADS_2