GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA

GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA
Bab 25


__ADS_3

Pagi ini Reby merasakan kepalanya sangat pusing dan juga terasa berputar, ia juga merasa jika tubuhnya pagi ini terasa tidak nyaman. Ia pun menyentuh keningnya dan merasakan jika tubuhnya memang sedang demam. Untuk itu ia tidak beranjak dari tempat tidurnya dan berbaring disana, ia mencoba untuk memejamkan matanya namun tidak bisa karena tubuhnya yang tidak nyaman serta rasa sakit di kepalanya membuat ia tidak bisa kembali menutup mata.


Di ruang makan Bira melihat putranya belum juga turun tidak seperti biasanya yang selalu lebih pagi dari siapa pun ia sudah duduk manis di meja makan, "Kok Reby belum turun, ?" Tanya Bira pada Regan.


"Mungkin dia belum siap, " jawab Regan, karena kini di rumah itu hanya tinggal Bira dan Regan. Karena keluarga Tayo sedang menginap di rumah Papa Hendra. Sedangkan Pak Anton dan Nyonya Rita kini mereka tinggal di sebuah villa keluarga Maheswara.


"Gak biasanya, " ucap Bira.


"Ya sudah, lihat dulu saja ke kamarnya aku takut jika dia terbuai di alam mimpi, "ucap Regan sambil meminum kopinya.


"Mimpi apa, mimpi di siang bolong kaya gini juga"


"Laki-laki itu berbeda dengan perempuan, laki-laki itu punya mimpi sendiri. Apalagi jika sudah mempunyai pujaan hati, pasti Reby kini sedang terlena dengan mimpinya, "


"Emang mimpi apa sihh, Bira jadi penasaran,?"


"Mimpi bas*h, " jawab Regan dengan tergelak, putranya sudah dewasa bukan tidak mungkin jika ia pasti mengalami mimpi itu. Tapi apa di siang bolong ? Entahlah, kanebo kering itu memang suka asal jika bicara.


"Uhh dasar kanebo mesum, " ucap Bira dan meninggalkan suaminya yang sedang tertawa.


Bira pun kemudian pergi ke kamar Reby untuk melihatnya, ia khawatir terjadi sesuatu pada putranya itu.

__ADS_1


"Reby..." panggil Bira, ia membuka pintu kamar dan memanggil anaknya. Namun tidak ada sahutan dari dalam sana. Lalu Bira pun terus berjalan masuk ke dalam kamar Reby, namun kamarnya masih gelap dan terlihat jika Reby masih bergulung dengan selimut.


"Reby..." Bira pun menghampiri Reby setelah sebelumnya ia membuka gorden dan jendela kamar Reby agar ada udara yang masuk ke dalam kamarnya.


"Mom, " Reby pun mencoba untuk terbangun dari tidurnya di bantu oleh Bira.


"Kamu sakit, badan kamu panas banget," ucap Bira yang menempelkan tangannya di kening Reby.


"Kepalaku pusing Mom, "


"Kamu makan dulu ya, Mommy siapin bubur terus kamu minum obat. Biar kamu pulih,"


"Tidak Mom, aku hanya butuh istirahat,"


"Jangan memaksa ku Mom, "


"Kamu tunggu dulu, Mommy siapin dulu makan buat kamu. Awas aja kalau gak di makan, kamu yang nanti Mommy makan," ucap Bira kemudian ia pun mencium kening Reby dengan sayang dan pergi menyiapkan makanan untuk Reby.


Bira pun kemudian turun kembali ke bawah, terlihat jelas jika bayi besarnya merajuk karena tidak di temani sarapan olehnya.


"Kau tega sekali meninggalkanku sendiri, " ucap Regan. Bira pun berdecak sebal melihat kelakuan Regan yang selalu saja posesif padanya

__ADS_1


"Reby sakit, badannya panas. "jelas Bira.


"Sakit, kalau begitu panggil dokter " ucap Regan.


"Mana mau dia di periksa dokter, yang ada dokternya nanti di usir sama dia mah, " Bira menghela napas kasar. Regan pun terlihat berpikir dan sambil melihat istrinya.


"Biar nanti aku panggilkan dokter untuknya, " ucap Regan lagi.


"Di bilangin Reby gak bakal mau, "


"Dia tidak akan menolaknya, karena aku akan memanggil dokter cinta untuknya, " ucap Regan, kini Sabira yang tertawa mendengar suaminya bicara.


"Reby itu sakit demam panas, bukan demam mala rindu. Masa manggil dokter cinta, "


"Ubur-ubur kau benar-benar tidak tahu apa-apa ternyata, sudahlah cium aku dulu. Aku mau berangkat kerja, berikan aku semangat" kesal Regan. Bira pun kemudian mencium seluruh wajah Regan.


"Dan ini Bira kasih tambahan, bawa hati Bira ya dan jaga baik-baik, " ucapnya sambil memperlihatkan jari tangannya yang ia bentuk hati dan ia masukan ke dalam saku jas Regan.


"Tentu sayang, hatimu akan selalu aman di saku ku," jawab Regan. Mereka berdua pun kini tertawa.


***

__ADS_1


Udah 3 bab nihhh πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ mana hadiahnya πŸ€—


Untuk novel Abian aku lanjut bulan depan aja ya, soalnya bulan ini aku mesti selesaikan 3 novel, dan aku gak sanggup kalau semuanya dipaksain sekaligus πŸ₯ΊπŸ™. Kepala aku sakit banget πŸ€•πŸ€•, supaya aku juga bisa konsisten up nya jadi bisa fokus satu-satu πŸ˜”


__ADS_2