GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA

GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA
Bab 44


__ADS_3

Astaga ada ikan sapu-sapu sedang mandi rupanya," ucapnya karena melihat gadis kecil itu terduduk di selokan yang ada disana. Mendengar ada bicara gadis yang sedang menunduk itu pun mengangkat wajahnya dan melihat ada seorang pria tampan yang sedang menatapnya sambil menahan tawa, kalau tidak salah tadi juga ia mendengar jika pria itu mengatakan jika ia ikan sapu-sapu.


"Siapa ikan sapu-sapu ?" Tanya gadis itu dengan wajah yang ketus, Untung saja selokan yang berada di sawah itu adalah selokan yang berair bening dan juga tidak berbau, seperti banyak selokan yang terdapat di kota-kota jadi gadis itu hanya nampak basah kuyup saja tanpa mengeluarkan aroma apapun.


"Wahh, ikan sapu-sapu bisa bicara juga?" Ejek Radit, sebenarnya ia tidak bermaksud jahat Ia hanya merasa lucu saja karena seorang gadis yang kecil masuk ke dalam selokan hingga basah kuyup.


"Astaghfirullah, pagi-pagi ujian hidup udah berat banget " ucapnya sambil mencoba bangun dan naik ke atas dan menarik motor matic miliknya. Sebagai pria sejati Radit pun membantunya.


"Makanya kalau sudah tahu tubuhmu itu pendek, jangan banyak bergaya naik motor. Jalan kaki saja supaya sehat," ucap Radit sok menasehati namun kata-katanya sama sekali tidak enak di dengar.


"Bebas atuh, gak ada aturannya juga perempuan bertubuh pendek gak boleh naik motor. Jangan suka ngejek orang mentang-mentang kakinya panjang,"


"Aku hanya memberi tahu, jika ada orang dewasa yang menasehati itu dengarkan baik-baik dan juga lakukan bukan menjawab dasar anak nakal, eh tidak kau itu ikan sapu-sapu," ejek Radit lagi.


"Woahh sembarangan nih ikan lele, Neng Rully yang cantik dan manis di bilang ikan sapu-sapu !" Rully bertolak pinggang sambil menengadahkan saat melihat Radit yang memang tinggi.

__ADS_1


"Cantik dari mana, dari atas sampai bawah kelihatan rata semua, baru di aspal nya ," ucap Bagas.


"Ternyata bener ya kata orang kalau ikan lele itu rabun, " Rully hanya berdecak sebal melihat Radit.


"Penelitian mana yang mengatakan jika ikan lele rabun, dasar bocah sok tahu " Radit sepertinya tidak mau kalah dengan gadis kecil bernama Rully ini.


"Udah ah Ully pusing, ini nasib Ully gimana jadinya ?"


'Mana aku tahu, " Radit malah cuek mengangkat bahu.


"Ihh dasar, bantuin atuh "


"Bantu dorong, " ucapnya sambil nyengir kuda.


"Merepotkan saja," gerutu Radit tapi ia membantu Rully untuk mendorong motornya.

__ADS_1


"Biar dapet pahala Aa bantuin Neng Ully mah, "


"Pahalaku sudah banyak, "jawab Radit asal.


"Kaya pernah ngitung aja, " jawab Rully.


"Jangan cerewet atau motormu ini aku lempar ke sawah," ucap Radit.


"Ihh... jangan atuh, itu teh bukan sembarang motor ini teh namanya si mochi teman aku dari dulu. Yang selalu nemenin aku kemanapun aku pergi mulai dari sekolah jalan-jalan sampai nyari pria ganteng buat dijadiin pacar. " ucapnya. Radit mencebikkan bibirnya mendengar gadis kecil itu bicara.


"Masih kecil sudah nakal, mau mencari pria tampan. Harusnya jadi perempuan itu cukup diam di rumah dan menunggu ada seorang pria yang datang untuk menjadikanmu kekasih bukan keluyuran mencari pria tampan, jadilah anak baik" ucap Radit.


"Cuman cuci mata atuh Aa, lagian segala sesuatu juga harus pakai usaha nggak mungkin ada cowok tampan yang tiba-tiba datang ke rumah, kalau nggak di ikhtiaran mah ya pasti nggak bakalan ada atuh,"


"Terserah kau saja," ucap Radit, kini mereka berdua pun berjalan menuju desa tempat di mana rumah Reby dan Rania berada sekalian ia juga ingin pulang.

__ADS_1


****


Maafkan terlambat up ya ,😊


__ADS_2