
Akhirnya pesta pernikahan telah selesai, semua tamu sudah pulang begitu pun juga dengan seluruh keluarga. Namun kini tinggalah Reby dan Rania di hotel, mereka menunda kepulangan mereka esok hari saja. Karena mereka merasa sangat lelah hari ini.
Reby dan Rania pun masuk ke dalam kamar yang sudah disiapkan sebelumnya. Kamar yang sudah di hias menjadi kamar pengantin yang indah. Taburan bunga yang di susun terlihat sangat indah serta harumnya yang semerbak dan memanjakan penciuman mereka berdua.
Rania langsung duduk di atas ranjang king size yang ada di kamar itu. " A Reby capek gak, ?" Tanya Rania.
"Aku sangat lelah, "jawab Reby kini ia duduk disamping Rania. Rania terlihat sedang membuka beberapa aksesoris yang masih menempel di tubuhnya. Reby pun membantu membukanya karena Rania terlihat kesusahan.
"Makasih A, " ucap Rania sambil tersenyum ke arah Reby.
"Rania mandi duluan ya, " ucapnya.
"Kita mandi sama-sama saja," goda Reby
"gak mau ah Rania malu,"
"Kenapa malu, kita kan sudah menikah. Kita bahkan boleh melakukan apapun semau kita tanpa ada yang melarang. Ucap Reby sambil mencium bibir Rania yang sedari tadi menggodanya.
Ciuman yang tadinya sangat lembut kini terasa sangat menuntut. Reby semakin menekan tengkuk Rania agar semakin mendekat padanya. Namun tangannya menahan tubuh Reby yang terus seakan ingin menghimpitnya.
Merasakan Rania sudah kelabakan, Reby pun kemudian melepaskan pagutannya. " A Reby mau bikin Rania sesak napas ?" Kesal Rania dan menepuk bahu Reby, namun Reby hanya tertawa melihat Rania yang kesal kepadanya.
"Udah ah Rania mandi duluan, " Rania pun kini beranjak dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi. Reby pun sejenak merebahkan tubuhnya yang terasa sangat lelah seharian ini.
Hingga tanpa sadar ia terlelap, bahkan sampai Rania selesai mandi Reby pun masih tertidur. Karena tidak ingin mengganggu suaminya Rania pun kemudian naik ke ranjang lagi dan tertidur karena ia memang merasa sangat lelah.
Entah berapa lama Rania tertidur, namun kini ia merasa jika ada seseorang yang tengah menyentuhnya. Sangat terasa ada yang sedang bermain dan terus menciumi lehernya dan kemudian memberi gigitan-gigitan disana.
__ADS_1
Karena rasanya terasa begitu nyata, akhirnya Rania pun terbangun dan kemudian membuka matanya. Dan ternyata ia melihat Reby tengah menciuminya.
"A Reby, " panggil Bira.
Reby pun sejenak menghentikan aktivitasnya dan melihat wajah Rania yang baru terbangun.
"Apa aku mengganggumu, ?" Tanyanya, Rania menggelengkan kepalanya namun ia terlihat berpaling karena merasa malu melihat Reby yang memperlihatkan tubuh bagian atasnya hinga memperlihatkan bentuk tubuhnya yang seksi dan juga berotot, sepertinya sangat nyaman untuk disentuh dan bersandar disana. Namun ia mencoba menahannya karena ia merasa malu pada Reby.
Sepertinya Reby baru habis mandi, karena terlihat dari rambutnya yang setengah basah dan juga hanya menggunakan celana panjang hitam. Dan kini pria tampan nan seksi tengah memeluk tubuh kecilnya, hingga ia merasa malu.
Saat masih pacaran Reby memang selalu memeluk Rania, namun tetap saja kini terasa sangat berbeda karena statusnya yang sekarang kini sudah menjadi suaminya. Reby mulai menyibakan lagi rambut Rania yang menghalangi leher jenjangnya. Reby kembali mengecupnya namun kini Rania dalam keadaan sadar jadi Rania merespon apa yang Reby lakukan padanya.
Sensasi geli dan rasa lain yang bercampur aduk menjadi satu. Bahkan Reby kini juga menarik pakaian Rania secara perlahan dan melemparkannya asal, hingga kini hanya tinggal pembungkusnya saja yang tersisa dan Rania tanpa sadar langsung menutupinya.
"Jangan di liat Rania malu, " ucapnya
"Malu kenapa, kau sudah menjadi istriku, jadi aku boleh melihat dan merasakannya." bisik Reby, sambil mengusap punggung kecil itu dan mencari sesuatu dan, klik.... terbukalah semua kini tidak ada lagi yang menghalanginya. Dan nampaklah pemandangan yang indah dihadapan Reby.
Namun kali ini Reby bisa dengan sesuka hati melihatnya bahkan menyentuhnya. Hingga tanpa sadar Rania mengeluarkan suara yang membuatnya merasa sangat malu.
Setelah puas bermain di sana, Reby pun ingin memulai penyatuan dengan Rania. Rania memalingkan wajahnya karena malu melihat sesuatu yang baru saja ia tahu bentuknya.
"A Reby kayanya gak bakal muat dehh, bisa di kecilin dikit gak,?" rengek Rania yang melihat gagang sapu premium itu tenyata memang kualitas premium.
"Ukurannya sudah mutlak, mana mungkin bisa di ubah. Sudahlah pasti muat, mana mungkin tidak muat," ucap Reby lagi.
Reby pun mencoba memasukkannya secara perlahan, namun ternyata sangat sempit dan sulit untuk di tembus hingga Rania merasakan sesuatu yang sangat perih di sana.
__ADS_1
"Udah ah ini sakit, perih lagi besok aja dicoba lagi" ucap Rania.
"Tidak bisa, kenapa harus di tunda besok jika sekarang bisa, " ucap Reby tidak terima dengan ucapan Rania. Gagang sapunya sudah mode on bagaimana nasibnya jika ditunda sampai besok pikir Reby.
"Tapi ini susah, sakit lagi " Rengek Rania dan menepuk bahu Reby.
.
"Bertahanlah sedikit lagi, "ucap Reby.
"Sedikit apa, ini belum tembus juga," karena Rania yang cerewet akhirnya Reby membungkam bibir Rania dengan bibirnya. Dan Reby pun mencoba terus menerobos masuk. Tangan mungil itu kini mencengkram punggung Reby dengan kuat.
Tidak ingin berlama-lama, akhirnya Reby pun kembali menghentakannya dengan satu kali hentakan hingga sangat terasa ada sesuatu yang robek disana. Sakit perih nikmat bercampur jadi satu.
"Arrkhhhh.... sakiiiitttt"
"Maaf, " Reby mengusap air mata Rania yang keluar karena merasa sangat sakit dibagian sana. Rania hanya mengangguk saja.
'Ini sungguh luar biasa,' batin Reby. Ia pun mulai menggerakkan tubuhnya perlahan agar Rania tidak terlalu merasa sakit di bagian sana.
Setelah beberapa lama akhirnya Rania pun mulai bisa menikmatinya walaupun rasa perih masih mendominasi.
"Akhirnya kau menjadi milikku seutuhnya, bebek kecil" gumam Reby kemudian ia pun kembali mencium bibir Rania lagi.
Entah berapa lama mereka melakukannya, karena kini mereka tengah tertidur karena kelelahan. Tepatnya hanya Rania yang tertidur karena ia merasa sangat lelah setelah kegiatan malam yang ia baru lakukan dengan Reby.
***
__ADS_1
Udah ah jangan panas-panas nanti Mimin di setrap 🤧🤧
Like dan komentarnya jangan lupa, biar semangat up nya 💃💃💃