
"Astaga kau ini buta apa, kau bilang ponselnya tidak ada. Lalu yang ada di hadapanmu itu apa, Onde-onde ?!!" Ucap Nathan sambil bertolak pinggang.
"Itu hp bagus semua Om, pasti harganya mahal," jawab Rully.
"Kau meremehkanku, bocah?" Tatapan tidak terima muncul di wajah Nathan. Ia adalah seorang pengusaha muda dan sukses, membeli ponsel berlogo apel itu bukanlah hal yang sulit untuknya. Dan gadis kecil dihadapannya ini meremehkannya, padahal Rully hanya merasa tidak enak karena ponsel yang rusak harganya tidak sebanding dengan ponsel yang sekarang ada di hadapannya.
"Bukan gitu ihh,"
"Sudahlah, berikan ponsel yang fiturnya paling bagus untuk anak ini," ucap Nathan pada karyawan yang ada disana.
Rully sampai menelan ludahnya karena ia terkejut saat melihat ponsel yang di belikan oleh Nathan. Karena ia belum mengerti jadi semuanya Nathan setting disana. Karena gadis desa ini pasti belum tahu cara memakainya.
Tak membutuhkan waktu lama, mereka kini sudah selesai. Hari juga hampir malam, karena tadi Nathan dengan sengaja mengerjai Rully untuk menemaninya membeli pakaian. Pakaian dal*m maksudnya.
Kepolosan Rully yang merasa tidak enak karena sudah membuat Nathan membelikannya ponsel mahal, membuat Nathan ingin mengerjainya sedikit karena sudah membuat Nathan pusing hari ini.
"Om, jangan bawa Ully ke tempat ginian atuh. Ully malu," bisiknya sambil berjinjit karena tinggi Nathan sangat jauh dengannya.
"Aku mau belanja, kau kan berjanji akan membayar hutangmu," jawab Nathan karena Rully mengatakan jika ia akan mencicil hutangnya pada Nathan.
"Setiap aku membutuhkanmu, maka hutangmu padaku berkurang," ucap Nathan. Dengan terpaksa Rully pun menurut.
'Rasakan pembalasanku gadis nakal,' gumam Nathan dalam hati. Ia sengaja mengajak Rully untuk belanja hal-hal yang tidak penting. Hingga tidak terasa waktu sudah malam.
__ADS_1
***
"Rania, dimana bocah itu,?" Tanya Rebby kini mereka semua sedang berkumpul untuk makan malam dan Rully masih belum pulang juga. Ponselnya juga tidak aktif karena ia tadi mengganti nomornya dan belum sempat memberi tahu siapa pun, kecuali Nathan yang tahu nomor ponselnya.
"Gak tahu, tadi bilangnya Ully ada perlu dulu dia mau belanja buat perlengkapan kuliah karena kemarin katanya ada yang lupa," jawab Rania.
"Kenapa dia tidak mengajakmu,?" Tanya Regan
"Ully takut di marahin A Reby, makanya gak ngajak Rania," jawabnya dengan jujur.
"Untuk apa aku memarahinya," ucap Reby.
"Kemarin juga A Reby teh bawel pas kita lagi belanja, makanya dia ngerasa gak enak kalau ngajak Rania."
"Apa dia tersesat," tutur Regan.
"Mungkin aja kan, dia kan belum tahu daerah sini," jawab Bira yang semakin khawatir. Reby pun kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi Radit.
"Radit, cari bocah sapu-sapu itu, tadi dia bilang dia akan pergi ke Mall Xxx. Aku takut dia tersesat, dan tidak tahu jalan pulang," ucap Reby.
"Baik Tuan, " jawab Radit..
"Sebaiknya kita makan dulu, sambil menunggunya," ucap Regan.
__ADS_1
***
"Om udah makan kita pulang ya, Ully takut orang rumah khawatir," ajak Rully yang mulai cemas. Ia ingin menghubungi orang rumah, tapi semua nomor ada di ponselnya yang rusak.
"Iya, nanti aku antar kau pulang " jawab Nathan. Nathan tahu jika ia Rully khawatir akan orang rumah, makanya ia mempercepat makan malamnya.
Di jalan Radit mulai menyusuri jalanan berharap ia menemukan Rully. Ia jadi khawatir dengan keberadaan gadis kecil itu. Khawatir terjadi sesuatu padanya, apalagi ia adalah seorang gadis.
"Main kemana ikan sapu-sapu itu, sudah tahu habitatnya di kolam. Berani menyelam lautan, bagaimana jika ada ikan paus yang menelannya." Radit terus menggerutu sepanjang jalan, namun matanya terus menelisik jalanan. Radit pun berencana pergi ke Mall itu saja dan ia ingin meminta bantuan untuk mengecek cctv di sana, agar lebih mudah mencarinya.
Setelah selesai makan malam, Rully dengan segera menarik Nathan agar bisa cepat pulang.
"Cepet Om, udah malem Ully takut,"
"Sebentar, kau menyeretku seperti menyeret anak kambing saja," kesal Nathan.
"Abisnya Om lama sihh," ucap Rully, dengan sabar Nathan mengikuti arahan tangan kecil itu. Ia sudah malas berdebat karena sudah lelah mengerjai gadis kecil ini.
Saat Nathan dan Rully hendak masuk ke dalam Mobil, tiba -tiba terdengar seseorang yang sangat familiar di telinga Rully.
"Hei, ikan paus mau kau bawa kemana ikan sapu-sapu itu...!!!"
***
__ADS_1
Done ya, hari ini aku up