GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA

GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA
Bab 23


__ADS_3

"Memangnya semalam kau mimpi apa Rania,?" Tanya Nathan.


"Semalem Rania mimpi ketemu sama ratu dugong, eh siangnya ketemu sama anaknya," jawab nya sambil tertawa.


"Kau...!!!"


"Apa, Rania emang ngomongin kenyataan kok. "


"Kau memang gadis yang sangat menyebalkan, gatal dan juga murah*n. Kau senang menggoda pria, dan bodohnya lagi pria-pria yang terlihat pintar ternyata sangat bodoh dan mudah tergoda oleh gadis yang pura - pura polos sepertimu,! "


"Siapa yang kau maksud pria bodoh, ?!" Tanya Nathan dengan geram.


"Menurutmu, ?" Jawab Monica dengan nada mengejek.


"Dasar gadis...."


"Udah jangan dilayanin orang kaya gitu mah, " potong Rania, Rania menahan Nathan yang hendak berbuat kasar pada Monica. Melihat Rania yang santai dan masih bisa tersenyum membuat amarah Nathan sedikit mereda.


"Rania dia menghinamu, " ucap Nathan sambil menghela napas kasar berusaha menetralkan emosinya.


"Udah gak apa-apa, maklumin aja mungkin anak ratu dugong kelamaan jomblo jadi gitu otaknya kusut, " bisik Rania, namun masih bisa terdengar jelas oleh Monica hingga membuat gadis itu meradang hingga dengan refleks ia mendorong Rania hingga terjatuh. Sepertinya Monica memang gadis yang temperamental hingga ia selalu berbuat kasar. Terbukti semalam saja ia mendorong Rania hingga terjatuh ke kolam renang. Dan kini ia mendorong Rania hingga terjatuh ke belakang dan kepalanya membentur sebuah meja.


Dugh...


"Awww...." Rania memekik kesakitan karena ia terbentur.


"Rania kau tidak apa-apa, Nathan mendekati Rania dan hendak membangunkannya. Namun Rania dengan kesal langsung terbangun dan berjalan menghampiri Monica dan mendorongnya kembali hingga Monica terjungkal dan jatuh dengan cara memalukan.


"Rasain, " ucap Rania dengan kesal dan pergi membawa barang-barangnya lalu pergi tanpa membayar makanan yang ia makan barusan.

__ADS_1


"Rania tunggu, !" Teriak Nathan, namun tangan Nathan di cekal oleh manager restoran itu untuk membayar makanan yang sudah ia dan Rania makan. Dan Nathan pun menyelesaikan pembayarannya dulu lalu ia ingin mengejar Rania, karena jarang sekali ada kesempatan seperti ini. Kesempatan untuk mendekatinya.


"Dasar gadis sial*n....!!!" Teriak Monica yang terjatuh akibat dorongan anak bebek hingga ia terjatuh, dan sialnya di sana tidak ada orang yang ingin membantunya untuk bangun. Mereka malah tertawa melihat Monica terjatuh.


"Rania !" Panggil Nathan.


Rania yang sedang berjalan sambil mengusap kepalanya pun langsung melihat ke arah Nathan dengan malas, "kenapa, ?" Tanya Rania.


"Tunggu aku, bukankah kita akan jalan - jalan " ucap Nathan menghampiri Rania


"Nggak jadi, Rania lagi bete" jawabnya dengan memberenggut kesal. Nathan pun menghela napas kasar, memaksa Rania juga bukan hal bagus karena mood nya sedang tidak baik.


"Baiklah aku antar kau pulang, " ucap Nathan, Rania pun mengangguk. Nathan dan Rania pun masuk ke dalam mobilnya Nathan dan mereka pun kini pulang menuju apartement.


' Monica sial*n, ' batin Nathan, ia merasa sangat kesal karena bayangan indahnya bersama dengan Rania hancur sudah gara-gara Monica berulah.


"Oh ya, apa kepalamu tidak apa-apa,? Tanya Nathan.


Nathan pun membelai rambut Rania, Rania pun terkejut dan menjauhkan kepalanya.


"M-maaf, aku hanya khawatir padamu," ucap Nathan merasa tidak enak karena melihat reaksi dari Rania yang seperti tidak nyaman. Rania pun mengangguk menanggapinya.


'Sulit sekali mendekatimu Rania' batin Nathan dalam hati.


Tak berselang lama pun mereka sampai si apartement Reby, saat Rania turun dari mobil Nathan tidak disangka -sangka ternyata Reby pun baru datang dan turun dari mobilnya. Rania tersenyum melihat Reby datang dan langsung menghampirinya tanpa mempedulikan Nathan. Sikap Rania membuat hati Nathan sedikit tercubit dan merasa tidak terima karena Rania terlihat lebih memilih Reby.


"A Reby, " Rania tersenyum melihat Reby namun Reby menatapnya dengan datar membuat firasat buruk langsung menerpa Rania.


"Bebek nakal dari mana kau, ?" Tanya Reby.

__ADS_1


"Kami baru saja dari toko buku kemudian kami pergi makan siang," jawab Nathan dengan sengaja ingin memperlihatkan kedekatan mereka berdua.


"Aku tidak bertanya padamu," ucap Reby dingin dan menatap Nathan dengan pandangan tidak suka.


"Tadi kita gak sengaja ketemu di toko buku, " ucap Rania, Reby pun menghampiri Nathan dan memandangnya dengan sangat tajam . Kemudian Reby pun mendekati Nathan dan mencondongkan tubuhnya ke arah Nathan.


"Jangan coba untuk mendekatinya, karena gadis kecil ini milikku, " Bisik Reby membuat Nathan sangat tidak suka.


"Kau hanya mengklaimnya saja, nyatanya dia bukan milikmu seutuhnya. Meskipun dia milikmu seutuhnya pun aku tidak akan berhenti untuk mengejar cintanya. Karena namanya sudah terlanjur tertulis di hatiku, "jawab Nathan dengan berbisik pula. Reby sangat geram, tadinya ia ingin mengatakan sesuatu lagi pada Nathan namun Nathan langsung pergi setelah berkata seperti itu pada Reby.


"A Reby, ayo..." ajak Rania, setelah mobil Nathan menghilang dari pandangannya. Reby pun menghampiri Rania.


Tuk.....


Reby mengetuk kening Rania, "dasar bebek nakal rupanya aku tidak bisa meninggalkanmu sendiri, " ucap Reby sambil menunduk karena tubuh Rani yang hanya sebatas dadanya saja.


"Rania gak macem-macem kok, cuma beli buku aja" Jawabnya.


"Ayo masuk, aku sudah tidak sabar ingin menghukummu, " ajak Reby dan menarik tangan kecil itu.


"Di hukum lagi, ?" Tanya Rania.


"Iya..."


"Asiiikkkkk....." jawab Rania yang memang sudah tahu hukuman apa yang akan Reby berikan padanya.


"Astaga...." gumam Reby


****

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar nya ya 🤗🤗


__ADS_2