GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA

GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA
Bab 84


__ADS_3

Setiap kali pulang ke rumahnya, Julia selalu beradu debat dengan Hermawan. Hingga ia semakin tidak betah berada di rumahnya. Seperti malam ini ia memutuskan untuk pergi keluar dan menghabiskan waktu dengan Robert. Karena sebelumnya mereka sudah ada janji temu di sebuah restoran.


Melihat sikap Julia yang semakin menjadi membuat Hermawan semakin jengah saja dengannya. Membuat ia selalu merutuki kebodohannya sedari dulu karena bisa terjebak oleh Julia hingga bisa tidur dengannya. Seandainya dulu ia tidak terjebak, mungkin saat ini ia masih bisa berkumpul dengan keluarganya. Dengan Nisya dan juga Nathan.


Di saat seperti ini Hermawan menjadi sering berandai-andai. Namun, sayangnya waktu tidak akan kembali lagi. Bagaimana pun ia menyesalinya semuanya sudah terjadi dan tidak akan kembali.


Saat ini ia hanya bertahan demi Nila, gadis itu selalu menjadi korban mamahnya. Julia bahkan tidak mau memperdulikannya, dia lebih suka menghabiskan waktu di luar bersama teman-temannya dibandingkan dengan putrinya. Dan itu ia lakukan sejak Nila lahir ke dunia. Seolah ia lupa apa saja yang menjadi tugas seorang ibu, yang ia lakukan hanya menikmati hidupnya.


"Apa kabar cantik, apa kau sudah lama menunggu ku,' ucap Robert sambil mencium kening Julia, tetapi karena Julia terkejut maka ia langsung menepis Robert.


Robert pun tersenyum dengan tingkah Julia, yang menurutnya tidak pernah berubah dan selalu terlihat cantik dan menggoda.


"Jaga sikapmu Robert !" sentak Julia.


"Sayangnya aku tidak bisa menjaga sikap jika berdekatan denganmu, cantik," ucap Robert. Meskipun terlihat marah dan kesal, tetapi rona merah di wajah Julia tidak bisa menutupi perasaannya saat ini.


Julia adalah wanita yang haus akan pujian, ia meskipun usianya sudah terbilang sudah tidak muda lagi. Namun, hasratnya masih seperti anak muda bahkan mungkin melebihi anak gadisnya.


Sikap Hermawan yang tidak pernah romantis dan juga sangat acuh pada Julia membuat Julia menjadi wanita yang kesepian serta haus belaian.


Hermawan hanya akan bicara dengan Julia saat ia lalai dengan kewajibannya. Selain itu Hermawan tidak pernah menyapanya, karena ia memang tidak pernah mencintai Julia.


"Kau sudah pesan makanan ?" tanya Robert.


"Sudah, kau pesan saja," ucap Julia.


"Oke sayangku," jawab Robert sambil mengedipkan matanya sebelah pada Julia. Hingga remaja jaman dulu itu menjadi tersipu malu, fiiuhh.


Rully kini sudah siap dengan, seperti biasa penampilannya selalu terlihat cantik dan menggemaskan di mata Nathan. Sepertinya mata ikan paus ini kini sudah terlope-lope pada ikan sapu-sapu, hingga semua yang ada dalam diri Rully terlihat sangat indah di mata Nathan.

__ADS_1


'Aku sudah tidak sabar ingin memperlihatkan kejutan untuknya.' gumam Nathan sambil melajukan mobilnya.


"Kak, kita mau kemana ?" tanya Rully.


"Ikut saja, aku akan memberikan kejutan untukmu," jawab Nathan.


"Kejutan apa ?" tanya Rully penasaran.


"Kalau aku memberitahumu sekarang, namanya bukan kejutan," jawab Nathan.


"Memangnya gak ada bocoran ?"


"Tidak ada,"


"Sedikit saja,"


"Tidak, duduk manis dan diamlah. Atau aku cium kau sekarang juga !" ancam Nathan, Rully hanya mencebikkan bibirnya kesal.


Tak lama setelah itu, mereka sampai di sebuah restoran yang mereka tuju. Di sana Nathan sudah menyiapkan kejutan untuk Rully. Ia ingin sekali melihat reaksi Rully saat melamarnya nanti. Jika saat ditelepon Rully yang mengajaknya menikah, maka sekarang saatnya Nathan yang akan melamarnya dengan cara yang sangat romantis di tempat yang sudah ia sediakan. Dan cincin lamaran pun sudah Nathan siapkan. Sebuah cincin berlian yang sangat indah sudah Nathan siapkan dan akan ia pasangkan di tangan Rully.


Ahh, bayangan-bayangan indah sudah menanti Nathan saat ini, ingin sekali Nathan mencium dan memeluk gadis kecil ini sekarang juga.


Tibalah Nathan di tempat yang sudah ia pesan sebelumnya, sebuah ruangan pribadi yang sudah ia siapkan sebelumnya. Tadinya Nathan ingin melamar Rully di hotel, tapi Nathan takut khilaf dan mengurungkan niatnya dan memilih restoran sebagai tempat untuk melamar Rully.


"Ya ampun, tempatnya bagus banget. Kak, kita mau makan kan di sini?" tanya Rully.


"Iya, kita akan makan disini. Dan ada sesuatu yang hal yang ingin aku sampaikan padamu," ucap Nathan.


"Apa itu ?"

__ADS_1


"Nanti aku akan mengatakannya padamu, duduklah dulu,"


"Oke Bos," Jawabnya sambil duduk.


'Gadis ini senang sekali menyiksa king cobra milikku, kenapa dia sangat menggemaskan sekali, sudah tahu bisa nya sangat berbahaya. Karena bisa cobra milikku mampu membuatnya bengkak hingga melahirkan anak,' gumam Nathan dalam hati.


"Jadi Kak Nathan mau bilang apa ?" tanya Rully sambil memegang dagunya dan melihat ke arah Nathan. Terlihat jika Nathan mengeluarkan sesuatu dari saku jas nya. Tak lama ia memperlihatkan sebuah kotak yang kemudian ia buka dan ternyata isinya adalah sebuah cincin.


Rully terpaku melihat keindahan cincin yang Nathan perlihatkan padanya. "Wooow ini bagus banget, punya siapa?" tanya Rully.


"Punya tetanggaku, tentu saja ini punyaku yang sebentar lagi akan menjadi milikmu. Karena aku membeli cincin berlian ini untukmu," jawab Nathan menerangkan pada Rully.


'Aku lupa jika ikan kecil ini bodoh,' gumam Nathan mencoba untuk menahan ucapannya agar tidak keceplosan dan merusak suasana romantis ini.


"Kemarikan tanganmu, aku akan memakaikannya untukmu," ucap Nathan. Rully pun memberikan tangannya dan Nathan pun memasukan cincin itu pada jari Rully. Dan ternyata ukurannya sangat pas dan terlihat sangat indah di jari Rully.


"Karena, kau sudah memakai cincin itu. Itu berarti kau resmi menjadi calon istriku," ucap Nathan.


"Haahh, kok di pake dulu sebelum ngomong. Mestinya kan ngomong dulu baru dimasukin," ucap Rully.


"Aku lupa, sudahlah yang penting sekarang kau menjadi calon istriku," ucap Nathan.


"Aihhh, tapi beneran ini berlian ?" tanya Rully merasa tidak percaya.


"Apa wajahku terlihat berbohong, tentu saja itu asli. Astaga kau ini benar-benar ya, aku orang kaya mana mungkin membeli barang palsu,"


"Dasar paus songong, tapi kalau dijual lagi pasti mahal ini mah," ucapan Rully sontak membuat Nathan terkejut. Bisa-bisanya ikan sapu-sapu ini ingin menjual cincin lamaran yang ia berikan.


"Hei bocah ! Jangan berani-berani kau menjualnya !" ucap Nathan.

__ADS_1


Saweran vote nya aku tunggu ya 💃💃💃 Abian dan Aira udah mulai aku up lagi ya 🤗


__ADS_2