GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA

GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA
Bab 60


__ADS_3

Pagi ini tidak biasanya, Nisya tidak terlihat semangat. Entah kenapa ia merasa kesal pada putra satu-satunya ini. Kenapa gerakannya kepada perempuan itu selalu lambat, padahal ia sudah sangat suka kepada Rully. Namun ia langsung di kecewakan karena mendengar Rully sudah mempunyai kekasih. Kenapa putranya ini tidak pernah bisa bersikap sedikit agresif kepada perempuan. Sedikit lebih agresif bukanlah masalah untuk seorang laki-laki.


Merasa ada yang beda dari ibunya membuat Nathan merasa tidak nyaman, ada sebenernya. Kenapa Mamahnya tiba-tiba tidak bicara dan memperlihatkan wajah yang sama sekali tidak enak dipandang.


"Mah, " panggil Nathan, ia ingin bertanya kepada Mamahnya. Apa sedang ada masalah atau tidak. Apa ia sedang ada masalah dengan Papanya, pikir Nathan.


Mamah dan Papa Nathan sudah lama bercerai, itu terjadi saat Nathan baru saja lulus kuliah. Dan ternyata Papanya sudah sangat lama berselingkuh dari Mamahnya, hingga ia mempunyai anak.


Belasan tahun di selingkuhi oleh suami yang sangat ia cinta dan sayangi, membuat hatinya sangat hancur lebur dan tak bersisa. Nisya tidak bisa mempertahankan lagi rumah tangganya, meskipun ia masih sangat mencintai suaminya.


Semua kesalahan bisa di pertimbangkan tapi tidak dengan perselingkuhan, Nisya tidak mau lagi menjalin hubungan dengan Papanya Nathan dan memilih untuk bercerai. Dan untuk perusahaan yang di tempati oleh Nathan, itu adalah perusahaan milik dari orang tua Nisya, yang adalah kakek dari Nathan.


Berkat adanya perusahaan itulah ,ia bisa menyambung hidup dengan Nathan. Dan setelah sekian tahun mereka tidak pernah bertemu lagi.


Untuk itulah Nathan sangat menyayangi Mamahnya, hanya ialah tumpuan hidupnya. Tak akan Nathan biarkan hati Mamahnya terluka. Ia akan menjadi orang di garda terdepan jika itu sampai terjadi.


"Apa Mamah ada masalah,?" Tanya Nathan.


"Tidak ada, " jawabnya cuek. Semakin terlihat jelas jika ada yang masalah.

__ADS_1


"Jangan bohong padaku Mah, ayo katakan padaku. Apapun akan aku berikan untukmu, apapun," ucap Nathan sambil memegang lembut tangan ibunya,


"Benarkah," Tanya Nisya sumringah.


"Benar, apapun untuk Mamahku tersayang," ucap Nathan.


"Ajak Rully makan siang atau makan malam dengan Mamah," ucapnya tersenyum.


"Apa,?!"


"Benarkan, kau tidak bisa. Sudahlah jangan mencoba membujuk Mamah lagi. Kau sangat menyebalkan, hanya permintaan sederhana saja kau tidak bisa mengabulkannya.


"Astaga, maksudku bukan begitu Mah." Namun Nisya malah semakin tidak merespon Nathan. Nathan menghela napas kasar, ia tidak tega melihat Mamahnya sedih.


Senyum sumringah pun terbit di wajah cantiknya, "Baiklah, Mamah tunggu, Mamah sangat senang mendengarnya." ucap Nisya, wanita yang masih terlihat cantik di usia yang sudah tidak muda lagi itu pun merasa sangat bahagia.


*


*

__ADS_1


*


Siang ini Rully dan Rania sudah selesai kuliah, dan tanpa Rully duga Nathan sudah menunggunya di kampus. Kabar kedatangan Nathan ke kampus sebelumnya sudah sampai ke telinga Reby. Ia merasa sangat marah, karena merasa jika Nathan akan menemui istri kesayangannya. Untuk itu ia bergegas datang ke kampus Rania untuk menjemputnya, dan ia pergi bersama dengan Radit.


"Awas saja jika dia berani menemui istriku, akan aku buat gulai pebinor, !" Kesal Reby.


"Tapi aku tidak yakin jika, ikan paus itu akan menemui istri anda Tuan," ucap Radit.


"Maksudmu,?" Tanya Reby merasa heran.


"Menurutku, ikan paus itu akan menemui ikan sapu-sapu Tuan,"


"Maksudmu, mantan pebinor itu menyukai ikan sapu-sapu milikmu,?" Tanya Reby menahan tawanya.


"Mungkin saja Tuan, " jawab Radit cuek.


"Astaga, sainganmu ternyata sangat berat Radit, karena tidak mungkin ikan lele melawan ikan paus," ejek Reby.


"Astaga Pak, seleraku ikan gurame bukan ikan sapu-sapu yang tidak ada rasanya.

__ADS_1


***


Jangan lupa likenya ya 😚😚😚


__ADS_2