GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA

GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA
Bab 38


__ADS_3

"Lepaskan tanganmu dari tubuhnya !!!" Teriak Reby dengan keras. Ia terkejut saat mendengar ada benda jatuh yang sangat keras lebih terkejut lagi saat ia melihat Rania jatuh terguling dan berada dalam pelukan Nathan. Meskipun niat Nathan baik karena sudah menyelamatkannya. Tapi tetap saja Reby tidak rela tubuh kekasihnya dipeluk oleh pria lain.


"A Reby..." panggil Rania.


Reby pun kemudian menghampiri Rania, dengan kesalnya ia sedikit mendorong Nathan serta menggendong Rania dan membawanya pergi dari sana.


"Jangan pernah berani menyentuh ataupun menatapnya, gadis ini sudah menjadi milikku !" Ucap Reby dengan kesal.


"Tapi, terima kasih sudah menolongnya, "ucap Reby kemudian pergi meninggalkan Nathan dan yang lainnya. Sedangkan Radit, ia sudah menunggu dekat mobil karena Bos nya pasti ingin langsung pulang.


"Dasar orang aneh, " gumam Nathan, Nathan sebenarnya khawatir melihat Rania yang terluka. Karena terlihat jelas tadi tangan dan kakinya mengeluarkan darah.


"Radit belikan obat, " ucap Reby masih dengan wajah kesalnya.


Reby membawa Rania masuk ke dalam mobil, ia melihat Rania terluka di beberapa bagian tubuhnya. Di bagian siku, dan juga bagian lutut yang ternyata agak robek. Pipi mulusnya juga tergores gesekan pada saat terguling dan itu rasanya pasti perih.


"Apa ini sangat sakit,?" Tanya Reby yang khawatir dan juga merasa ngilu melihat luka Rania.


"Sakit banget, ini perih tahu." Jawabnya.


"Maaf seharusnya aku tidak membawamu kemari," ucap Reby kemudian menciumi seluruh wajah Rania dan juga mencium bibirnya namun kali ini Reby menciumnya agak berbeda seperti sedang menghapus sesuatu dengan bibirnya.


"Setelah ini kau harus mandi," ucap Reby setelah menyudahi ciumannya dengan Rania.


"Gak mau ahh, badan Rania perih" ucapnya.


"Tapi badanmu sangat kotor, kau harus mandi. Kalau perlu aku yang mandikan," gumamnya di akhir kalimat.

__ADS_1


"Aihhhhh, jangan atuh Rania malu kalau di mandiin sama A Reby mah, "ucapnya. Mendengar kata mandi pikiran es batu ini langsung bertraveling.


"Tapi tadi kau baru saja di peluk oleh burung unta itu, aku tidak suka, " ketus Reby yang masih merasa cemburu karena Nathan tadi memeluk Rania.


"Bukan meluk itu mah, refleks aja. Kalau pun ada nenek-nenek yang Mas siapa itu teh, yang pokoknya di selametin sama dia pasti posisinya gitu atuh," namun tetap saja Reby masih merasa kesal.


Cup


Rania mengecup bibir Reby sekejap, itu membuat hati Anak ubur-ubur ini sedikit terobati. Baiklah mungkin nanti saat Rania sudah tidak sakit ia akan menghukum Rania.


Kemudian Reby pun langsung mengambil tisu basah dan membersihkan wajah dan juga tangan Rania dengan perlahan - lahan karena itu pasti sangat perih.


"Kita ke dokter saja ya, "


"Gak mau ahh, cuman luka gini mah gak usah ke dokter pake obat merah juga sembuh, " tolak Rania yang memang tidak mau ke dokter.


Sedangkan di luar, Radit sedang menunggu komando untuk masuk mobil namun Reby belum juga menyuruhnya masuk.


"Ahhh kenapa mereka lama sekali, sedang apa sihh mereka di dalam, nasib jomblo memang selalu mengenaskan," Radit terus saja menggerutu karena kesal. Hingga akhirnya ia pun memutuskan untuk mengetuk kaca mobil. Biarlah gajinya di potong, jika itu sampai terjadi maka Radit akan mengadu pada ratu ubur-ubur supaya ayah dan anak itu dimarahi olehnya. Karena sudah bertindak kejam pada karyawan. Radit pun mengulas senyumnya karena ia akan meminta perlindungan dari ratu ubur-ubur. Ratu ubur-ubur kan seorang yang sangat baik hati berbeda dengan anak dan suaminya yang lebih mirip kanebo kering, sangat kaku dan menyebalkan.


Tok


Tok


Tok


Melihat Radit yang mengetuk kaca mobilnya, Reby pun langsung melihat ke arah luar dan membuka kaca mobilnya.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan di situ, Kenapa lama sekali"ketus Reby.


"A-apa, s-saya sudah sejak dari tadi di luar Tuan, "jawab Radit jujur karena memang ia sudah berada di luar sejak tadi.


"Lalu Kenapa kau hanya diam saja kau tahu sejak tadi aku sudah menunggumu, !"


"Astaga, Aku hanya takut jika aku sembarangan naik mobil maka aku akan melihat pemandangan yang tidak menyenangkan, makanya aku memutuskan untuk diam sejenak nasib karyawan memang selalu salah di mata bosnya," gumam Radit..


"Jangan menggerutu, kau seperti perempuan saja "


"T-tidak Tuan, " jawabnya sambil masuk ke dalam mobil dan memberikan obat yang ia pesan tadi.


"Bergerak dengan cepatlah, " ubur-ubur mini ini masih saja mengomel. Hingga Rania tertawa.


"Iya Pak, "


"Padahal aku sedang menunggumu untuk membawa obat, tapi kau malah diam saja," telinga Radit dibuat panas oleh Reby.


"Tadinya saya mau masuk Tuan, tapi saya takut melihat adegan yang akan membuat hati saya merana. Makanya saya memutuskan untuk diam sejenak diluar. Anda tahu kan kalau menjadi jones itu sangat tidak enak. Astaga, saya jadi malu mengatakannya pada anda," ucapnya sambil tertawa tidak tahu malu.


"Nasib jomblo memang selalu mengenaskan, jadi terima saja dengan ikhlas" ucap Reby.


"Aahhh, bos ku ini memang sangat menyebalkan, mentang-mentang dia sudah tidak jomblo lagi,"


****


Jangan lupa besok Senin votenya sumbangin ya 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2