GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA

GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA
Bab 65


__ADS_3

"Om orang apa hantu, kok bisikannya bikin aku merinding ?" Tanya Rully dengan polos menatap ke arah Nathan.


"Apa ? Astaga ujian apa lagi ini," Nathan membatin.


"Aihhh, ganteng-ganteng pendengarannya terganggu," ucap Rully dengan perlahan.


"Kalian bisik-bisik apa sih, kok Mamah gak di ajakin," ujar Nisya. Sungguh ia merasa sangat senang dengan kehadiran Rully di rumahnya.


"Gak ada Mah, Rully katanya malu " ucap Nathan asal dan tertawa sumbang. Dalam hatinya ingin sekali ia mengunyah gadis kecil ini.


"Kenap harus Malu, Mamau senang kamu main kesini. Oh ya Rully, kamu sudah makan ?" Tanya Nisya.


"Belum Nyonya, tadi pulang kuliah langsung diajak sama Om Nathan kesini," jawab Rully apa adanya.


"Bocah ini benar-benar sangat jujur," gumam Nathan.


"Kalau begitu biar Mamah siapkan makan siang buat kamu ya," ucap Nisya dengan semangat.


"Nggak usah, jangan repot-repot nanti Ully bisa makan baso mercon kok." jawabnya sambil tertawa.


"Ya ampun, kamu harus makan nasi Rully. Jangan terlalu sering memakan makanan pedas,"


"Makan nasi itu baik untuk pertumbuhan," ejek Nathan.


"Jangan mulai ngejek ya Om, jangan mentang-mentang tinggi menyungging orang yang kurang tinggi,!" kesal petasan banting itu.


"Menyinggung bukan menyungging, astaga berapa nilai bahasamu dulu saat sekolah,?" tanya Nathan asal.


"Mana Ully tahu atuh, lupa... kan udah lama sekolahnya juga," jawabnya dengan jujur. Melihat interaksi Nathan dan Rully sukses membuat Nisya tertawa. Ia sedang membayangkan bagaimana nanti jika mereka akan menjadi suami istri jika kelakuan mereka seperti itu.


"Sudah - sudah, jangan bertengkar lagi. Kalian ini membuat Mamah sesak napas karena tertawa. Ada-ada saja,"


"Rully, " panggil Nisya.


"Iya, "


"Jangan dulu pulang ya, Mamah akan memasak masakan spesial untuk kamu," ucap Nisya dengan senang.


"Ully bantu ya, " Rully langsung berdiri dan siap membantu Nisya untuk memasak.


"Tidak-tidak, jangan. Kamu tamu istimewa hari ini, biarkan Mamah yang menyiapkan semuanya. Anggap saja ini adalah penyambutan kamu datang ke rumah ini."


"Tapi,..."


"Sudah, menurut saja. Jangan membuat Mamah sedih, " ucap Nathan.


"Ya udah, " akhirnya Rully kembali duduk sedangkan Nisya, ia dengan semangat pergi ke dapur di temani pelayan untuk menyiapkan makan siang yang terlewat untuk Rully.

__ADS_1


Setelah Nisya tidak ada, kini Rully menatap ke arah Nathan yang tengah sibuk dengan ponselnya.


"Om..."


"Hemm..." jawab Nathan tanpa melihat ke arah Rully.


"Terus Ully ngapain sekarang ?" Tanyanya sambil melihat ke arah Nathan.


"Terserah kau mau apa, jika kau ingin berenang di belakang ada kolam renang," jawab Nathan sambil tertawa mengejek ke arah Rully.


"Nggak ah takut," jawab Rully.


"Takut apa, aku tidak memelihara ikan piranha disana," masih fokus pada ponselnya karena ia sedang memeriksa beberapa email yang masuk.


"Takut tenggelam lah, apalagi kolam renang milik ikan paus kan pasti dalem." jawab Rully kemudian ia menyenderkan kepalanya di bantalan kursi. Rambut panjangnya ia cepol asal ke atas, dan memperlihatkan leher jenjangnya. Tidak ingin terhipnotis dengan penampilan Rully yang mendadak terlihat menggemaskan Nathan pun mengalihkan lagi pandangannya ke arah ponsel.


"Om, "


"Apalagi bocah, bisakah kau tidak memanggiku dengan panggilan itu. Aku jadi merasa sudah tua." kesal Nathan.


"Udah kebiasaan gak bisa di ubah,"


"Menyebalkan,"


"Hutang aku berapa sih, biar enak gitu ngitungnya," ucap Rully.


"Gak dihitung ongkos perjalanan pas beli hp nya," tanyanya polos. Kenapa Rully ini senang sekali menguji kesabaran Nathan. Rully pikir Nathan itu apa hingga ia harus membayar ongkos saat menaiki mobil Nathan.


"Kau tidak usah membayar ongkos padaku ! Aku ini bukan supir, duduk dan diamlah sebelum kau aku telan !"


"Dasar galak, pantes jomblo." Rully mengerucutkan bibirnya kesal.


"Maaahhh, boleh aku pulangkan ikan sapu-sapu ini ke habitatnya sekarang !!!" Teriak Nathan.


*


*


*


Setelah perdebatan yang menguji iman, akhirnya makanan pun sudah siap. Nisya benar-benar memasak spesial untuk Rully, ada berbagai macam menu disana, hingga air liur Rully hampir menetes.


"Ayo makan Rully, semoga kamu suka dengan makanan yang Mamah buat ya,"


"Ini mah Ully pasti suka, Ully ambil ya ," ucapnya tanpa merasa sungkan, Nisya pun suka dengan sikap Rully yang apa adanya, ia makan dengan lahap tanpa takut malu atau takut lipstiknya luntur karena makanan yang ia makan.


"Emmm, ini enak bangeeeeettt. " jujur Rully karena masakan Nisya memang sangat lezat dan memanjakan lidahnya.

__ADS_1


"Benarkah, kalau begitu ayo makan yang banyak." ucap Nisya dengan senang. Nathan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Rully.


"Benar-benar masih bocah, " ucap Nathan.


"Jangan salah Om, meskipun Ully ini kecil tapi Ully ini udah produktif buat cetak anak," ucapnya tanpa saringan. Hingga Nathan tersedak gara-gara mendengar ocehannya.


Astaga ucapan gadis kecil ini membuat pikiran Nathan bertraveling ria karena membayangkan proses mencetak anak. Sedangkan Nisya, jangan tanyakan bagaimana responnya karena ia sudah tidak bisa menahan tawanya.


"Oh ya ampun, baru kali ini aku menemukan makhluk langka Sepertinya," gumam Nathan.


*


*


*


Setelah acara makan selesai dan beristirahat sebentar, Rully pun minta diantar pulang karena hari sudah mau malam. Ia merasa tidak enak pada keluarga Bira jika ia sering bermain di luar dan pulang terlambat. Walaupun sebenarnya Bira dan Regan tidak membatasi Rully selama ia bisa menjaga diri dan dalam batasan, mereka membebaskan Rully. Terkecuali Rania yang memang hak Reby, Rania berada dalam pengawasan Reby setiap harinya.


Rully pun berpamitan pada Nisya untuk pulang, sebenarnya berat untuk Nisya karena ia sangat menyukai Rully. Namun bagaimana pun juga Nisya tidak mungkin untuk menahan Rully lebih lama lagi. Karena Rully masih belum menjadi tanggung jawabnya. Nisya harus bersabar hingga saat itu tiba.


Kini Rully dan Nathan sudah berada di dalam mobil dan menuju rumah Maheswara. "Om..." panggilnya


"Hemm, " jawab Nathan tanpa melihat ke arah Rully dan fokus menyetir.


"Kapan Ully mulai kerja buat bayar hutang, ?" Tanyanya.


"Anggap saja kau sudah mencicilnya," jawab Nathan.


"Beneran ?"


"Cerewet, "


"Baru kali ini ada cara bayar hutang enak banget, udah di antar jemput makan gratis pula," ucapnya berdecak senang. Nathan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Mulai saat ini ia harus terbiasa dengan makhluk ajaib ini karena sang Mamah sangat menyukainya.


Setelah sekitar lima belas menit perjalanan, mereka kini sudah sampai di depan rumah Maheswara. Disana Reby dan Rania sudah menunggu karena sebelumnya Nathan sudah menghubunginya.


Nathan dan Rully pun turun dari mobil, Rully langsung menghampiri Rania setelah sebelumnya pengucapan terima kasih kepada Nathan.


"Makasih ya Om, "ucapnya sambil pergi meninggalkan kedua pria itu bersama Rania. Rania juga sudah tidak sabar ingin mendengar cerita dari Rully maka dari itu ia pergi meninggalkan kedua pria itu duluan.


"Bagaimana, apa jantungmu baik-baik saja ?" Tanya Reby. Terdengar hembusan napas kasar dari Nathan.


"Kalau boleh jujur, bicara dengan sepupumu itu tidak baik untuk kesehatan jantung dan otakku," jawab Nathan, dan Reby pun tertawa puas mendengarnya.


"Kalian memang keluarga aneh," ucap Nathan.


***

__ADS_1


Kubu ikan sapu-sapu sama ikan paus mana niihh🤗💃💃, jangan khawatir masalah Radit ya, jodoh nya udah Mimin siapin 🤗 like sama komennya jangan lupa ya...


__ADS_2