
Setelah acara pernikahan Reby dan Rania Rully tidak ikut pulang lagi ke desa karena ia akan bekerja di rumah Regan atas permintaan Ua Kulsum, karena cucunya itu ingin bekerja di rumah Sabira dan Regan karena menurut penuturan Neneknya mereka sangat baik. Jadi Rully tergoda untuk bekerja di rumah itu tak apa jadi art yang penting gajinya besar dan yang terpenting ia ingin bekerja di kota.
Pagi - pagi sekali Radit sudah sampai di rumah Maheswara untuk membawa pakaian Reby dan juga Rania. Karena semalam mereka tidak membawa pakaian ganti.
Rully yang sedang membersihkan halaman depan pun terkejut melihat ada Radit ke rumah itu dan berpenampilan sangat rapi. Ia terlihat sangat tampan dengan setelan jasnya, rambutnya juga tertata rapi sangat berbeda saat ia bertemu dengannya di desa.
"Astaga ada ikan sapu-sapu sedang sapu-sapu," ejek Radit pada Rully yang kini tengah menyapu di luar.
"Ini teh bukti kalau Ully adalah seorang perempuan yang rajin, jadi kalau nanti Ully nikah terus punya suami Ully sudah terbiasa melakukan pekerjaan rumah tangga. Jadi Ully ini calon ibu rumah tangga yang Solehah catat ya, " ucapnya pada Radit, hingga terbahak mendengarnya.
"Catat apa? Catat dosamu, calon istri solehah dari mana. Bentuknya saja tidak beraturan seperti ini," ejek Radit lagi, Rully berdecak sebal mendengarnya. Kenapa setiap bertemu dengan Radit ia harus banyak menahan sabar, karena asisten suami sahabatnya ini sangat menyebalkan.
"Ya Alloh berikanlah Ully kesabaran saat menghadapi lele Dumbo yang tidak pernah sadar diri ini," ucapnya di dramatisir. Tangan Radit mendadak gatal dan ingin menjitak bocah kecil di depannya ini.
"Dasar, sapu-sapu. Sapu-sapu sana... Ya ampun lucu sekali ya panggilanmu. Sapu-sapu sedang sapu-sapu " ucapnya lagi sambil terbahak-bahak tanpa menyadari jika Regan sedang melihatnya dengan tatapan entahlah, tatapan manusia kanebo ini tidak bisa diartikan.
"Tuan ada yang bisa saya bantu,?" Tanya Rully karena ia melihat Regan sedang melihat ke arahnya dan jiga Radit.
Takk...
"Auuhhhhh, kenapa kamu jitak kepala aku ?" Kesal Rully dia ingin sekali membalas Radit, namun ia urungkan karena ada Regan di sana. Jadi ia hanya mengusap- ngusap kepalanya saja.
"Kau sengaja berbohong ada Tuan Regan supaya aku takut begitu, dasar ikan nakal !" Radit bertolak pinggang memarahi Rully seperti seorang ayah yang sedang memarahi anaknya.
__ADS_1
"Siapa yang bohong,?"
"Kau....!!!"
"Radit.....!!!"
Deg....
Astaga Radit bahkan sangat terkejut mendengar suara yang sangat ia takuti itu. Ternyata memang ada Regan di belakangnya. Perlahan Radit pun melihat ke arah Regan, ia menunduk malu dan bersiap mendapatkan hukuman darinya.
"Tubuh tinggi, badan besar tapi berani pada anak kecil. Apa kau tidak malu ?" Tanya Regan.
"I-iya Tuan, m-maaf maafkan saya. Saya pikir bocah eh maksudnya anak ini berbohong saat menyapa anda. Saya pikir anak ini sengaja pura-pura menyapa anda untuk menakuti saya," ucap Radit.
"Cepat, siapkan pakaian untuk anak dan menantuku, dan kau anak kecil bantu dia " perintah Regan.
"Siap Tuan, "jawab Rully. Setelah itu Regan pun kembali ke dalam rumah dan dengan menggerutu.
"Lele Dumbo, ikan sapu-sapu. Ada-ada saja mereka ini," gumamnya.
"Ayo cepat bantu aku menyiapkan pakaian untuk mereka," ajak Radit.
"Oke...." jawabnya dengan riang dan mengikuti Radit dari belakang. Tubuh kecil berjalan dengan setengah meloncat saat mengikuti Radit.
__ADS_1
*
*
*
Rania mulai terbangun, namun seluruh tubuhnya terasa sangat sakit. "Ya ampun jadi gini ya rasanya kalau udah aye-aye, badan aku kaya hancur gini," ucap Rania.
"Kau sudah bangun,?" Tanya Reby, ia terlihat segar karena sudah mandi berbeda dengan Rania yang masih berantakan namun malah terlihat cantik dan seksi di hadapan Reby.
"Rania mau ke kamar mandi, tapi ini sakit banget jadi takut, badan Rania juga pegel banget," Ucapnya sambil menunduk.
Tanpa aba-aba Reby langsung menggendong Rania dan membawanya ke kamar mandi. Reby pun kemudian langsung memasukkannya ke dalam air hangat yang sudah ia siapkan dari tadi.
"Ya ampun nyaman banget, badan Rania serasa di pijit," Ucapnya sambil menutup mata. Namun terasa ada tangan yang memijat bagian depan tubuhnya. Rania pun membuka matanya dan melihat Reby tengah tersenyum melihat ke arahnya sambil tersenyum.
"A Reby lagi ngapain, ?"
"Sedang membantu memijatmu, bukankah tubuhmu terasa pegal-pegal." ucap Reby sambil terus melakukan aktivitasnya.
"Issshh, itu mah bukan mijat atuh tapi megang ihhhh....!!!"
****
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentar ya 🤗🤗🤗