
Melihat putrinya yang terus bersedih akhirnya Hermawan memutuskan untuk menghiburnya dengan membawa Nila pergi keluar. Ia tidak ingin jika gadis yang ia kira adalah putrinya sendiri ini terus terlihat sedih karena merasa kesepian. Dan Nila pun sangat senang dengan ajakan sang papa untuk pergi keluar.
"Kita mau kemana, Pah?" tanya Nila yang terlihat girang saat masuk kedalam mobil.
"Kita makan malam di luar ya, kamu mau makan dimana?" tanya Hermawan dan tersenyum ke arah Nila. Sungguh ia pun merasa sangat bahagia melihat senyum di wajah Nila. Ternyata hanya membawa gadis ini keluar saja sudah membuatnya sangat bahagia. Dari sini ia menyadari jika selama ini Hermawan pun tidak pernah memberikan perhatian. Ia hanya terus menerus meminta Julia untuk memperhatikan Nila, sedangkan ia sendiri sibuk dengan pekerjaannya. Jika begini berarti tidak ada bedanya antara ia dan juga Julia yang egois pada anaknya.
"Terserah kamu mau kemana, Papa ikut saja. Malam ini khususkan waktu Papa untuk menemanimu,," ucap Hermawan. Semakin senang saja Nila mendengarnya.
"Baiklah, aku pernah lihat ada rekomendasi makanan yang di-posting di media sosial. Dan aku pengen banget kesana, boleh kan, Pah?" Nila agak merengek padanya hingga membuatnya tertawa. Anak gadisnya ini rupanya sedang minta diperhatikan pikirnya.
"Tentu saja sayang ,kita akan menuju kesana sekarang." Hermawan pun kemudian melajukan kendaraannya menuju tempat yang Nila inginkan.
Tak menunggu waktu lama, kini mereka sudah sampai di restoran itu. Tempatnya sangat nyaman persis seperti yang Nila lihat di media sosialnya.
"Tempatnya bagus ya Pah,"
"Iya, pinter juga kamu mencari tempat," kekeh Hermawan.
"Siapa dulu dong, Nila..." Mereka berdua pun tertawa karena sangat senang. Mereka dengan segera memesan makanan yang akan mereka makan malam ini.
__ADS_1
Pesanan pun sudah datang, ternyata pelayanannya pun sangat cepat dan setelah menyuapkan makanan itu kedalam mulutnya. Ternyata rasanya juga sangat luar biasa.
"Eemmm, ini enak banget." Senyum terus mengembang di wajah cantik Nila. Sepertinya gadis ini memang sangat senang pergi keluar. Dan Hermawan memutuskan untuk sering-sering mengajaknya jika ada waktu senggang.
"Setelah ini kita kemana?" tanya Hermawan.
"Papa masih mau ngajakin aku pergi?" tanya Nila dengan girang.
"Iya kita pergi kemana, mau nonton atau mau jalan-jalan atau belanja. Mumpung masih belum terlalu malem," ajak Hermawan.
"Kita belanja yuk, Pah!" ajak Nila dengan semangat.
"Ayo, kau mau membeli apa saja Papa belikan," ucap Hermawan yang juga senang melihat putrinya bahagia.
"Asiiikkkkk," ucapnya dengan sangat bahagia.
Mereka pun kini pergi ke pusat perbelanjaan yang tak jauh dari sana, di sana Nila dengan bahagia memilih barang-barang yang Nila inginkan. Nila juga memilihkan pakaian untuk Hermawan, dan Hermawan hanya menurut saja. Baginya yang terpenting adalah Nila bahagia. Ia ingin melihat gadis ini tersenyum, ia ingin menebus semua kesalahannya yang sudah menyia-nyiakan Nila, dan selalu sibuk dengan pekerjaannya.
"Papa, pasti ganteng banget pake baju ini," ucap Nila dengan senang.
__ADS_1
"Papa ini tampan, pasti akan terlihat tampan memakai apapun juga," Hermawan tertawa, namun Nila malah mencebikkan bibirnya.
"Papa Narsis," ucapnya, hingga Hermawan semakin tergelak. Ternyata menghabiskan waktu dengan putrinya bisa sebahagia ini. Kenapa tidak dari dulu ia melakukannya. Hingga tawanya terhenti saat ia melihat seseorang yang sangat ia kenal tengah berduaan dengan seseorang yang tidak Hermawan kenal.
"Julia," lirihnya pelan tetapi masih terdengar jelas oleh telinga Nila, jika papanya tengah menyebut nama Julia, mamahnya. Pandangan Nila pun langsung mengarah ke arah dimana pandangan papanya terpaku.
"Nila terkejut saat melihat mamahnya sedang berdua dengan pria yang waktu itu pernah memaksanya untuk bertemu dengannya. Apa hubungannya antara Julia dan pria itu pikir Nila dan juga Hermawan.
Melihat dari cara mereka berinteraksi sepertinya mereka terlihat sangat dekat, dari cara memandang pun keduanya sangat terlihat jika ada sesuatu diantara mereka.
Nila dan Hermawan terkejut saat pria itu terlihat mencium pipi Julia, bahkan di tengah-tengah keramaian pun mereka bersikap tidak tahu malu.
"Julia...!!!" Sentak Hermawan pada Julia yang kini berada tidak jauh darinya. Dan orang yang dipanggil kini tengah terkejut dan dengan wajah pucat melihat ke arah Hermawan dan juga Nila.
"Mas Her," lirihnya. Jika Julia terlihat panik lain halnya dengan Robert yang merasa senang mereka berdua ketahuan. Karena dengan begitu, niatnya untuk memiliki Julia akan segera tercapai.
"Mamah..."
Kita tuntaskan dulu ikan gurame sama ikan piranha ya, biar jelas kemana arah mereka, gak bosen-bosen Mimin ingetin buat dukung Novel Mimin ya 🤗 dengan like, komen dan juga gift serta vote 💃💃💃.
__ADS_1
Sambil nunggu Novel aku up mampir dulu yuk di karya baru temen aku, masih anget nihh 😘😘