GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA

GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA
Bab 67


__ADS_3

Namun baru saja beberapa langkah, ada satu tangan yang juga menarik tangan Rully. Namun karena penasaran, Rully pun melihat ke arah belakang.


"Om Nathan..."


Radit pun langsung berbalik, melihat Nathan yang sedang memegang tangan Rania. "Tuan Nathan, " panggilnya. Nathan pun melihat ke arah Radit dan melihat lagi ke arah Rully.


"Bocah ini biar aku saja yang obati, " ucapnya, Radit terlihat berpikir kenapa tiba-tiba ikan paus ini perhatian pada Rully.


"Tidak perlu, bocah kecil ini adalah tanggung jawabku Tuan. Tuan muda Reby dan juga Tuan Regan memintaku untuk menjaganya."


"Memangnya kau tidak ada pekerjaan yang lebih penting selain mengurusi bocah nakal ini,"


"Pekerjaanku sangat banyak, ditambah harus mengasuhnya, astaga kepalaku hampir pecah," jawab Radit.


"Kalau begitu kau pergi saja, serahkan dia padaku." Radit terlihat berpikir kembali, tapi ia tidak bisa meninggalkan Rully dalam keadaan terluka bersama pria asing pula. Bagaimana jika Nathan di apa-apa kan oleh Rully dan membuat masalah, pasti Radit juga yang lelah.


"Lagian siapa yang minta di asuh, Ully juga bisa berangkat sendiri naik taksi. A Radit nya aja yang maksa mesti nganter, dasar ikan lele nyebelin. Ully juga gak perlu di obatin !" Kesalnya.


"Woahh, ikan sapu-sapu marah... Dengarkan aku bocil, kau itu tanggung jawabku. Sepupumu yang galak itu menyuruhku untuk menjagamu jadi menurutlah. Jangan membuatku lelah hati dan badan, !"


"Kalau mau tanggung jawab itu jangan tanggung-tanggung, ini mah tanggung jawab tapi nanggung." Rully bicara dengan bersungut-sungut.


"Tanggung bagaimana maksudmu, aku bertanggung jawab penuh padamu. Sampai tubuh dan otakku terasa rontok. !"


"Halalin atuh jadi gak tanggung," ucapnya sambil terbahak. Sontak saja Radit dan Nathan terkejut.


"Hei...!!!" Sentak mereka berdua, hingga Rully terjingkat kaget.


"Astaghfirullah, " Rully mengelus dadanya karena terkejut.


"Bicaramu itu selalu asal saja, sudahlah kau pergi saja sana Bocah ini aku yang urus." Ucap Nathan dan tiba-tiba saja Nathan menggendong Rully dan membawanya masuk ke dalam mobilnya.


"A Radit tolongin Ully mau di culik ikan paus !!!" Rully melambaikan tangannya pada Radit.


"Berisik , jangan berteriak di dekat telingaku" ucap Nathan.

__ADS_1


"Maaf Rania, tapi ikan lele tidak bisa melawan ikan paus," ucapnya sambil terbahak dan melambaikan tangan.


"Hei ikan paus, tolong jaga sementara ikan sapu-sapu ya. Aku mau ke kantor dulu, pangeran ubur-ubur sudah meneleponku !"


"Pergi saja sana," ucap Nathan tanpa berbalik pada Radit, dan memasukan Rully ke dalam mobilnya dan dengan segera mengambil kotak obat yang selalu ia bawa kemana-mana.


"Kemarikan tanganmu," Nathan mengambil tangan kecil itu, namun Rully menepisnya karena tidak mau, hingga Nathan berdecak sebal melihatnya.


"Cepatlah, kau mau infeksi,"


"Gak mau nanti di gigit," jawab Rully asal.


"Sebenarnya kau itu terbuat dari apa, kenapa kau selalu membuatku marah," ucap Nathan kesal. Karena tidak mau menolak maksud baik dari Nathan akhirnya Rully pun menyodorkan tangannya pada Nathan.


"Ini tapi pelan-pelan ya, kalau bisa sambil di tiupin biar gak perih,"


"Manja, " Nathan pun membersihkan luka di tangan Rully dengan perlahan. Nathan pun sambil meniup tangan Rully, Rully tersenyum pada Nathan karena meskipun galak dan menyebalkan. Nathan mau melakukan apa yang Rully minta.


"Oh Om, ada keperluan apa ke kampus aku ,?" tanya Rully.


"Beneran ? Kok Mamah Om baik banget sih sama aku," ucapnya tersenyum senang. Nathan mengangkat wajahnya dan tanpa ia sadari kini wajah mereka sangat dekat. Nathan langsung memalingkan wajahnya karena ia merasa jantungnya tiba-tiba berdegup kencang saat melihat wajah Rully dari dekat.


Cantik dan lucu itulah yang ada dalam pikiran Nathan, wajahnya tidak memakai riasan, namun sangat cantik dan bibir mungil itu. Pasti rasanya sangat manis jika dicoba.


Astaga pikiran Nathan mendadak mesum, ini tidak bisa dibiarkan. Nathan anak baik, ia tidak boleh mesum pada anak orang.


"Sudah, ini sudah aku obati, " ucap Nathan.


"Makasih," ucapnya sambil menghela napas kasar dan menyenderkan kepalanya di kursi mobil Nathan.


"Kenapa ?" Tanya Nathan karena merasa aneh melihat ikan sapu-sapu ini tiba-tiba diam. Bukankah yang terluka itu tangan dan kakinya tapi kenapa otaknya yang terlihat terganggu, karena sangat aneh jika gadis nakal ini terdiam.


"Ully telat, pasti semuanya udah masuk." Ucapnya sedih.


"Mau aku antar ke dalam agar kau tidak dimarahi,?" tawarnya.

__ADS_1


"Boleh, ayo. Makanan dari Mamah sini jangan sampai ketinggalan. " ucapnya. Nathan sangat senang melihat reaksi Rully yang sangat senang dengan makanan yang Mamahnya buat.


Nathan pun kemudian mengantarkan Rully ke dalam kelasnya sambil menuntunya karena ia berjalan dengan tertatih.


*


*


*


Radit baru sampai di kantor, dan sudah terkena omelan Reby.


"Kau itu lama sekali, banyak sekali pekerjaan di kantor dan kau malah keluyuran !"


"Saya tidak keluyuran Tuan tapi tadi ada sedikit gangguan di kampus," jelas Radit kemudian ia duduk di meja kerjanya.


"Gangguan apa?"


"Ada gadis minim akhlak yang mendorong anak sapu-sapu, makanya aku membantunya dulu,"


"Lalu ?"


"Lalu aku memarahinya dengan elegan, " fitnahnya kepada diri sendiri.


"Menggelikan,"


"Tadi bocah itu terluka, namun karena buru-buru dan aku takut dimarahi olehmu Tuan, jadi aku menitipkannya pada ikan paus sekalian mengobati lukanya tadi," ucap Radit dengan santai.


"Apa !!! Kau menitipkan ikan sapu-sapu kecil itu pada ikan paus! Bagaimana kalau dia di telan !!!" Reby sangat kesal mendengarnya bagaimana bisa asistennya ini menitipkan sepupunya kepada seorang pria dewasa.


"Astaga, kenapa aku tidak berpikir sampai sana," gumam Radit.


****


Semoga kalian tetap suka dengan karya Mimin ya 🤗🥰

__ADS_1


__ADS_2