GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA

GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA
Bab 80


__ADS_3

Hari ini pekerjaan Radit menjadi lebih ringan karena mulai saat ini ia tidak perlu lagi mengantar Rania atau pun Rully kuliah. Karena kini mereka berdua diantar oleh masing-masing pasangannya. Kini tugasnya hanya pergi ke kantor saat, jadi ia tidak perlu memutar arah.


Dengan senang ia bersenandung di dalam mobilnya, karena ia merasa bahagia hari ini. Namun, saat di dalam mobilnya ia seperti melihat seorang gadis yang ia kenal. Semakin dekat semakin jelas gadis itu, yang ternyata adalah Nila musuhnya Rully dan Rania. Ia terlihat sedang adu mulut dengan seorang pria yang usianya lebih tua darinya, tetapi jika dilihat dari penampilannya pria itu terlihat seperti seorang pengusaha dan bukan orang biasa, karena memakai pakaian dengan setelan rapi.


Radit melihat jika Nila terlihat sedang ada masalah dengan pria itu, antara menolongnya atau tidak Radit merasa bingung. Ia tidak ingin terlibat dengan urusan orang lain tapi dilihat dari raut wajahnya, Nila terlihat seperti sedang ketakutan.


"Baiklah, karena aku adalah pria sejati dan pemberani aku akan menolong ikan Nila dari serangan biawak tua," gumamnya. Kemudian ia pun memberhentikan mobilnya di samping Nila dan pria itu.


Saat kaca mobil terbuka Nila terkejut melihat asistent yang selalu mengikuti Rully dan juga Rania.


"Hei ikan Nila, cepat masuk nanti kau terlambat kuliah !" Ucap Radit pada Nila.


"Biar aku saja yang mengantarkannya tidak usah repot-repot," jawab pria itu dengan nada kurang suka pada Radit. Fix dia ingin berbuat jahat, pikir Radit.


"Bocah pendek cepat naik ! teman-temanmu sedang menunggu! ! Dari tadi aku mencari mu dan ternyata kau malah ada di sini !" Bohong Radit. Mengerti dengan maksud Radit yang hendak menolongnya, tanpa pikir panjang Nila pun langsung naik ke mobil Radit.


"Nila tunggu !" ucapnya, tetapi Nila tidak menggubrisnya.


"Maaf Tuan, kami sedang buru-buru karena aku juga harus pergi ke kantor, selamat tinggal." ucap Radit, kemudian ia pun pergi meninggalkan pria itu. Saat Radit menjalankan mobilnya terlihat jika pria itu mengumpat dan menendang mobilnya.


"Lain kali jangan main dengan biawak tua, kau itu hanya ikan kecil di matanya, bisa-bisa kau langsung di telan tanpa dikunyah terlebih dahulu, kau mengerti!" ucap Radit.


"Bukan begitu kejadiannya, ini semua gara-gara mamahku," ucapnya dengan kesal.Radit pun melihat ke arah Nila, terlihat jelas gadis menyebalkan dan tidak sopan ini sedang bersedih.


"Maksudmu ?" tanya Radit penasaran, kenapa ia bilang karena mamahnya. Apa ditawarkan pada pria itu oleh mamahnya atau bagaimana, pikir Radit.


"Kau tidak akan mengerti, sudahlah,"


"Tidak mengerti karena tidak diceritakan, ya sudahlah aku juga tidak punya waktu untuk mendengarkan curahan hati ikan Nila," ucap Radit sambil tertawa. Nila hanya melihat sekilas Radit dan mencebikkan bibirnya.

__ADS_1


****


Rania dan Reby sudah sampai duluan di kampus dari tadi, tapi Reby belum mau melepaskan istrinya. Dengan sikap posesifnya ia malah menarik Rania ke atas pangkuannya . Tubuh kecil itu ia dekap seolah tidak ada yang boleh mendekatinya atau pun melihatnya.


"Kalau Rania terus dikelonin gini kapan Rania kuliahnya atuh," ucap Rania yang kini tengah bersandar di dada bidang suaminya.


"Tunggu ikan paus dan ikan sapu-sapu muncul," jawab Reby.


"Tapi lepasin Rania atuh, Rania teh bukan bayi yang mesti dipangku,"


"Berikan aku ciuman dulu baru aku akan melepaskanmu," ucap Reby.


Cup


Rania mencium sekilas bibir Reby, tapi Reby malah memberenggut kesal melihat istrinya. Kemudian ia pun langsung mencium Rania dengan sangat dalam dan lembut, karena tidak puas jika istrinya hanya memberi kecupan saja bukan ciuman.


Setelah puas menciumi Rania habis-habisan, ia pun kemudian melepaskannya. "Sudah sering berciuman tapi kau selalu menciumku dengan singkat," protes Reby.


"Astaga, bebek ini masih saja bodoh," ucap Reby.


***


Nathan dan Rully pun baru sampai ke kampus, ada yang aneh dengan ikan kecil ini pikir Nathan. Karena sejak dijemput, Rully tidak mau melepaskan maskernya, membuat Nathan menjadi penasaran dan kemudian ia pun bertanya.


"Rully, kenapa sejak tadi kau memakai masker ?"tanya Nathan.


"Ully lagi flu," jawabnya dengan bohong, karena yang sebenarnya adalah ia takut jika Nathan menciumnya lagi. Semalam saja ia hampir tidak bisa tidur karena terus membayangkan ciuman dengan Nathan.


"Kau jangan berbohong, Rully. Kemarin kau baik-baik saja, kenapa sekarang mendadak flu." Nathan tidak percaya dengan ucapan gadis kecil ini, Nathan pun tersenyum smirk sepertinya ia tahu kenapa gadis ini terus memakai masker, pikir Nathan.

__ADS_1


"Cepat buka maskernya," ucap Nathan.


"Gak mau, nanti Kak Nathan bisa tertular oleh flu " tolak Rully.


"Lalu bagaimana caranya kau akan menciumku jika kau menutup bibirmu seperti itu," goda Nathan.


"I-tu, itu sepertinya tidak usah cium dulu berarti," ucap Rully tertawa sumbang.


"Tidak bisa, pokoknya kau buka maskernya. Kau hanya punya dua pilihan yaitu kau menciumku atau aku yang mencium mu," ucap Nathan.


"Itu mah sama aja atuh Bambang, gimana sihh," protes Rully.


"Cepatlah ikan manis, buka maskernya," semalam setelah ia mencium bibir manis itu, ia merasa sangat ketagihan dan menginginkan untuk menciumnya lagi. Dan pagi ini Nathan tidak ingin kehilangan kesempatan untuk mencium Rully.


Ia rela bangun pagi-pagi dan bersiap menjemput pacarnya demi ingin mencicipi bibir manis itu lagi.


"Gak mau !" jawab Rully. Terlihat Nathan menghela napas kasar, ia tidak mau gagal mencium ikannya yang lucu ini.


"Astaga, ada apa disana," ucap Nathan, Rully pun langsung berbalik dan melihat ke arah pandangan Nathan. Ia tidak tahu jika Nathan sebenarnya sedang berbohong. Dengan cepat Nathan menarik Rully yang lengah dan membuka maskernya. Dengan cepat Nathan pun langsung menyambar bibir kecil yang semalaman sudah membuatnya gelisah karena terus mengingatnya.


'Dasar ikan paus tukang bohong,' batin Rully, karena kini ikan paus ini tengah mencicipi habis bibirnya.


'Kena kau," gumam Nathan dalam hati dan tersenyum senang karena berhasil mencium Rully.


***


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like dan komentar nya ya 🤗, maafkan telat up karena Miminnya lagi gak enak badan 🤕🤧🤒


Visual Rania

__ADS_1



__ADS_2