
"Apa kau bilang kaki jerapah, dasar bocah pendek sudah salah malah menyalahkan orang lain." Nathan sangat kesal dirinya yang tampan malah di sama kan dengan jerapah. Oh tidak Nathan tidak rela.
"Dasar jerapah tua, kamu mesti ganti hp aku pokoknya,!"
"Apa kau bilang jerapah tua...?"
"Iya pokoknya kamu mesti ganti hp aku, "
"Tidak mau, " jawab Nathan.
"Jadi laki-laki teh kamu mah gak mau bertanggung jawab,!" Kesal Rully hingga orang-orang kini mulai menatap mereka. Tepatnya menatap Nathan, karena mungkin saja mereka salah paham dengan apa yang mereka dengar tentang tanggung jawab.
"Maksudmu apa bocah kecil,tanggung jawab tentang apa,?" Tanya Nathan yang mulai tidak nyaman dengan pandangan orang-orang di sana yang menatapnya dengan pandangan yang begitu lah.
"Kamu itu udah bikin rusak sesuatu yang penting dalam hidup aku," ucapnya mulai terisak.
Oh astaga lihatlah orang - orang disana yang mulai salah paham pada Nathan, tatapan sinis mulai nia dapatkan dari orang - orang disana. Pikiran mereka tertuju kepada seorang pria yang telah merusak sesuatu yang penting dalam hidup gadis kecil ini. Sungguh jahat ternyata pria ini.
"Hei Mas, jangan lari dari tanggung jawab dong, kasian tuh cewek nya mana masih kecil lagi," ucap seorang ibu-ibu yang sedang ada disana.
"Udah dewasa masih aja main-main sama anak remaja, sugar Daddy ya..." Ejek salah satu perempuan yang sedang menggendong anaknya.
"Astaga, apa yang mereka bicarakan. Apa mereka tidak menyimak dari awal. Apa yang terjadi pada bocah kecil ini," gumam Nathan.
"Om..." panggil Rully.
"Apa !!! Om ?" Semakin runtuh saja image Nathan karena di panggil Om oleh Rully.
"Iya Om, pokoknya Om mesti tanggung jawab," kekeuh Rully.
"Ya Tuhan, mimpi apa aku semalam hingga aku harus bertemu dengan bocah ini, "
"Om ...!!!" Panggil Rully semakin kencang membuat tatapan orang-orang semakin geram.
__ADS_1
"Oke aku tanggung jawab, tapi nanti aku pesan makanan dulu untuk Mamahku. Kau lihat itu, perempuan cantik yang disana adalah Mamahku, dia sedang menungguku. Jadi biarkan aku memesan dulu makanan untuk Mamahku, Oke, ?" Pinta Nathan.
"Mana jamiannya, ?" Rully menengadahkan tangan pada Nathan.
"Jaminan,?" Tanya Nathan merasa tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh gadis kecil ini. Dengan menahan kesal Nathan memberikan kartu nama nya.
"Ini, lihatlah itu kartu namaku. Kau bisa datang ke kantorku besok. Aku akan menggantinya, untuk sekarang aku sedang tidak ada waktu," ucap Nathan. Rully pun mengambil kartu nama yang diberikan oleh Nathan. Ia pun melihatnya dan kemudian tersenyum ke arah Nathan.
"Oke, besok aku datang. Awas kalau Om gak ada," ucap nya.
"Aku bekerja disana, kau tinggal tanyakan pada resepsionis nanti," ucap Nathan, Rully pun mengangguk mengerti.
"Dasar bocah kecil, jika tidak ada orang aku sudah menelanmu bulat-bulat," ucap Nathan.
*
*
*
"Ngantrinya panjang Neng, " jawab Rully.
"Ya udah cepetan Rania udah laper dari tadi nungguin kamu, " Rully pun langsung memberikan makanan pada Rania dan kemudian mereka pun memakannya karena memang sudah sangat lapar.
"Kok muka kamu cemberut gitu,?" Tanya Nisya pada putranya
"Tidak apa-apa Mah, tadi hanya ada sedikit gangguan saja," jawab Nathan.
"Ya udah mukanya jangan di tekuk gitu, ganteng nya jadi ilang," Nathan pun tersenyum ke arah mamahnya.
*
*
__ADS_1
*
Keesokan harinya, Rully pergi ke kantor Nathan dengan menggunakan taksi online yang dipesannya. Ia mengatakan pada Rania jika ia ada keperluan mendadak dan Rania tidak usah ikut, karena takut Reby tidak mengijinkannya.
Rully tidak mau mengambil resiko dengan mengajak Rania pergi, bisa-bisa ia akan dijadikan ikan guling oleh Reby.
sesampainya di perusahaan Nathan Rully berdecak dengan kagum melihat gedung yang sangat tinggi menjulang dihadapannya.
"Kayanya gajinya Om jerapah gede, kalau kerja di perusahaan gede kaya gini," gumam Rully.
Kemudian ia pun melangkahkan kakinya masuk kedalam perusahaan itu, ia pun kemudian masuk dan bertanya pada resepsionis yang ada disana.
"Ada yang bisa kami bantu,?" Tanya resepsionis itu.
"Emmm..., Ully mau ketemu sama orang ini. Katanya dia kerja disini," ucap Rully sambil memberikan kartu nama yang di berikan oleh Nathan.
"Kau ingin bertemu dengan Tuan Nathan,?" Tanya resepsionis itu dengan tatapan menyelidik.
"Iya, Ully di suruh kesini kemarin," jawab Rully.
"Jadi kau sudah buat janji,?" Tanyanya lagi, pasalnya Nathan orang yang tidak suka di ganggu jadi resepsionis itu ingin memastikan dulu pada gadis ini apa benar ia sudah mempunyai janji dengan Nathan.
"Udahlah, kami itu udah janjian dari kemarin tahu..." ucap Rully yang mulai kesal pada resepsionis ini.
"Kau tidak bohong kan,?" Tanyanya lagi.
"Ya ampun, susah banget mau ketemu sama pacar sendiri," ucap Rully berbohong agar ia tidak di persulit lagi.
"A-pa, jadi kamu pacarnya Tuan Nathan ?"
"Iya,..."
***
__ADS_1
Yang belum kasih vote di tunggu ya 💃💃💃