
"Ya ampun, susah banget mau ketemu sama pacar sendiri," ucap Rully berbohong agar ia tidak di persulit lagi.
"A-pa, jadi kamu pacarnya Tuan Nathan ?"
"Iya,..." Resepsionis itu terlihat agak gugup, dan ia pun langsung menghubungi Nathan di ruangannya.
"Baik Pak, " jawab Resepsionis itu.
"Mari Nona ikut saya," ucap Resepsionis itu.
Di ruangannya Nathan tengah berpikir siapa sebenarnya orang yang mengaku menjadi kekasih Nathan, karena ia merasa tidak punya kekasih. Namun ia mengijinkannya masuk karena ia penasaran siapa orang yang sudah berani mengakui dirinya sebagai kekasih.
Tak berselang lama, resepsionis itu sampai dengan di ruangan Nathan. "Nona ini ruangan Pak Nathan, silahkan anda masuk. Saya permisi dulu," ucapnya dengan sopan.
"Iya makasih ya, " ucap Rully tersenyum padanya. Ia pun kemudian melihat ke arah pintu dan mengetuk pintu itu.
Tok
Tok
Tok
"Masuk,!" Terdengar suara orang menyahutnya dari dalam, Rully pun kemudian membuka pintu itu dan masuk ke dalam ruangannya Nathan. Nathan yang sedang melihat ke arah laptopnya pun mengangkat kepalanya, ia terkejut saat melihat gadis kecil menyebalkan yang ia temui kemarin, kini tengah berada di hadapannya.
"Astaga ada tuyul, sedang apa kau disini,?" Tanya Nathan.
"Isshh, jangan pura-pura anemia ya untuk menghindari tanggung jawab, baru aja ketemu kemarin udah lupa," jawab Rully.
"Amnesia bukan anemia, astaga kau sangat menyebalkan... Mau apa kau kemari, ?" Tanya Nathan.
"Ully kesini mau minta pertanggung jawaban, " jawabnya kemudian ia duduk di depan kursi Nathan tanpa di persilahkan.
"Siapa yang menyuruhmu duduk,?" Nathan mengangkat alisnya, melihat kelakuan gadis kecil yang tidak ada sungkan-sungkannya ini.
__ADS_1
"Ully pegel iih, dasar pelit pantesan kaya," jawabnya.
"Dasar bocah nakal, sembarangan saja kalau bicara. Aku ini kaya karena aku pekerja keras tahu, !"
"Ayah sama ibu juga pekerja keras, tiap hari ke kebun pergi pagi pulang siang. Kadang pergi lagi sore baru pulang tapi gak kaya - kaya, " ucap nya sambil tertawa terpingkal-pingkal dan memegang perutnya.
"Astaga, dari mana makhluk ini berasal," gumam Nathan.
"Udah ah, cepet tanggung jawabnya."
"Tanggung jawab apa,?" Tanya Nathan.
"Astaghfirullah, masih aja tanya. Hp Ully yang keinjek kaki jerapah. Ayo ganti, " ucapnya.
"Astaga, mana nomor rekeningmu aku akan mentransfernya." ucap Nathan.
"Gak punya nomor rekening," jawab Rully.
"Kalau begitu aku akan memberimu cek saja,"
"Aku tidak ada uang cash, " jawab Nathan karena ia memang jarang menggunakan uang cash.
"Jangan banyak alesan, hutang itu mesti dibayar jangan banyak alesan supaya bisa move on ya,!" Rully mulai mengeluarkan taringnya.
"Astaga, tubuhmu kecil tapi kelakuanmu itu seperti debt kolektor. Apa itu pekerjaanmu,?" Tanya Nathan asal.
"Ully mah kuliah, ihh. Cepetan bayar pokoknya....!!!"
"Berisik atau aku cekik kau, !"
"Nathan...." Tiba-tiba Nisya Mamahnya Nathan sudah ada di sana, tepatnya di ruangan Nathan. Ia tersenyum ke arah Nathan dan juga ke arah Rully.
"Mamah, " panggil Nathan dam langsung menghampiri Mamahnya dan memeluk serta menciumnya.
__ADS_1
"Aihh, udah tua juga masih di cium Mamah," gumam Rully.
"Siapa dia,?" Tanya Nisya.
"Dia..."
"Perkenalkan nama saya Rully Nyonya," ucapnya sambil tersenyum.
"Tadi Mamah di beri tahu resepsionis katanya kamu sedang bersama dengan pacarmu, jadi dia pacarmu. Sangat manis Mamah suka," bisiknya pada Nathan.
"Apa..."
"Mamah senang akhirnya kamu bisa membuka hati lagi Nathan, lagi pula gadis ini sangat cantik dan juga manis. Mamah setuju." Ucap Nisya, kemudian ia menghampiri Rully dan menuntunnya ke sofa karena ingin mengajak Rully bicara.
"Astaga, Mamah salah paham" gumam Nathan.
"Rully, kamu pacarnya Nathan,?" Tanya Nisya, ia pun terkejut dan melihat ke arah Nathan.
"Bukan Nyonya, " jawab Rully jujur.
"Astaga, kenapa kalian ini kompak sekali menutupi hubungan kalian sih, kalian takut Mamah gak setuju,?" Tanya Nisya.
"Gadis cerewet dan menyebalkan ini memang bukan pacarku, Mah," jelas Nathan dan Rully pun menganggukan kepalanya.
"Kamu ini gak boleh bilang gitu Nathan, Mamah setuju kok kalau kamu pacaran sama Rully,"
"Tapi aku yang tidak mau Mah," jawab Nathan.
"Ully juga gak mau punya pacar Om - Om, " jawab Rully.
"Aawwww, " Nathan menjewer telinga Rully, Nathan sangat gemas sekali pada gadis ini kenapa ia suka sekali memanggilnya Om dari kemarin. Ia masih muda dan sangat tampan.kenapa gadis ini malah memanggilnya Om
"Fix, kalian memang pasangan yang cocok ," ucap Nisya tersenyum senang.
__ADS_1
***
Aihh Mamah Nisya ini gimana, orang gak akur di bilang cocok 😌😌