
"Hei, ikan paus mau kau bawa kemana ikan sapu-sapu itu...!!!"
"A Radit, " panggil Rully pelan
"Kau mengenal asistent menyebalkan itu,?" Tanya Nathan.
"Tahu lah, A Radit lagi apa disini,?" Tanya Rully, Radit berdecak sebal pada gadis ini. Di saat semua orang tengah mengkhawatirkannya, ia malah asik dengan seorang pria. Tanpa banyak bicara Radit langsung menarik tangan Rully dan menyembunyikannya di belakang punggung lebarnya.
"Lain kali jangan sembarangan anak orang !" Kesal Radit dan menatap kesal padanya.
"Apa..., hei lele Dumbo tuyul ini yang datang ke kantorku,dan mengajakku pergi, " ucap Nathan yang tidak suka dengan tuduhan Radit, yang seolah dia mengajak anak orang tanpa permisi. Padahal yang sebenarnya gadis kecil ini memaksanya untuk mengganti ponselnya yang rusak, ya walaupun berujung dengan Nathan mengerjainya karena kesal padanya.
"Jangan banyak alasan kau, sekalinya ikan paus kau tetap ikan paus yang ganas. Dan kau Rully harusnya kau sadar diri, kau itu ikan sapu-sapu yang kecil jangan pernah bermain dengan ikan paus atau kau akan di telan olehnya. " ucap Radit pada Rully.
"Iya maafin Ully A, " ucapnya menyesal dan merasa bersalah karena sudah pergi tanpa pamit, hingga membuat semua orang khawatir.
"Siapa yang kau sebut, ikan paus. Dia terlalu kecil untuk aku telan, astaga... tidak Bos nya tidak anak buahnya sama-sama menyebalkan," kesal Nathan.
"Terima kasih untuk pujiannya," ucap Radit.
"Apa,?" ucap Nathan tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Ya sudah ayo kita pulang, ajak Radit " Rully pun mengangguk dan, Radit pun menuntun Rully dan membawa masuk Rully ke dalam mobilnya.
__ADS_1
Ada rasa tidak rela saat Radit membawa Rully pergi, namun Nathan pun tidak mungkin mencegahnya kan. Memangnya siapa dia, lagipula Nathan kan juga baru mengenal Rully pikirnya.
*
*
*
"A Radit, " panggil Rully.
"Kenapa,?"
"Jangan bilang Rully abis pergi sama Om Nathan, ya " ucap Rully karena ia merasa malu dengan keluarga Regan. Dan takut menyangka jika Rully berbuat nakal di luar. Terlihat Radit hanye menghela napas kasar.
"Iya A, Ully janji," ucapnya, setelah itu Radit pun mengantarkan Rully pulang dan berdalih Rully memang lupa jalan pulang dan ponselnya mati hingga ia tidak bisa pulang. Dan untung saja mereka semua percaya dan juga tidak mempermasalahkannya. Yang terpenting bagi mereka adalah Rully pulang dengan selamat dan tidak kurang sesuatu apapun, mereka sudah sangat bahagia.
*
*
Radit pun juga tengah sampai di rumah, ia pun membawa belanjaan yang tadi ia beli saat pergi bersama Rully. Dan ada satu belanjaan Rully, yang tertinggal di sana, yaitu sebuah boneka beruang lucu dan cantik. Tadi ia membelinya, karena menurutnya itu sangat lucu.
Rully melupakannya karena tadi ada Radit yang tiba-tiba ada disana. Nathan melangkahkan kakinya, ia merasa aneh, kenapa tadi ia tiba-tiba hilang semangat. Padahal tadi saat belanja dengan Rully ia merasa sangat bersemangat karena bahagia sudah mengerjai gadis kecil itu sampai kesal.
__ADS_1
Nathan pun tersenyum sambil melihat boneka itu, Nisya yang melihatnya dari jauh pun tersenyum.
"Kenapa terus bonekanya yang dilihat, kenapa tidak bawa orangnya saja," ucap Nisya
.
"Orangnya sudah milik orang lain Mah, jangan berharap apa-apa," ucap Nathan, setelah melihat Radit bersama Rully. Nathan berpikir jika Radit adalah kekasih Rully.
"Kenapa aku tidak suka ya, asistent itu membawa ikan kecil itu," gumam Radit.
"Memangnya sudah tahu jelas, kalau dia ada pemiliknya,?" Tanya Nisya yang duduk di samping Nathan seolah meminta penjelasan.
"Mungkin," jawab Nathan asal
"Ya ampun ternyata belum pasti,.. Oh ya besok ajak dia makan siang, Mamah mau ketemu sama dia. Rully anak yang lucu, mamah suka melihatnya," ucapnya.
"Aku tidak bisa janji Mah, "jawab Nathan karena ia ragu jika Rully akan mau menerima ajakannya.
"Kamu ini, pantas saja sering kehilangan cinta. Gerakan kamu itu lambat," ucap Nisya kesal dan pergi meninggalkan Nathan sendirian di depan.
"Apa, astaga Mah... !!!"
***
__ADS_1
Dukungannya jangan lupa ya 💃💃😚😚