
Hermawan langsung menghampiri Julia dan juga Robert, diikuti Nila dibelakangnya. Berbagai macam pikiran buruk kini tengah menghampiri pikiran mereka, kecuali Robert yang memang sangat menginginkan perpisahan antara Julia dan Hermawan. Pria yang tidak berguna di mata Robert. Karena selama ini ia tidak bisa membahagiakan wanita yang sangat ia cintai itu.
"Apa yang kau lakukan disini bersama dengan pria itu!" hardik Hermawan, ia ingin sekali memaki kedua orang itu. Namun, ia masih bisa menahannya mengingat jika kini ia sedang berada di tempat umum.
"Aku..." Julia terlihat serba salah ia menatap wajah Hermawan yang tengah murka dan juga melihat Nila dengan tatapan sedihnya.
"Kami sedang menghabiskan waktu bersama, seperti yang kau lihat," jawab Robert dengan santai.
"Robert!" sentak Julia, tetapi pria itu hanya mengangkat bahunya acuh.
"Jadi, selama ini inilah yang kau lakukan? Kau bahkan sudah tidak mau memperdulikan anak dan suamimu demi pria ini! Astaga Julia aku benar-benar tidak menyangka! Hermawan mulai tidak bisa mengontrol emosinya. Ia sangat tidak suka dengan tatapan Robert yang terlihat sangat meremehkannya.
Orang-orang mulai menatap mereka, Julia merasa tidak nyaman. Ia tidak ingin kejadian ini menjadi viral dan membuatnya jadi bulan-bulanan orang lain. Jadi lebih baik ia membawa Hermawan pulang dan membicarakan masalah ini di rumah.
"Mas Her, lebih baik kita pulang saja. Kita bicarakan ini di rumah. Lihatlah orang- orang mulai menatap kita," ucap Julia, menyadari yang dikatakan oleh Julia ada benarnya kini mereka pun setuju untuk pulang dan membicarakan hal ini di rumah.
"Baiklah, kau ikut denganku untuk pulang ke rumah! Dan kau, kau hanya orang luar, sebaiknya kau jangan ikut campur! Tunjuk Hermawan pada Robert, Julia menganggukan kepalanya pada Robert. Dia berharap untuk kali ini Robert mendengarkannya. Agar ia tidak ikut ke rumah dan menambah kekacauan yang ada. Biar Julia saja yang menyelesaikan masalah ini, pikirnya. Dan dengan terpaksa Robert menurutinya.
Mereka bertiga pun kini meninggalkan Robert dan pergi untuk pulang ke rumah dan membicarakan hal ini.
*
*
*
Kini Hermawan, Julia dan juga Nila tengah berada di ruang keluarga. Terlihat Hermawan tengah mengepalkan tangannya dengan kuat. Ia ingin sekali memberi Julia pelajaran. Namun, ia masih mencoba untuk mengontrol emosinya demi Nila.
__ADS_1
"Jadi... Apa yang ingin kau jelaskan pada kami, Julia?" tanya Hermawan dengan penuh penekanan.
"Aku..."
"Siapa pria itu?" tanya Hermawan.
"Dia... dia adalah Robert teman masa kuliah ku dulu," jawab Julia dengan memberanikan diri menatap Ke arah Hermawan. Namun, Hermawan memandangnya dengan tatapan jijik. Bagaimana nanti jika ia mengetahui semua rahasia Julia, akankah ia masih bisa bersikap baik pada Nila atau tidak.
"Apa hubungannya pria itu denganmu?"
"Kami tidak ada hubungan apa-apa," jawabnya. Ya, Julia juga sebenarnya merasa bingung. Karena statusnya dengan Robert sangatlah tidak jelas. Tidak ada kata-kata jika mereka merajut kasih. Tetapi, yang jelas mereka berdua melakukan perbuatan layaknya pasangan halal beberapa hari terakhir ini. Julia kembali menyerahkan dirinya kepada Robert.
"Jangan berbohong! Tidak mungkin kalian tidak memiliki hubungan, bahkan kalian terlihat sangat dekat.Jawablah dengan jujur dihadapan anak dan suamimu ini, Julia!!! Katakan yang sebenarnya pada kami, agar kami bisa lebih ikhlas untuk melepas mu.
"Mas Her!"
Baru saja ia merasakan kebahagian bersama papa nya, kini kebahagiaan itu lenyap begitu saja, karena melihat perbuatan mamahnya yang menjijikan.
"Jangan pernah panggil namaku lagi Julia! Aku sudah muak dengan semuanya! Tadinya aku berpikir jika hubungan kita masih bisa diperbaiki. Demi Nila, aku ingin kita menjadi keluarga yang utuh. Namun, melihatmu bersikap seperti ini sungguh aku tidak bisa mempertahankan rumah tangga kita!
Deg...
"Apa maksudmu Mas Her?" tanya Julia dengan lemas.
"Aku ingin kita bercerai saat ini juga! Pergilah dari rumahku sekarang juga dan pernah kau kembali lagi!!!" sentak Hermawan.
"Tidak! Aku tidak mau bercerai denganmu!"
__ADS_1
"Maafkan aku, tapi aku sudah tidak bisa mempertahankanmu lagi! perpisahan adalah jalan terbaik untuk kita," ucap Hermawan dengan napas terasa berat dan juga kini ia tengah memegang dadanya.
"Kau bahkan tidak mau mendengarkan penjelasanku! Dan kau malah langsung hendak menceraikan ku ! Luar biasa kau Hermawan, kau adalah laki-laki egois dan tidak berguna!!!"
"Mah...!!!" Sentak Nila, ia tidak terima pria yang ia ketahui adalah papanya ini di salahkan oleh mamahnya yang tak pernah perduli padanya.
"Diam kau Nila! Kau tidak usah membela pria egois ini! Sentak Julia kembali, sedangkan Hermawan ia terpaku melihat ke arah Julia. Ia benar-benar tidak percaya jika Julia mampu mengeluarkannya kata-kata seperti itu padanya. Dadanya terasa semakin sesak saat ini, hingga ia tidak bisa mengatakan apa-apa.
"Aku tidak akan diam saja melihat Mamah yang berlaku kasar pada Papa, Mamah yang salah tapi kenapa Mamah malah berbalik menyalahkan Papa! Mamah memang jahat!"
"Apa? Aku jahat! Kau anak tidak berguna, selama ini hidupku menderita karena mu! Apa kau tahu itu!" Sentak Julia.
"Mah!"
"Selama ini aku tidak pernah mengharapkan kehadiranmu! Kau hanya pembawa sial! Karena kau aku terpaksa menikah dengannya! "
"Apa!" Nila tidak percaya ibu kandungnya sendiri mengatakan hal sekejam ini padanya. Dada Hermawan semakin terasa sakit , ia hanya mampu terdiam dan meremasnya sambil menutup mata.
"Dan asal kau tahu, pria yang kau bela itu, dia bukan Papa kandungmu! Kau bukan putrinya Nila!!!"
Brughh...
Hermawan terjatuh tidak sadarkan diri, ia sudah tidak bisa menahan rasa sakit di dadanya akibat semua ucapan yang diucapkan oleh Julia.
"Papa...!!!"
****
__ADS_1
Like dan komentarnya ditunggu ya 🤗