
"Aku pikir hiu dan paus sama saja, " ucap Bagas.
"Iya, mereka memang sama. Sama - sama ikan laut," sambung Regan. sambil menahan tawanya.
'Astaga Kenapa aku harus bertemu dengan orang-orang seperti ini,' gumam Nathan dalam hati.
"Om, Ully mau berangkat ya sama Kak Nathan," ucap Rully minya ijin pada Regan. Seketika tatapan Regan langsung mengarah ke arah Nathan dan melihatnya dengan tatapan selidik.
"Pergi kemana?" tanya Regan.
"ke rumahku Om," jawab Nathan.
"Kenapa pacarannya harus di rumahmu? Kenapa tidak disini saja, disini juga luas," sambung Bagas.
'Mana bisa aku menciumnya jika pacaran disini,' batin Nathan.
"Kan aku mau ketemu Mamah Nisya," ucapnya.
'Anak pintar,' Nathan tersenyum.
"Woaahhh, kalian sudah akrab sekali rupanya, kenapa tidak menikah saja," ucap Bagas. Dan tatapan Regan pun langsung mengarah pada Nathan.
"Hei anak hiu, sepertinya hubunganmu dengan ikan sapu-sapu itu sangat serius. Kenapa kau tidak menikah saja dengannya,", ucap Regan. Mendengar kata menikah pikiran Nathan langsung berkelana, menuju surga dunia.
Nathan kini jadi membayangkan bagaimana indahnya mendaki gunung dan melewati samudra, eh tunggu dulu bukan melewati samudra melainkan menyelaminya. Pasti sangat nikmat jika King Cobra miliknya berkelana di lembah sempit milik Rully.
Oh tidak, pikiran Nathan semakin kacau. Ini tidak boleh dibiarkan. Ia harus segera mengatakan semua ini pada mamahnya, mudah-mudahan mamahnya setuju jika ia menikahi ikan sapu-sapu itu dan ia bisa segera menyelam. Astaga...otak ikan paus ini sangat kotor rupanya.
"Hei Baby shrake, " panggil Regan, namun Nathan malah diam saja karena pikirannya sedang kesana kemari dan berkelana membayangkan naik gunung dan minum susu.
"Kenapa bocah laut ini malah diam saja," ucap Regan dan kini tatapannya mengarah pada Bagas.
__ADS_1
"Anak hiu ini pasti sedang membayangkan hal yang tidak-tidak," ucap Bagas.
"Maksudmu ?" tanya Regan.
"Astaga Pak, sepertinya anda lupa bagaimana reaksi anda dulu saat akan menikah dengan Nyonya Bira." Bagas menjawab pertanyaan Regan sambil geleng-geleng kepala. Namun Regan malah jadi kesal pada Bagas, karena ia sudah lupa dengan kejadian puluhan tahun lalu itu.
"Cepat katakan, aku lupa !"
"Itu loh Pak, tentang Ninja Hatori yang mendaki gunung dan melewati lembah dan menuju samudra masa anda tidak tahu." ucap Bagas. Seketika pikiran Regan pun langsung berpikir ke arah sana, dan dia Langsung melempar Nathan dengan bantal sofa ke arahnya.
"Baby Shrake, bersihkan otakmu itu astaga !" ucap Regan.
*
*
*
"Aku ada urusan penting, kau tahu kan kalau aku ini wanita yang sangat sibuk," jawab Julia sambil melempar tas nya dan duduk di sofa yang ada di kamarnya.
"Sibuk dengan apa, Kau hanya sibuk dengan dunia sendiri. Apa kau tidak bisa memperhatikan Nila, dia putrimu Julia. Berikanlah waktu sedikit untuknya. Temani dia, jangan biarkan dia kesepian," ucap Hermawan mulai menasihati istrinya.
"Oh ayolah dia sudah besar, dia bukan bayi yang harus selalu aku jaga !"
"Julia, !"
"Jika kau mengajakku bicara hanya untuk membahas Nila. Lebih baik aku pergi lagi. Memuakan !" ucapnya Sambil berjingkat dan pergi meninggalkannya Hermawan.
"Astaga Julia, kau memang sangat sulit diajak bicara," gumam Hermawan sambil menatap nanar kepergian istrinya.
*
__ADS_1
*
*
"Kak kenapa kita mesti buru-buru ke rumah kak Nathan, bukannya Mamah masih di salon ya ?" tanya Rully.
"Justru kita harus buru-buru, sebelum Mamah sampai kita harus sampai di rumah duluan," ucap Nathan.
"Emangnya kenapa ?" tanya Rully penasaran.
"Sudahlah kau diam saja, jangan cerewet, " jawab Nathan.
'Jika Mamah sudah pulang, kesempatan ku berdua dengan Rully akan sangat sulit. Karena Mamah pasti menempel pada Rully. Dan aku, sudah pasti tidak punya kesempatan untuk menciumnya nanti,' gumam Nathan dalam hati.
"Oh ya Kak, emang Kak Nathan mau nikah sama Ully gitu ?" tanya Rully.
"Kenapa tidak ?" jawab Nathan, bocah ini malah membicarakan pernikahan, sudah pasti Nathan akan berkelana lagi mengajak king cobra nya jalan-jalan ke surga dunia.
"Ahhh Ully terharu, nanti Ully telepon ayah ah mau ngasih tahu kalau doanya selama ini di kabulkan, punya calon mantu orang kota, kaya dan juga ganteng ," jawabnya jujur.
"Jadi menurutmu, aku ini tampan ?" tanya Nathan malu-malu kambing.
"Ganteng banget malah kaya artis," jawab Rully jujur. Seketika hati Nathan pun menjadi berbunga-bunga saat Rully mengatakan jika ia tampan.
"Astaga, hanya di puji olehnya saja membuat jantungku senam naik turun bagaimana nanti jika aku menikah dengannya. Bisa-bisa ginjal ku pun ikut menari,"
***
Selamat sore maafkan terlambat up, di karena kan urusan di dunia nyata juga banyak ya 🤗.
Sambil nunggu novel ini up lagi, mampir yuk di novel temen aku 🤗
__ADS_1