
Reby dan juga Regan merasa terkejut dan juga marah saat mendengar ada yang menyerang Rully. Tadinya mereka ingin melihat keadaan Rully walaupun di dalam panggilan video. Namun Rully saat ini sedang tidur dan juga istirahat. Dan Rania maupun Bira tidak ingin mengganggu Rully yang sedang istirahat. Jadi mereka memutuskan untuk melihat Rully nanti saja saat mereka sudah di rumah.
Setelah selesai melaporkan apa yang terjadi pada Regan dan juga Reby, Rania dan Bira pun mengakhiri panggilannya.
"Radit, apa kau tahu siapa yang sudah mengganggu Rully?" tanya Reby, karena seingat Reby tadi pagi Radit menceritakan tentang seseorang yang sudah mendorong Rully hingga terjatuh dan juga terluka.
"Saya tidak tahu Tuan, namun gadis itu satu ukuran dengan ikan sapu-sapu. Emmm, maksud saya satu ukuran dengan Rully Tuan." Jelas Radit.
"Kabarnya tadi siang Rully di serang lagi sampai babak belur, tolong selidiki siapa bocah yang berani macam-macam itu. Dan jika sampai ia berani mengganggu Rania besok. Maka akan aku patahkan jari-jarinya !" Ucap Reby dengan geram.
"Dan juga selidiki ada masalah apa bocah itu dengan Rully, aku ingin kabar yang pasti " perintah Regan.
"Baik Tuan," jawab Radit dengan semangat. Karena biasanya jika Reby atau Regan memintanya untuk menyelidiki sesuatu sudah pasti mereka akan memberikan Radit bonus yang besar. Dari dua orang pula. Oh ya ampun, atm Radit pasti akan gemuk sebentar lagi. Radit sangat senang mendengarnya.
"Tapi kasihan juga ikan sapu-sapu itu, baiklah pulang bekerja aku akan kesana untuk menjenguknya. Sekalian aku akan bertanya siapa sebenarnya yang sudah mengajak gulat ikan sapu-sapu itu.
*
*
*
"Jadi maksud Mamah Nila menyerang Rully, tapi kenapa ?" tanya Nathan terkejut mendengar Rully di serang oleh Nila, adiknya satu ayah itu.
"Iya, dan kini Rully terluka. Tadi Mamah sudah membawanya ke dokter karena Mamah khawatir sama keadaannya. Mamah tidak tahu apa sebabnya karena Mamah juga belum bertanya padanya, tapi yang jelas mereka menghina Rully, astaga." Nisya sampai geleng-geleng kepala mendengar penghinaan Julia pada Rully tadi.
Mendengar keterangan Mamahnya membuat Nathan semakin membenci ibu dan anak itu. Padahal Julia juga dulunya hanya bekerja sebagai sekertaris Papa nya. Namun karena mereka menjalin hubungan terlarang membuat Julia yang dulu hanya menjabat sekretaris kini menjadi Nyonya Hermawan, sangat menjijikan pikir Nathan.
Seorang perempuan hina kini malah menghina perempuan lain karena keadaannya, sungguh Nathan membenci orang seperti itu.
"Sebenarnya apa mau mereka?"
"Entahlah, tapi Nathan besok antarkan Mamah bertemu dengan Rully ya," Nathan pun mengangguk setuju.
"Iya Mah, " jawab Nathan.
*
__ADS_1
*
*
Hari pun sudah sore, semua orang kini sudah pulang dari kantor. Begitu pun juga dengan Radit, sebelum pulang ke apartementnya ia ingin bertemu dengan Rully untuk bertanya tentang siapa yang sudah menyerangnya itu.
Dan disini lah mereka semua, kini tengah berkumpul di ruang keluarga, mereka menunggu keterangan dari Rania. Bagaimana awal mula ikan sapu-sapu bergulat dengan ikan nila.
"Ully gak tahu Kenapa, cuma ikan nila itu tiba-tiba main seruduk aja kaya banteng sama Ully. Ully gak terima dong sama sikapnya, udah mah dia ngedorong Ully tadi pagi siangnya juga gitu, ya udah Ully ajak gulat aja sekalian." jelas Rully pada semua orang yang ada disana.
"Issshh, Rania nyesel tadi gak kuliah. Coba kalau Rania tadi kuliah, kamu Rania bantuin serang ikan nila itu !" Jawab Rania dengan menggebu-gebu.
"Iya, kita bisa serang dia sama-sama Ully. Pasti dia kalah," jawab Rully.
"Kalian itu mahasiswi bukan pegulat," ucap Regan.
"Iya tahu, tapi kalau disaat mendesak kita bakal jadi pegulat dadakan Mas Suami," ucap Bira.
"Jadi yang menyerang mu itu ikan nila ? Kenapa bukan berkelahi dengan ikan laga-laga saja biar lawannya seimbang," ucap Radit.
"Jangan mulai, atau aku akan memindahkan otakmu ke tempat yang semestinya." ucap Reby.
"Ihhh A Reby kok manis banget sihh, Rania jadi makin cinta sama A Reby. I love you full pokoknya A Reby ," ucap Rania sambil menggunakan tangannya untuk membuat bentuk cinta dan ia perlihatkan pada Reby.
"Rania, jaga sikapmu. Kasihanilah dua makhluk jomblo yang ada di depanmu itu. Saat ini mereka pasti sedang merutuki nasibnya yang kurang beruntung karena belum mempunyai kekasih." ucap Regan sambil tertawa. Reby dan Bira pun jadi ikut tertawa mendengar ucapan si kanebo yang terkadang tidak berakhlak.
"Padahal Ully gak ngerasa gitu A Radit," bisik Rully.
"Aku juga, aku tidak merasa sedih karena aku ini jomblo happy," jawab Radit.
*
*
*
Setelah pembahasan tadi, mereka semua pun makan malam bersama dilanjutkan dengan kembali ke kamar masing-masing. Karena mereka mempunyai kegiatan masing-masing, termasuk Rully yang ingin segera tidur karena hari ini ia merasa sangat lelah.
__ADS_1
Namun di rumahnya Nathan merasa gelisah, ia ingin sekali bertanya tentang keadaan Rully, jujur saja ia khawatir dan juga merasa tidak enak karena akibat perbuatan dari adik yang tidak ia sayangi, Rully terluka karenanya. Itu membuat Nathan merasa ada sedikit ganjalan di hatinya.
Namun, rasa gengsi menjalar di hatinya. Ia takut Rully menganggapnya jika ia mempunyai perasaan padanya jika ia bertanya tentang keadaannya.
Itu tidak boleh terjadi, gadis tuyul itu jangan sampai salah paham padanya. Padahal jika Nathan berpikiran normal dan juga berpikir positif maka ia tidak perlu takut Rully salah paham padanya.
Bukankah selama ini juga mereka selalu bertengkar, jadi tidak mungkin Rully menganggap jika Nathan menyukainya.
Setelah diam beberapa saat akhirnya Nathan pun mengambil ponselnya dan dengan segera ia menekan nomor Rully di ponselnya.
Tak membutuhkan waktu lama, panggilan pun tersambung, Nathan memegang dadanya yang entah kenapa terasa berdebar saat ini. Ikan paus ini bahkan sampai menggigit jari telunjuknya saking tegangnya. Emang ikan paus punya jari ya 😌😆.
Rully yang baru saja akan menjelajahi dunia mimpinya tertarik kembali ke dunia nyata karena ponselnya berbunyi. Rully pun dengan segera mengambil ponselnya dan melihat nama kontak yang menghubunginya ternyata ikan paus calling .
Dengan gerakan malas Rully pun menggeser icon berwarna hijau di ponsel pemberian ikan paus Itu.
"Hallo ada apa, ikan paus belum bobo ?" tanya Rully.
"Tidak, aku belum bisa tidur." jawab Nathan kemudian ia pun terdiam sebentar, hingga Rully memanggilnya karena ia sangat mengantuk.
"Om..."panggil Rully.
"Eemmm... Bocil ada yang ingin aku tanyakan padamu,?"
"Kenapa Om,?"
"Itu, itu...."
"Kenapa Om, Ully ngantuk."
"Itu... Hari ini kau belum mencicil hutangmu !" Ucap Nathan, ia bingung dengan apa yang akan ia bicarakan pada Rully, hingga ucapan itu yang terucap dan keluar dari mulutnya. Astaga...
"Dasar ikan paus kejam, malam-malam nelpon cuma buat nagih hutang,"
***
Maaf kalau ada typo, Mimin nulisnya sambil nahan ngantuk 🥱😴😴,
__ADS_1
Jangan lupa vote nya ya 💃💃😚😚😚