GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA

GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA
Bab 13


__ADS_3

Arrkhhhh, ya ampun" ucap Rania. Tangan kekar pria itu menarik pinggang Rania hingga tubuh Rania merapat Kepadanya, membuat Reby kesal bukan main melihat pemandangan yang tak jauh dari pandangannya itu. Dengan berjalan cepat Reby menghampiri Rania dan pria itu. Dan menarik tubuh kecil itu ke sisi nya.


"Lepaskan dia ! " Ucap Reby dengan menatap tajam pria itu. Dengan segera pria itu pun melepaskan Rania karena Reby menarik tangan gadis itu.


"Aku hanya menolongnya, " jawab pria itu santai dan tersenyum ke arah Rania.


"Kau tidak apa-apa Nona manis ?" Tanyanya.


"Eh, E-enggak kan barusan di tolong sama Aa ganteng " jawab Rania.


"Rania, " ucap Reby yang tidak suka jika Rania mengucapkan tampan pada pria lain. Rania pun langsung melihat ke arah Reby yang menatapnya dengan tajam. Rania yang mengerti dengan arti tatapan itu hanya diam saja. Ia takut jika anak ratu ubur-ubur akan mengamuk di sana.


"Tuan, ayo kita pulang "ajak Rania dan menarik tangan Reby agar pergi dari sana dan berhenti menatap pria yang menarik Rania. Karena ia merasa tidak enak pada pria itu, sudah menolong dirinya tapi ia malah di pelototi oleh Reby.


"Tuan, makasih ya. Kami mau pamit pulang. Permisi Tuan " ucap Rania pada pria itu. Pria itu terus menatap kepergian Rania dan juga Reby. Ia pun tersenyum setelahnya.


"Rania, " gumamnya, setelah itu ia pun pergi dari sana.


*


*


*


Sepanjang perjalanan menuju mobilnya Reby tidak bicara apapun, yah memangnya makhluk es batu ini mau bicara apa. Dia bahkan jarang mengeluarkan suaranya, dan selalu sunyi senyap dengan bibir tertutup.Namun kali ini keheningannya membuat Radit dan Rania merasa tidak nyaman.


Karena sangat terlihat jika Reby sedang menahan amarahnya, tapi ia marah karena apa. Apa ia marah karena terlalu lama meeting pikir Rania. Atau ia marah karena Rania terlalu lama di toilet, ahh sudahlah susah sekali menebak isi hati dan pikiran makhluk titisan es batu ini.


"Rania, " pangg Reby


"I-iya," Jawabnya walaupun masih agak takut saat melihat Reby.


"Jangan genit, " ketus Reby


"Haahhh ...."


"Jangan genit ataupun mata keranjang pada pria lain" tegaa Reby sambil melihat ke arah Rania.


'Kapan aku genit, ' batin Rania.


"Kau mengerti, !"


"Iya aku mengerti,"


'Lebih baik aku jawab iya saja, dari pada aku di telan hidup-hidup oleh nya' gumam Rania dalam hati.

__ADS_1


"Kau tidak boleh nakal pada pria lain tidak boleh bicara padanya atau pun tertawa dan tersenyum, cukup padaku saja kau berbuat nakal " ucap Reby tanpa sadar.


"Jadi aku boleh nakal dan genit atau pun mata keranjang padamu saja Tuan, ?" Tanya Rania.


"I-itu, "


' Astaga sepertinya aku salah bicara,' batin Reby, sedangkan di depan Radit hanya bersikap menjadi supir yang baik dan pura -pura tuli. Takut nika gajinya bulan ini habis gara-gara mulut lucknut nya.


"Maksudku, kau tidak boleh nakal pada orang laik karena nanti mereka akan berpikir buruk padamu, jadi cukup padaku saja. Aku tidak mau nanti akan ada banyak komplein dari orang relasi ku karenamu" jelas Reby.


' Ya Tuhan, kenapa tidak bilang saja anda cemburu Tuan jika bebek ini di lirik oleh bebek jantan ' gumam Radit dalam hati


"Jangan membicarakanku dalam hatimu, atau gajimu bulan ini habis!"


"Oh ya ampun, t-tidak Tuan memangnya kenapa saya harus membicarakan anda di dalam hati saya. Hati saya tidak suka bicara sendiri dia suka berbagi" jawab Radit sambil tersenyum canggung.


"Kalau gitu kita ngobrol aja Mas Radit," ajak Rania, dan pandangan tajam dari Reby pun ia arahkan pada Rania dan juga Radit.


"Astaghfirullah, ini anak ratu ubur-ubur kenapa jadi mirip sama baby gurita" gumam Rania dalam hati dan memilih diam saja dari pada bicara ia takut Bos nya yang mirip bom waktu ini meledak tiba-tiba.


Karena jalanan macet dan juga tidak mau berpikir yang aneh-aneh lagi, akhirnya Reby membuka laptopnya dan mengerjakan pekerjaannya. Rania yang melihat kancing kemeja Reby copot dan terlihat mengganggu Reby, ia pun kemudian mengambil tangan Reby dan mengancingkan kemejanya.


Reby pun hanya diam, saat Rania mengambil tangannya, dan membenarkan kancing bajunya." Udah, sok kerja lagi " ucapnya sambil tersenyum ke arah Reby. Untuk kali ini Reby merasa jika Rania memang sangat cantik.


'Astaga, apa yang aku pikirkan' batin Reby.


*


*


*


Sedangkan di rumah, bayi besar masih saja manja pada ratu ubur-ubur. Untung saja bertahun-tahun hidup dengan Regan ia sudah tahu bagaimana sikap suaminya yang memang selalu bersikap manja padanya. Jangan lupa sifatnya yang posesif dan protektif pada Bira.


"Bira, pijat lagi kepalaku sayang " ucap Regan.


"Bira yang sedari tadi setia di sampingnya pun memijat kembali kepala Regan dengan sangat lembut.


"Mas suami, ayo minum obatnya supaya Mas Suami cepat sembuh" ucap Bira.


"Apa kau sudah tidak mau merawatku ,? " Tanya Regan, namun pelukannya pada Bira malah semakin erat.


"Bukan gitu maksudnya Spongebob, iihh sebel " Bira mencebikkan bibirnya.


"Lalu,?" Tanya Regan yang kini mengelus rambut panjang Bira.

__ADS_1


"Bira teh sayang sama Mas Suami gak tega liat suami Bira teh kesakitan tahu !"


"'Benarkah kau sayang padaku, ?" Tanya Regan.


"Iyalah, sayang banget malah "


"Kalau begitu cium aku, " ucap Regan sambil tersenyum bodoh, percayalah hanya pada Bira saja ia memperhatikan kebodohannya. Bira pun mencium kening Regan dan Regan pun tersenyum.


"Lagi, " ucap Regan kemudian Bira pun mengecup pipi Regan, hingga kini pipi Regan menjadi merah.


"Lagi, " ucap Regan, Bira pun kemudian mencium sekilas bibir Regan. Namun Regan memberenggut kesal.


"Kenapa lagi atuh ?" Tanya Bira.


"Kenapa sebentar, aku mau lama " ucap Regan merajuk.


"Lagi sakit aja banyak bertingkah, beneran sakit gak sihh?"


"Aku sakit, malah sakitnya sudah sampai ke seluruh tubuh, dan sekarang terasa semakin sakit " ucap Regan meringis dan kembali tidur ke posisi semula ke ranjangnya menarik selimutnya


"Ya udah, Bira panggil dokter ya ?" Ucap Bira khawatir.


"Jangan, hanya kau yang bisa meredakan sakitnya" ucap Regan.


"Tapi Bira kan bukan dokter"


"Tapi hanya kau yang bisa menghilangkan rasa sakit ini, jeck sepertinya sedang tidak baik-baik saja" Ucap Regan meringis sambil menahan tawa.


"Astaghfirullah, jadi yang sakit teh si Jeck ?" Tanya Bira tidak percaya.


"Iya, " jawab Regan sambil tertawa.


"Dasar kenebo omes, lagi sakit juga masih macem-macem. Bilangin sama si Jeck kalau hari ini libur majikannya lagi sakit !"


"Siapa bilang, aku sudah sembuh " ucap Regan semangat.


"Giliran aye-aye, mendadak sehat " ucap Bira.


"Ayo sayang aku sudah siap," Ucap Regan.


"Astaghfirullah, "


****


Jangaj lupa like, gift dan juga komennya ya 💃💃💃

__ADS_1


__ADS_2