GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA

GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA
Bab 26


__ADS_3

Pagi ini Rania merasa heran karena pagi ini ia di jemput oleh Radit, karena biasanya ia di jemput oleh Reby. "Mas Radit A Reby kemana, ?" Tanya Rania kemudian ia pun masuk ke dalam mobil dan hendak duduk di depan. Namun ia di kejutkan oleh teriakan Radit yang melihatnya seperti tengah melihat hantu saja.


"Astaga Rania, jangan duduk di situ !!!" Rania terjingkat kaget hingga kepalanya terbentur mobil.


Dugh....


"Awww ..... Kenapa sihh Mas Radit teriak, kan Rania teh jadi kaget'" ucapnya sambil mengusap kepalanya.


"Jangan duduk di situ, nanti Tuan Reby marah padaku dan aku bisa kehilangan gajiku nanti, " jawab Radit.


"Isshh, kirain teh kenapa, kepala Rania benjol nihh, " ucap Rania.


"Maaf, jangan adukan yah, kasihan atm ku jika tidak ada penghuninya, " Radit bicara sambil tertawa.


"Emang A Reby kemana, kok Mas Radit yang jemput?"


"Tuan Reby sedang tidak enak badan, dan hari ini tidak masuk," jawab Radit. Kemudian Radit melihat Rania.


"Memangnya kau tidak di beritahu, ? Aneh sekali padahal kau pacarnya," ucap Radit.


"Emang Rania pacaran ya sama A Reby, ?" Tanyanya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kalau bukan pacaran mana mungkin Tuan Reby patuk-patuk kamu, dasar bebek aneh,"


"Tapi A Reby gak pernah bilang cinta sama Rania, " ucap Rania dengan wajah yang terlihat sedih. Padahal ia sudah sering di cium oleh Reby, namun sekali pun Reby tidak pernah mengungkapkan rasa cinta padanya.

__ADS_1


"Mana mungkin dia bilang, Tuan Reby itu termasuk orang yang susah mengungkapkan isi hati. Jadi kalau dia ingin membuktikan sesuatu maka ia akan melakukannya dengan tindakan, "jelas Radit yang sudah tahu bagaimana sifat majikannya ini karena beberapa tahun terakhir ini ialah yang selalu menemani Reby.


Bahkan Radit sangat tahu jika Reby sangat tidak suka didekati oleh wanita, dan baru kali ini ada seorang wanita yang dekat dengannya yaitu Rania asistennya sendiri. Perempuan yang cukup unik dan juga sangat cerewet ini ternyata mampu mengambil hati bos nya yang dingin itu.


"Masa sih, hati Rania kok jadi berbunga-bunga yahh, " ucapnya sambil cekikikan.


'Benar - benar luar biasa, banyak gadis cantik dan juga seksi yang mendekati Tuan Muda, tapi gadis kecil dan polos ini yang mampu menyentuh hatinya, ' gumam Radit dalam hati


Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka menuju kantor.


*


*


*


"Kenapa Rania di panggil, Rania di pecat, ?" Tanyanya.


"Mana aku tahu...?" Jawab Radit.


"Temenin Rania yukk, " rengeknya.


"Tidak mau, aku juga takut belum lagi disana ada asistent senior, ihhh aku takut, " Radit bergidik membayangkan Regan dan juga Bagas.


"Rania kan gak tahu ruangannya dimana,? "

__ADS_1


"Jangan bohong, atau aku jitak kau...!"


"Rania aduin sama A Reby yaahhh, Rania mau bilang kalau Mas Radit mau jitak Rania, ehh kepala Rania kan benjol kepentok mobil tadi. Rania bilangin aja itu di jitak Mas Radit, " ancamnya.


"Hei dasar bocah, ya sudah aku antar merepotkan saja, " kesal Radit, ya pun kemudian berjalan mendahului Rania. Radit hanya mengantar Rania sebatas depan pintu ruangan Regan dan di sana ia sudah melihat Bagas, Radit pun langsung bergegas pergi karena tidak mau berinteraksi dengan Bagas.


"Aku sudah mengantarmu, cepat sana..." Bisik Radit.


"Takut asistent pelit," bisik Rania ternyata julukan itu masih menempel di dalam diri Bagas.


"Tidak apa-apa, kau tinggal adukan pada Tuan Reby kalau dia pelit padamu. Aku tinggal ya, " ucap Radit sambil berlari meninggalkan Rania sendirian.


"Isshhh dasar..."


Menyadari ada orang di sekitarnya Bagas pun langsung melihat ke arah Rania. Hingga Rania menelan salivanya kasar ia takut pada Bagas yang terkenal tegas di kantor, walaupun ia tidak pernah berinteraksi dengannya tetapi ia selalu mendengar dari rekan-rekan kerja yang lainnya jika Bagas adalah asistent Regan yang sangat tegas dan juga disiplin.


"Kenapa ada anak-anak di sini, " gumam Bagas saat melihat Rania yang memang ia tidak pernah berinteraksi dengan Rania yang memang selalu di sembunyikan oleh Reby.


"Hei Nak, sedang apa kau di sini ? Kenapa kau tidak sekolah, ?" Tanya Bagas.


"Dia nanya sama siapa sihh, ?" gumam Rania sambil melihat ke arah kanan dan kirinya dan tidak melihat siapa pun di sana kecuali dirinya sendiri.


***


Like nya dong 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2