GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA

GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA
Bab 81


__ADS_3

Setelah puas mencium Rully Nathan pun melepaskannya, ia kemudian mengusap Bibir Rully yang basah akibat ulahnya. Wajah Rully memberenggut kesal, lain halnya dengan Nathan yang tersenyum senang karena sudah berhasil mendapatkan apa yang ia inginkan. Nathan tidak pernah menyangka jika ia akan merasa ketagihan seperti ini, padahal sebelumnya ia tidak pernah membayangkan hal yang tidak-tidak tentang perempuan. Namun dengan Rully pikirannya terus berkelana ingin menjelajahi surga dunia.


"Dasar ikan paus tukang bohong," ketus Rully sambil memu kul bahu Nathan dengan kesal. "Salah sendiri, kenapa kau tidak pintar," jawab Nathan.


"Udah ah , Ully mau keluar disini terus Ully takut di modusin ikan paus," Rully terus menggerutu hingga membuat Nathan gemas dan ingin menciumnya lagi.


"Ya sudah, pergilah nanti siang aku jemput,"


"Gak mau, "


"Kenapa ?" tanya Nathan


"Nanti Ully dicium lagi sama ikan paus,"


"Kau kan pacarku, jadi kau harus menciumku," tegas Nathan tidak mau dibantah.


"Emang harus ya,?"


"Tentu saja, itu sangat harus,"


"Lama-lama bibir Ully jadi dower atuh," keluhnya.


"Tidak apa-apa, nanti malah semakin berasa," jawab Nathan.


"Aihh dasar paus mesum !" ucap Rully, lalu kemudian ia pun keluar dari mobil Nathan dengan kesal.


"Awas kau, aku tidak akan melepaskanmu" gumam Nathan.


"Ully !" panggil Rania, ia pun terlihat baru keluar dari mobilnya. Rully pun berbalik dan melihat Rania.


"Kamu baru nyampe ?" tanya Rully.


"Nggak, dari tadi Rania nyampe cuman di tahan sama A Reby di mobil," jawab nya.


"Eh iya, Ully mau tanya sama kamu ?"


"Tanya apa emangnya," tanya Rania penasaran. Rully pun melihat ke sekelilingnya takut ada yang mendengarnya.


"Kamu pas dulu pacaran sama A Reby, suka dicium gak ?" bisik Rully.


"Oh itu, sering banget lah. Dia mah gak mau berhenti tahu " jawab Rully.


"Masa sih ?" Rania pun menganggukan kepalanya.


"Eh, tunggu dulu kenapa kami nanya gitu sama Rania. Jangan-jangan kamu di cium sama Mas Nathan, ya ?" tanya Rania dengan menyelidik ke arah Rully.

__ADS_1


"Iya, udah dua kali. Tapi suutttt ya jangan bilang-bilang," ucap Rully.


"Oke, rahasia kamu aman sama Rania," mereka berdua pun tertawa. Namun, tawa mereka terhenti saat melihat Nila keluar dari mobil Radit.


Rully dan Rania saling memandang heran, " kenapa ikan lele sama ikan Nila sekarang bisa barengan ?" tanya Rully.


"Mungkin mereka udah akur," jawab Rania.


"Jangan-jangan mereka pacaran ?" pikir Rully.


"Bisa jadi, tapi kenapa mereka bisa pacaran, ya " ucap Rania.


"Mungkin mereka mau buat spesies baru," jawab Rully.


"Maksudnya ?" Otak Rania yang lemot belum bisa mencerna ucapan Rully.


"Maksudnya mereka mau kawin silang, lele sama ikan Nila mau nikah gitu buat memproduksi spesies baru," ucap Rully menjelaskan.


"Ohh, terus nanti bakal jadi apa hasilnya,"


"Bakal jadi ikan koki," jawab Rully terbahak-bahak membayangkan Radit dan Nila. Rania pun jadi ikut-ikutan tertawa membayangkan asistent suaminya berkembang biak dengan ikan Nila.


*


*


*


"Jadi apa ada yang ingin kau jelaskan padaku ?" tanya pria yang bernama Robert pada Julia. Ya, wanita yang masih terlihat sangat cantik di usianya itu adalah Julia, ia sedang menemui seseorang yang sudah sangat lama tidak ia temui.


"Menjelaskan tentang apa ?" ketus Julia.


"Tentang Nila, aku ingin bertanya siapa Nila ?" tanya Robert menatap Julia dengan tatapan mengintimidasi.


"Dia putriku !" tegas Julia.


"Dan juga putriku ?"


"Bukan ! sama sekali bukan, dia bukan putrimu. Tapi Nila adalah putri dari pernikahanku dengan Hermawan." jawab Julia.


"Benarkah ?"


"Tentu saja benar, memang apa yang kau harapkan kalau dia adalah putrimu, begitu !"


"Benar sekali, aku sangat yakin jika Nila adalah putri ku !"

__ADS_1


"Dari mana kau bisa yakin jika putriku adalah putrimu ? Jangan mengada-ada Robert, jika ada yang mendengarnya mungkin mereka bisa salah paham," bantah Julia.


"Aku tidak mengada-ada, Oh ayolah Julia aku yakin kau tidak lupa dengan apa yang pernah kita lakukan dulu. Kita sering melakukannya dan aku yakin jika Nila adalah putriku, putri kita," ucap Robert penuh penekanan. Seketika wajah Julia jadi memucat, memang benar jika Nila adalah putri Robert. Gara-gara Robert yang sial*n ini ini ia harus mengandung Nila, dan dengan jahatnya dulu Robert meninggalkannya dan pergi bersama anak istrinya untuk tinggal di luar negeri.


Di saat ia sedang kalut dan frustasi karena sedang mengandung anak hasil dari perbuatannya dengan Robert. Membuat Julia terpaksa menjebak Bos nya yaitu Hermawan. Ia membuat skenario seolah Hermawan melakukan perbuatan yang tidak ia lakukan. Semua itu ia lakukan demi menyelamatkan harga dirinya, tanpa perduli adanya orang yang sangat terluka akibat perbuatannya yaitu Nisya dan juga Nathan.


"Julia !" panggil Robert, Julia pun kembali sadar dari lamunannya beberapa tahun silam.


"Jadi bagaimana ?"


"Bagaimana apanya ?" tanya Julia.


"Jadi benar jika dia adalah putri ku ?" tanya Robert, terlihat Julia beberapa kali menghirup oksigen di sekitarnya karena tiba-tiba dadanya terasa sesak.


"Benar, lalu kau mau apa ? Mengambilnya lalu menceritakan tentang semua yang terjadi pada kita, begitu. Lalu kau juga akan menceritakan jika kau meninggalkannya di saat ia masih berada dalam kandungan tanpa memperdulikan ia akan hidup atau tidak ! Apa itu yang kau inginkan ! Jika itu yang kau inginkan maka lakukanlah, dan aku pastikan jika Nila akan sangat membencimu !!!" Julia mengucapkan semua itu dengan penuh emosi. Bertahun-tahun ia merasakan sakitnya karena dicampakan seorang Robert, dan kini pria yang sudah mencampakkannya itu tiba-tiba datang. Entah apa yang diinginkannya.


*


*


*


Seperti janjinya Nathan datang lagi untuk menjemput Rully pulang kuliah. Karena Reby sibuk jadi Rania pun ikut pulang dengan Rully dan juga Nathan. Rully merasa senang karena jika ada Rania maka ikan paus penuh modus itu tidak akan menciumnya.


Sedangkan Nathan ia masih memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa mencium Rully, karena tidak mungkin jika ia akan memaksa Rully di hadapan Rania, bisa-bisa ia mengadu pada Reby kalau sepupunya ia cium dan ia akan habis dikuliti oleh Reby.


Tak lama mereka pun sampai di kediaman Maheswara, Rania dan Rully pun keluar dari mobilnya. Begitu pun dengan Nathan ia akan meminta ijin pada Bira untuk membawanya ke rumahnya.


"Kalian udah pulang ?" tanya Bira pada mereka bertiga, kebetulan disana juga ada Regan dan juga Bagas karena tuan kanebo sangat merindukan istrinya jadi ia sengaja pulang lebih awal dan diantarkan oleh sang asistent pelit Bagas.


"Iya Mom," jawab Rania.


"Woaahh ada Baby shrake du du du du," ucap Bagas sambil bernyanyi lagu itu dan juga tertawa melihat ke arah Nathan.


'Dasar menyebalkan' gumam Nathan.


"Dia ikan paus Om, bukan ikan hiu " ralat Rully.


*


*


*


Visual Rully

__ADS_1



Like dan komentar nya jangan lupa 💃💃💃


__ADS_2