GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA

GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA
Bab 36


__ADS_3

Hari ini Reby dan Rania dan juga Radit akan melakukan meeting di kantor cabang, karena ada beberapa hal yang harus dibereskan disana. Dan kebetulan juga meeting itu akan dilakukan oleh beberapa kolega perusahaan dan juga pastinya ada para pengusaha muda di sana. Reby lupa seharusnya hari ini ia tidak membawa Rania, karena di sana pasti ada Nathan yang akan memandang Rania, dan Reby sangat tidak suka hal itu.


"Rania, " panggil Reby


"Ya,"


"Jika nanti kau melihat Nathan jangan pernah memandangnya, lihatlah aku dan hanya aku, kau mengerti," ucap Reby pada gadis kecil ini.


"Iya aku ngerti," jawab Rania.


"Pokoknya jangan melihat pria lain, selain aku nanti " ucap Reby dan Rania hanya mengangguk setuju saja.


'Titisan kanebo kering ini sangat posesif,' batin Radit.


'Nathan itu siapa,?' Gumam Rania dalam hati karena ia memang lupa siapa sebenarnya pria yang Reby ucapkan barusan.


*


*


*


Meeting pun dimulai, seperti dugaan Reby, jika Nathan berada disana. Dan kini tengah memandang Rania dengan intens, itu membuat Reby mendadak kepanasan. Reby memandang Nathan dengan tajam karena ia tidak suka jika gadis yang kini sudah menjadi calon istrinya itu dipandang oleh pria lain.


'Akhirnya aku bisa melihatmu lagi, Rania' batin Nathan.


'Berani sekali dia memandang bebek kecil milikku dengan terus tersenyum seperti itu, ingin sekali aku congkel saja matanya ya ng jelek itu,' batin Reby.


'Paling gak suka kalau meeting kaya gini teh, Rania suka ngantuk,' gumam Rania dalam hati sambil menguap.

__ADS_1


'Yang satu memandang dengan penuh cinta, yang satu memandang dengan penuh benci dan yang di perebutkan sama sekali tidak mengerti,' gumam Radit dalam hati menyaksikan tiga cinta segitiga yang aneh menurutnya.


Meeting pun berjalan selama dua jam, dan setelah itu mereka semua pergi ke proyek yang akan dibangun. Letaknya tak jauh dari sana hanya membutuhkan waktu sekitar lima belas menit untuk sampai disana.


Semua orang kini sedang melihat proyek yang sedang dibangun itu, mereka fokus melihat para pekerja yang sedang bekerja disana. Dan juga memperkirakan kapan proyek ini akan selesai. Karena sebenarnya mereka sudah tidak sabar.


Rania yang tidak mau ikut melihat ke dalam hanya menunggu didalam mobil saja, karena di sana pasti sangat panas dan Rania malas pergi kesana. Namun dorongan alam membuatnya terpaksa harus pergi keluar.


Rania pun keluar dari mobilnya dan ingin bertanya kepada orang dimana tempat yang ada toiletnya. Setelah melihat ada orang ia pun bertanya dan kemudian orang itu pun menunjukkan dimana toilet berada. Setelah berterima kasih ia pun langsung menuju kesana.


Setelah beberapa menit ia pun keluar dan ponselnya pun langsung berbunyi, dan ternyata Reby lah yang memanggilnya. Rania pun dengan segera menggeser icon berwarna hijau pada ponselnya.


" Iya A Reby ada apa,?" Tanya Rania.


(Dimana kau, ?)


"Abis dari toilet, "jawabnya.


"Tadi ada panggilan alam sebentar masa harus ditahan emangnya A Reby mau nampung,?"


(Astaga....) Reby pun baru pergi kebodohannya yang sudah bertanya kenapa Rania pergi ke toilet tidak mungkin ia melakukannya di dalam mobil kan. Karena rasa cemburunya yang berlebihan membuat ready tidak bisa berpikir dengan baik.


(Ya sudah, kembalilah ke dalam mobil jika sudah selesai dan tunggu aku di sana. Jika kau lapar belilah sesuatu Aku akan segera kembali)


"Siap Aa sayang ..." Ucap Rania sambil tertawa, Reby pun tersenyum bahagia saat mendengar suara tawanya Rania. Ia pun kemudian kembali bekerja setelah memastikan Rania baik-baik saja. Karena Ia tidak melihat Nathan membuatnya berpikir jika Nathan kini sedang menghampiri Rania.


Namun Regan mengatakan jika Nathan tidak ikut ke proyek ini karena ada pekerjaan penting dan kunjungan ke proyek ini dan sudah diwakili oleh asistennya. Reby pun kemudian bisa bernafas dengan lega karena rivalnya ternyata tidak ikut bersamanya.


Rania pun kemudian berjalan kembali ke dalam mobilnya namun tiba-tiba seseorang memanggilnya dari belakang.

__ADS_1


"Rania..."


Merasa ada seseorang yang memanggilnya Rania pun kemudian menengok ke belakang dan terlihatlah seorang pria tampan yang waktu itu pernah sedikit menghabiskan waktu dengannya, siapa lagi jika bukan Nathan yang sedang menghampirinya saat ini.


Ternyata Nathan berbohong Jika ia tidak ikut ke pembangunan proyek ini, karena jika ia terlihat ikut maka Reby akan waspada dan tidak akan membiarkan ia untuk bisa mendekati Rania. Untuk itu ia mengatakan kepada asistennya supaya memberitahu para kolega yang lain dan memberitahukan mereka. Jika ia tidak ikut ke proyek ini karena ada pekerjaan lain yang harus dikerjakan.


Dan ternyata rencananya berhasil kini gadis pujaannya sudah berada di hadapannya.


Nathan pun kemudian menghampiri Rania, Rania hanya tersenyum saja melihat ke arah Nathan.


"Rania akhirnya kita bisa bertemu lagi, " ucapnya


Rania masih terdiam, karena jujur saja ia lupa nama dari pria ini. ia hanya ingat pernah bertemu beberapa kali dengannya, ingatan Rania memang kurang bagus. Apalagi akhir - akhir ini ia hanya menghabiskan waktu bersama Reby, membuat ia lupa segalanya.


"Kenapa kau diam saja Rania, ?" Tanya Nathan karena melihat Rania hanya diam saja sambil menatap wajahnya. Sebenarnya itu membuat jantung Nathan berdegup sangat kencang.


"Emmm, Mas nya namanya siapa. Rania teh lupa, ?" ucapnya sambil menggaruk kepalanya dan tertawa sumbang.


"Apa..."


Astaga gadis yang ia ingat siang dan malam setiap hari, malah melupakan namanya begitu saja. Membuat jantung Nathan merasa terkejut hingga hampir merosot ke bawah.


***


Like


Komentar


Gift

__ADS_1


Vote


Kasih buat mimin ya 💃💃💃😘😘😘


__ADS_2