
"Eiitts kamu salah Nona, karena Rania ini bukan seorang gadis lagi tapi Rania ini mantan seorang gadis," ucapnya dengan tersenyum bangga.
"Apa....!!!"
"Gak usah kaget gitu atuh, biasa aja " ucap Rania sambil menyuapkan basonya.
"Bagaimana aku tidak kaget, karena bahkan dengan tidak tahu malunya kau mengakui jika kau ini sudah bukan seorang gadis lagi," ucap gadis ini dengan nada mengejek.
"Kenapa mesti malu, Rania malah seneng karena sekarang Rania udah jadi seorang Nyonya.... Eh Ully bener gak, kalau perempuan yang udah nikah itu disebutnya Nyonya, ?"Tanya Rania pada Rully yang sedang asik meminum jus alpukat nya.
"Mana Ully tahu, Ully kan belum nikah," jawabnya.
"Eh iya kamu kan jomblowati," ucap Rania.
"Jadi maksudmu kau sudah menikah?" Tanya Monica, ya gadis itu adalah Monica yang selalu mengejar Reby kemanapun ia pergi. Namun sejak bada Rania menemui Reby menjadi hal yang sangat sulit. Karena mantan gadis ini tidak akan segan-segan mengeluarkan bogem mentahnya pada Monica. Itu yang membuat Monica menjauh karena tidak mau wajah cantiknya terluka akibat serangan bebek nakal.
"Iya, Rania udah nikah dan kalau Rania kasih tahu siapa orangnya kamu pasti kaget, mending jangan tahu aja ya takut patah hati. " ucap Rania.
"Patah hati, memangnya kau menikah dengan siapa. Paling kau menikah dengan security di tempatmu bekerja," .
"Aihhh, emang kamu gak tahu Rania nikah sama siapa,?" Tanya Rania.
"Memangnya itu penting untukku,? ejek Monica.
"Penting banget malah, soalnya nanti kalau kamu ganggu suami Rania. Rania bakal bikin kamu jadi gulai pelakor. "
"Aku tidak mungkin mengganggu suamimu, untuk apa?" ucapnya acuh dan duduk di tempat yang tidak jauh dari Rania bersama dengan teman-temannya.
"Rania kamu gak kasih tahu dia siapa suami kamu,?" Tanya Rully. Rania pun menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Nggak usah, nanti dia shock. Kasian anak orang..." jawab Rania. Rully pun hanya mengangguk saja.
****
Prang....
Nisya terkejut mendengar suara berisik dari kamar putranya, ia pun segera menghampiri kamar Nathan dan langsung membukanya. Untung saja kamarnya tidak di kunci, jadi ia bisa langsung melihat keadaan Nathan.
"Sial...!!!"
"Nathan apa yang kau lakukan ?" Tanya Nisya, Mamahnya Nathan yang khawatir melihat anaknya terlihat sangat kacau.
"Perasaanku sangat kacau Mah, aku tidak bisa berpikir dengan baik. " jawab Nathan. Nisya menghela napas kasar, ia tahu jika saat ini putranya tengah patah hati. Tapi harus bagaimana lagi, jika jodoh itu sudah ditakdirkan oleh Tuhan. Harusnya Nathan bisa menerimanya, meskipun itu sangat sulit untuknya.
"Nathan, sudahlah lupakan gadis itu. Kau bisa mencari gadis yang lain sayang, ingat jangan mengganggu istri orang. Mamah tidak akan setuju." ucapnya.
"Nathan, " panggil Nisya.
"Kenapa Mah, " Nathan melihat sekilas ke arah mamahnya.
"Bagaimana kalau kita....kalau kita pergi belanja. Iya kita pergi belanja ya, kita senang-senang. Kamu mau,?" Ajak Nisya. Meskipun ini terkesan konyol tapi ia ingin sekali menghibur putranya agar tidak bersedih lagi karena gadis yang dicintainya kini telah menikah dengan pria lain.
Melihat usaha mamanya yang ingin menghibur dirinya Nathan pun menjadi tidak tega, seharusnya ia tidak memperlihatkan kesedihannya di hadapan Mamahnya yang sangat menyayanginya ini.
Nathan pun kemudian tersenyum, ia tidak mau mengecewakan Mamahnya. "Baiklah, Mamah mau belanja, biar Nathan temani." ucapnya.
"Benarkah,?" Tanya Nisya tidak percaya.
"Iya Mom, ayo bersiaplah dan-dan yang cantik agar semua orang tahu jika Mamahku ini adalah orang yang paling cantik," ucap Nathan.
__ADS_1
"Oke sayang, tunggu Mamah ya, " Nisya pun dengan semangat berdandan untuk menyenangkan hati putranya.
*
*
*
Kuliah pun sudah selesai, tapi waktu masih siang, sangat di sayangkan jika harus pulang lebih awal. Rania ingin sekali berjalan-jalan. Karena ia merasa bosan selalu di kurung di rumah oleh Reby. Ia tidak mau istrinya keluar rumah jika tidak bersamanya.
Namun kali ini ijin itu dengan mudah Rania dapatkan saat Rania mengirimkan pesan padanya.
"Ully kita main dulu yuk kita belanja, A Reby udah ngijinin Rania belanja," ucapnya.
"Tumben, " Rully merasa aneh karena biasanya Reby tidak pernah mengizinkan Rania pergi jika tidak bersamanya.
"Tadi Rania udah kirim pesan katanya boleh pergi, "
"Biasanya juga gak boleh," Rully merasa tidak percaya karena ia tidak mau di marahi oleh Reby jika Rania berbohong.
"Tadi Rania, udah bilang kalau Rania mau belanja. Dan nanti Rania bakal beli baju dinas buat malam. Makanya Reby kasih ijin," ucapnya dengan senang.
"Ohh, emang nanti malam kamu mau dinas kemana,?" Tanya Rully yang memang tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh Rania.
"Euuuhh, emang susah ngomong sama jomblowati," ucap Rania.
****
Besok senin jangan lupa vote ya 😚😚😚😚
__ADS_1