GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA

GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA
Bab 45


__ADS_3

Setelah berjalan sambil mendorong motor milik Rully kini mereka sampai di rumah Abah, Rully langsung duduk di bangku yang ada di sana karena ia merasa lelah.


"Mas Lele, kok tahu aku mau kesini padahal Ully gak ngasih tahu, " ucapnya sambil menjulurkan kakinya karena merasa lumayan pegal.


"Karena tujuanku memang kesini, memangnya kenapa dan jangan panggil aku lele. Julukan itu tidak cocok untukku yang tampan " Tanya Radit yang tampak biasa saja dan seperti tidak merasa lelah.


"Kan Ully gak tahu namanya, " jawabnya.


"Tapi bukan berarti kau harus memanggilku seenaknya, dasar bocah" sambil menoyor gadis kecil itu karena kesal.


"Isshh, " Rully mengusap-usap keningnya.


"Ully.... " Terdengar suara Abah memanggil.


"Abah.... " panggil Rully menghampiri Abah sambil mencium tangan Abah dan juga Eninnya.


"Abah ? Jadi bocah ini mengenal Abah " gumam Radit.


"Kamu teh kenapa kaya ayam kecemplung, "ucap Enin sambil tertawa.


"Ully teh jatuh ke selokan, Enin "


"Kok bisa, ?" Tanya Abah


"Karena sudah suratan takdir Abah, Ully gak bisa nolak"


"Ada-ada saja kamu mah Ully, sana mandi terus ganti baju. Bawa baju ganti gak ? "Tanya Enin.


"Ada kok Nin, Ully bawa baju karena Ully emang mau nginep di rumah temen,"


"Ya sudah, sana mandi " titah Abah, Rully pun pergi masuk ke dalam dan tersenyum saat melihat Bira dan juga Regan.


"Radit dimana Reby dan Rania, ?" Tanya Regan karena ia tidak melihat anak dan juga calon menantunya.


"Astaga, gara-gara ikan sapu-sapu aku jadi lupa ikan laga-laga" gumam Radit.


"Maaf Tuan, tadi saya melihat ikan sapu-sapu mandi j-jadi saya lupa" jawab Radit

__ADS_1


"Apa... !!!"


"Maksudnya itu, tadi saya menolong bocah yang barusan masuk selokan Tuan. Jadi saya...."


"Ya sudah, " jawab Regan mengerti, apalagi yang di tolong itu adalah Rully cucu Ua Kulsum yang masih saudara dengan Bira. Tidak mungkin Regan memarahi Radit karena sudah menolong saudara istrinya.


Radit pun akhirnya bisa bernapas dengan lega karena suami Ratu ubur-ubur itu tidak memarahinya.


*


*


*


Di pesawahan, kedua orang itu asik menghabiskan waktu di tempat dibawah pohon Karena tempatnya cukup rimbun dan sejuk.


"A Reby kita pulang yukk, ini udah mulai panas banget. Rania takut item nanti pas jadi pengantin" ucapnya.


"Kau tidak akan keliatan hitam kalau kau jadi pengantin nanti, " ucap Reby.


"Kenapa emangnya, apa karena Rania mah kelewat cantik sampe cahaya matahari aja gak sanggup menembus kulit Rania yang berkilau," Reby berdecak sebal mendengarnya.


"Rania gak mau pake make up yang tebal, nanti kaya badut atuh mukanya,"


"Yang penting kulitmu terlihat dengan sempurna, "


"Gak mau ahh cepetan pulang, Rania gak mau item " Rania pun beranjak dari duduknya dan berjalan duluan karena tidak mau kulitnya terbakar sinar matahari. Apalagi ia adalah calon pengantin yang harus terlihat cantik di mata semua orang pikirnya.


"Kau tidak mau menciumku dulu, " ucap Reby karena disana hanya ada mereka berdua.


"Gak mau, nanti aja pas udah halal boleh cium semuanya " ucapan Rania membuat Reby tidak sabar ingin segera menikah dengannya dan mencium semuanya eh.


*


*


*

__ADS_1


Setelah mengantarkan Rania pulang, Reby pun bergegas untuk pulang. Ia ingin segera menemui Mommy nya karena ingin membicarakan sesuatu.


Saat sampai ke rumah ia melihat Papanya sedang berbincang dengan Abah, karena tidak ingin mengganggu dan ingin segera menemui Mommy nya Reby pun segera masuk ke dalam rumah. Ia mencari Bira dan ternyata Bira sedang berada di kamarnya. Reby pun tersenyum dan langsung memeluk Bira mumpung tidak ada Regan.


"Mom, " panggil Reby.


"Kenapa ?" Tanya Bira sambil membelai rambut Reby.


"Aku ingin pernikahanku di percepat," ucapnya. Bira langsung berbalik melihat ke arah putranya.


"Euuuh dasar Eby, tenangin dulu atuh gagang sapunya. Ini mah maunya teh cepet-cepet keluar terus," kesal Bira.


"Ayolah Mom, " tumben sekali anaknya ini bermanja padanya, karena kini ia tiduran di pangkuan ibunya. Bira tersenyum melihat Reby, jika dulu ia merajuk karena ingin mainan namun sekarang ia ingin menikah. Kadar mesumnya memang sangat menurun dari Regan.


"Iyalah nanti Mommy coba bicara sama Papa, Mommy juga mau cepet-cepet beres, biar gak deg-degan liat kamu deketin terus Rania. Reby pun tertawa pada Bira, sudah lama sekali ia tidak bermanja seperti ini pada Mommy nya.


Baru saja ia ingin memejamkan matanya, terdengar sang pemilik ratu ubur-ubur yang marah karena tempat istimewanya kini di tempati oleh Anaknya.


"Hei itu tempatku, kenapa kau menempatinya, " ucap Regan.


"Aku sedang merindukan pelukan Mommy, jadi mengalah lah, " jawab Reby.


"Tidak ada dalam kamus seorang Regan harus mengalah,"


"Aku ini anakmu Pah, "


"Aku tahu, makanya geser sedikit. Untuk kali ini aku beri kelonggaran," ucap Regan yang mendorong tubuh Reby agar ia juga bisa tiduran di kaki Bira.


Kini ayah dana anak itu tiduran di kaki Bira yang di selonjorkan.


"Dasar kanebo pelit," gumam Reby


"Jangan cerewet, atau aku akan berubah pikiran," jawab Regan. Bira hanya memutar bola mata malas karena melihat anak dan ayah itu yang selalu rebutan dirinya itu.


*


*

__ADS_1


*


Yang mau ke hajatan Reby ditunggu ya part selanjutnya mereka bakal nikah 😆😆😅😅😅


__ADS_2