GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA

GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA
Bab 52


__ADS_3

Rania dan Rully kini sudah berada di kampusnya yang baru, jujur saja sebenarnya mereka lebih senang jika diminta untuk tinggal di rumah dan menjadi ibu rumah tangga yang baik dan mengumpulkan pahala sebanyak mungkin. Namun pada kenyataannya mereka malah di minta untuk belajar lagi. Dan mereka berdua tentu saja tidak bisa menolaknya karena mereka tidak ingin membuat orang yang mereka sayangi kecewa, terutama Rully. Ia tidak ingin membuat orang yang sudah memberinya kehidupan dan pendidikan yang layak kecewa.


"Kita teh mau ngapain disini ya,?" Tanya Rania.


"Kita mau jualan gorengan, ya kuliah atuh emang mau apalagi," jawab Rully.


"Masalahnya Rania teh gak ngerti, kita cuman dianter sampe sini. Kita teh udah mirip anak ayam gak kehilangan Mamahnya tahu gak," ucap Rania. Rully yang mendengarnya langsung tertawa terbahak.


"Sejak kapan anak ayam manggil induknya Mamah, kenapa gak manggil Bunda aja sekalian, " ucap Rully.


"Sejak kita di anterin kesini buat merubah hidup, udah ah ayo kita tanya-tanya. Jangan sampai malu bertanya sesat di hatimu," ucap Rania. Semakin terbahak saja Rully mendengarnya.


"Ya ampun Rania, perut aku sakit pipi aku juga kram gara-gara Bunda ayam sekarang di tambah tersesat di hati. Kenapa gak tersesat di usus aja biar banyak lika-likunya," ucap Rully sambil terus tertawa. Tanpa mereka sadari ada orang yang tengah memperhatikan mereka sambil tersenyum kagum.


*


*


*


Setelah tahu dimana ruangan mereka, mereka berdua pun menuju kesana. Banyak dari mereka yang kagum saat melihat dua perempuan cantik ini, apalagi para Mahasiswa disana yang mulai mencari perhatian pada mereka berdua.


Mereka belum tahu saja jika bebek imut dan manis ini adalah milik dari seorang Reby Putra Maheswara, seorang CEO muda dan juga salah satu dari pengusaha muda yang sukses. Dan satu lagi mereka tidak tahu jika ikan sapu-sapu ini adalah salah satu anggota baru keluarga Maheswara yang akan dilindungi oleh Regan Maheswara Tuan kanebo kering yang paling tidak suka diganggu ataupun di usik oleh orang lain. Siapa yang tidak kenal ayah dan anak itu, karena dua orang itu adalah termasuk orang - orang yang hebat dunia bisnis.


Sejak kedatangan mereka berdua ada dua pasang mata yang terus memperhatikan mereka berdua, lebih tepatnya melihat dengan tatapan kagum.


*


*

__ADS_1


*


Setelah pelajaran selesai, Rania dan Rully pun pergi ke kantin karena perut mereka mulai keroncongan.


"Ully kita makan dulu, aku laper banget" ajak Rania.


"Boleh, Ully juga laper banget ini teh pengen makan seblak," ucapnya.


"Emang di sini ada seblak,?" Tanya Rania


"Gak tahu, Ully kan baru kesini,"


"Isshh, kirain teh ada Rania juga mau, "


"Ya udah, ayo liat kesana,"


"Gak ada seblak, baso pun jadi yang penting pedes perut kenyang," ucap Rania.


"Eh Rania, aku mau tanya sama kamu " Tanya Rully sambil agak berbisik.


"Tanya apa,?" jawab Rania sambil menyuapkan potongan baso yang sejak tadi membuat air liurnya hampir menetes.


"Nikah itu gimana rasanya,?" Pertanyaan Rully membuat Rania tersedak, hingga terbatuk-batuk. Kenapa sahabatnya ini malah bertanya dengan pertanyaan seperti itu pikirnya.


"Kamu ini kalau kasih pertanyaan itu yang berbobot dong, masa nanya nanyain rasanya nikah gimana. Mau bikin Rania pingsan keselek baso ?" ucap Rania.


"Kan cuma tanya, soalnya Ully penasaran tahu. Kali aja kamu mau ngasih tips atau wejangan gitu,"


"Tips apa, kamu mah aneh-aneh aja. Jomblowati mending gak usah tahu dulu deh. Hargai hati sendiri jangan dulu ingin tahu hal yang belum waktunya. Takutnya kamu merana dan stres jadi pengen nikah, saking tergoda oleh godaannya," jelas Rania, namun Rully malah menggaruk-garuk keningnya yang terasa tidak gatal itu. Sungguh Rully tidak mengerti dengan penjelasan yang di ucapkan oleh Rania.

__ADS_1


"Tuh kan kamu gak ngerti, mending jangan tahu dulu. Nanti aja kalau udah ada calonnya terus nanti kamu ajak nikah nanti langsung praktekin aja sama kamu," ucap Rania.


"Praktek apa, ?" Tanya Rully yang memang tidak mengerti. Sebenarnya apa yang di ucapkan oleh Rania.


"Praktek bercocok tanam atuh apalagi, kamu teh kan nanyain itu, "


"Siapa yang nanyain itu eh dasar cumi-cumi, Ully mah nanya teh gimana rasanya punya suami kayanya enak ada yang jagain ada yang cemburuin bukan nanyain itu tahu. Otak Ully belum nyampe kesana. Dasar bebek mesum," Rully mengerucutkan bibirnya namun Rania malah tertawa, ternyata ia salah mengartikan pertanyaan Rully tentang menikah.


Akhirnya mereka pun mengobrol dengan asik sampai ada seseorang yang sepertinya ingin mengganggu mereka.


"Wah....wah lihatlah siapa ini. Apa yang dua gadis kecil lakukan disini? Apa targetannya sekarang sudah berubah, dari simpanan sugar Daddy menjadi mahasiswa. Ku pikir kau gadis berbobot, ternyata kau penjelajah juga ya," ucap seorang perempuan yang dulu menjadi salah satu gadis yang selalu mengganggu Reby.


"Rania siapa dia, ?" Tanya Rully.


"Gak tahu, Rania lupa," jawabnya cuek karena ia memang tidak ingat siapa gadis yang ada di depannya ini. Yang Rania ingat hanyalah dulu gadis ini selalu mengganggu Reby.


"Jangan bilang kau lupa padaku,?" ucapnya dengan memasang wajah kesal. Rania pun melihat ke arah wanita itu sebentar dan mencoba untuk mengingatnya lagi.


"Siapa ya ? Rania beneran lupa atuh, emangnya kamu siapa dan Kenapa juga Rania mesti inget sama kamu,"


"Ahhh dasar gadis menyebalkan, " ucapnya.


"Eiitts kamu salah Nona, karena Rania ini bukan seorang gadis lagi tapi Rania ini mantan seorang gadis," ucapnya dengan tersenyum bangga.


"Apa....!!!"


****


Dukung terus novel ini ya dengan like dan juga komen biar semangat buat up 😌

__ADS_1


__ADS_2