GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA

GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA
Bab 57


__ADS_3

"Fix, kalian memang pasangan yang cocok ," ucap Nisya tersenyum senang.


"Cocok dari mana, aku tidak suka gadis pendek dan cerewet seperti dia, " Nathan bergidik. sepertinya Ia lupa jika dulu ia mencintai Rania yang juga berbadan kecil dan imut seperti Rully.


"Emangnya siapa yang suka Om-Om iuhhhh, " balas Rully tidak mau kalah.


"Kau...!!!"


"Nathan ! Jangan bersikap kasar pada anak kecil, harusnya kau mengalah," ucap Nisya. Nathan menghela napas kasar, ia sangat kesal pada gadis cerewet ini.


"Om, gimana ini keburu sore nanti aku di cariin mana gak ada hp," ucap Rully.


"Lalu aku harus bagaimana, atm tidak punya cek tidak tahu. Sebenarnya kau itu makhluk dari mana,?" Nathan bertolak pinggang seperti ingin menelan Rully bulat-bulat.


"Aku dari desa, makanya anterin," ucap Rully sambil nyengir kuda.


"Ini kalian lagi ngomongin apa sihh, Mamah gak ngerti,?" Tanya Nisya.


"Om Tan- Tan ini udah bikin rusak hp aku sampe ancur, jadi Ully kesini minta ganti sama Om Tan-Tan." jawab Rully.


"Berani sekali kau mengganti namaku, bocah !"


"Biar gampang manggilnya, "jawabnya santai.


"Astaga, namaku jadi seperti nama aplikas* saja, " gumam Nathan. Nisya tertawa terbahak karena baru kali ini ia melihat gadis kecil dan lucu.


"Oh ya ampun, Nathan cepat antar gadis ini membeli ponsel. Kau ini sudah merusak barang orang dan sekarang kau malah memarahinya, jangan bertindak tidak sopan," ucap Nisya sambil menahan tawanya.

__ADS_1


"Mah..." Bayi besar mulai merajuk. Namun tatapan Nisya yang seperti menunjukkan jika Nathan harus mengantar Rully, membuat Nathan tidak bisa berkutik.


"Baiklah, " Nathan menarik napas pelan-pelan untuk menetralkan emosinya.


"Ayo bocil, aku antar kau ," ajak Nathan.


"Ayo Om, !" sambut Rully dengan bersemangat.


"Panggil aku Om sekali lagi, aku telan kau, " ucap Nathan dan berjalan duluan.


"Galak nya, " gumam Rully, Nisya terlihat tersenyum terus ke arah Rully.


"Nyonya Ully pulang duluan ya, " pamit Rully sambil menunduk dan mencium tangan Nisya, sejenak Nisya terhenyak karena di jaman sekarang sangat sulit menemui orang yang masih mempunyai sopan santun dan tata krama.


"Iya, hati-hati ya," ucapnya, Rully pun mengangguk dan melambaikan tangan sambil tersenyum ke arah Nisya.


***


Kini Rully dan Nathan tengah berada di dalam mobil untuk menuju ke sebuah Mall untuk membeli ponsel baru.


"Bocil, ponselmu itu merk apa,?" Tanya Nathan, Rully pun kemudian mengambil ponselnya yang rusak di dalam tas nya.


"Yang kaya gini," jawab Rully menunjukkan ponselnya yang rusak pada Nathan.


"Astaga ponsel mu itu ketinggalan jaman tahu," ejek Nathan. Rully pun mencebikkan bibirnya, mendengar ejekan Nathan.


"Biar pun ketinggalan jaman, hp ini teh dari Ayahnya Ully yang rela kerja siang dan malam di kebun demi beliin Ully hp. Makanya Ully sayang banget sama hp ini," jawab Rully. Mendengar itu semua membuat Nathan sedikit merasa bersalah padanya.

__ADS_1


"Memangnya ayahmu tinggal dimana,?" Tanya Nathan.


"Di desa, Ully di sini tinggal sama Bibinya Ully di suruh kuliah bisa bisa kerja dan mengangkat derajat orang tua Ully. Ully juga pengen balas jasa sama ayah sama ibu, pengen buat mereka bangga. Kerja di perusahaan besar dan gajinya gede, biar mereka gak perlu capek-capek lagi kerja."


'Impiannya bagus juga, ' batin Nathan.


"Makanya belajar yang rajin, supaya kau bisa menggapai mimpimu itu," ucap Nathan.


"Iyalah, Ully pasti belajar supaya bisa membahagiakan orang tua. Syukur-syukur bisa nikah sama horang kaya, jadi gak perlu capek belajar," ucapnya lagi sambil terbahak-bahak, tanpa malu sikapnya terlihat bar-bar oleh Nathan.


"Astaga, baru saja aku kagum padanya. Sekarang sikapnya kembali ke semula, kurang waras. " gumam Nathan.


***


Kini mereka sudah sampai di Mall, dan segera mencari tempat dimana mereka akan membeli ponse baru, di sana banyak sekali ponsel keluaran terbaru. Semua ponsel di sana sangat bagus dan juga canggih sangat jauh dengan ponsel Rully yang rusak terinjak Nathan.


Rully menanyakan ponsel yang sama seperti yang ia punya. Namun ponsel itu sudah tidak ada karena itu ponsel keluaran dulu.


"Yahh, gimana atuh ," ucapnya sedih.


"Bagaimana apanya,?" Tanya Nathan


"Hp nya gak ada," Nathan berdecak sebal padanya, dan ingin sekali menoyor kepalanya.


"Astaga kau ini buta apa, kau bilang ponselnya tidak ada. Lalu yang ada di hadapanmu itu apa, Onde-onde ?!!" Ucap Nathan sambil bertolak pinggang.


***

__ADS_1


Maaf kan telat up ya, karena real life sangat menyita waktu 😌🙏 dukungannya di tunggu ya, dengan like komen dan juga gift 🤗


__ADS_2