
Hari yang ditunggu pun datang juga, Nisya datang ke rumah Rully untuk melamar nya menjadi menantu. Dan kedatangan Nisya pun disambut hangat oleh keluarga Rully. Mereka sangat bahagia karena calon suami dan juga calon mertua Rully adalah orang yang sangat baik. Mereka orang kaya tetapi mereka tetap bersikap sopan dan sangat ramah. Hingga orang tua Rully pun menerima lamaran mereka, karena mereka yakin jika Nisya maupun Nathan, mampu membahagiakan Rully dan juga akan bersiap baik kepadanya.
Setelah acara lamaran selesai, mereka kini membicarakan tentang pernikahan anak-anak mereka, mereka tidak ingin menunda pernikahan ini terlalu lama. Dan ingin segera menikahkan Rully dan juga Nathan yang sudah terlihat sangat dekat. Mereka khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, untuk itu mereka merencanakan jika pernikahan mereka berubah dipercepat saja. Dan semua sepakat jika pernikahan akan dilaksanakan di kota, dan tentu saja seluruh keluarga Rully akan diboyong ke sana. Mereka semua setuju dengan usul Nisya. Karena mereka juga ingin pergi ke kota dan melihat bagaimana meriahnya acara pernikahan Rully.
Setelah semua sepakat, Nathan Rully dan juga Nisya pun akan kembali ke kota. Nanti keluarga mereka menyusul setelah semuanya siap. Seluruh anggota keluarga Rully sangat bahagia menyambut pernikahan Rully yang akan dilaksanakan di kota.
Dan disinilah sekarang, Rully kini sudah kembali ke rumah Sabira. Begitu pun juga dengan Nathan dan Nisya yang baru sampai di rumahnya, karena tadi mengantar Rully terlebih dahulu.
Namun, mereka berdua dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang tidak mereka harapkan. Siapa lagi kalau bukan Nila, gadis itu kini sedang berdiri di luar pagar sambil menangis . Ia sengaja menunggu kedatangan Nathan dan juga Nisya untuk memberitahukan keadaan Hermawan saat ini.
Nisya dan Nathan keluar dari mobilnya, dan menghampiri Nila. Meskipun mereka tidak menyukai Nila akan tetapi Nisya dan juga Nathan masih mempunyai rasa kemanusiaan untuk tidak memperlakukan Nila dengan buruk. Nisya mendekat ke arah Nila dan Nila pun menghampirinya.
"Mah, Mamah Nisya." panggil Nila.
"Ada apa Nila, sedang apa kau disini?" tanya Nisya, ia merasa ada yang ganjal dengan kedatangan Nila yang tiba-tiba, apalagi dalam keadaan yang kurang baik seperti sekarang ini.
"Mah, Papa mau ketemu sama Mamah. Papa bilang ingin meminta maaf dan ingin memulai semuanya dari awal lagi. Papa ingin hubungan kita semua berjalan dengan baik." ucap Nila masih dengan tangisnya. Terdengar helaan napas panjang dari Nisya, sungguh untuk kali ini Nisya sudah memaafkan kesalahan dari Hermawan. Namun, untuk kembali bersatu rasanya tidak mungkin. Nisya tidak siap dalam segala apapun.
"Nila, pulanglah dan katakan pada papamu kalau mamah sudah memaafkannya. Jangan menangis disini, jika ada yang melihatnya orang-orang akan berpikiran yang tidak-tidak tentang kami," ucap Nisya dengan lembut.
"Tapi Mah,",
"Pulanglah sana, kami lelah dan ingin beristirahat." Nathan berucap sangat dingin kepada orang yang ia anggap sebagai adik satu ayahnya ini.
__ADS_1
"Kak,"
"Aku bukan kakakmu!" Nila menunduk dan menyadari Jika ia memang sebenarnya bukanlah adik dari Nathan. Namun, ia sangat menyayangi Nathan dan juga Nisya.
"Aku tahu Kak, kau memang bukan Kakak ku. Mah, aku kesini hanya ingin memberitahu jika saat ini keadaan Papa sedang tidak baik-baik saja."
"Apa maksudmu?" tanya Nathan dengan penuh penekanan.
"Saat ini Papa sedang dirawat di rumah sakit. Dokter bilang Papa terkena serangan jantung. Dan Papa ingin bertemu dengan kalian, Papa takut jika Papa tidak bisa bertemu lagi dengan kalian."
Deg...
Jadi ini... Jadi selama ini, inilah yang membuat perasaan tidak nyaman selalu mengganggunya. Jadi apa karena keadaan Papa nya yang sedang tidak baik-baik saja, inikah yang selalu membuat Nathan terus teringat padanya. Astaga, Nathan merasa sangat bersalah, Papanya sedang tidak baik-baik saja saat ini rupanya.
Mereka bertiga pun kini menuju ke rumah sakit, tak membutuhkan waktu lama kini mereka sudah sampai dan disana. Mereka bertiga pun langsung menuju ke ruangan tempat di mana Hermawan sedang dirawat.
Namun, mereka terkejut karena saat sampai di sana ternyata sudah banyak dokter dan juga suster yang sedang berkumpul di ruangan itu. Nila yang tidak mempedulikan ada banyaknya dokter dan suster yang ada di sana langsung menerobos masuk ke dalam ruangan Hermawan. tubuhnya ini bergetar keringat dingin langsung keluar pikiran yang buruk ini sedang menerpanya semoga yang tidak terjadi hal yang ia harapkan. Jangan...Jangan sampai terjadi hal itu Nila tidak akan sanggup. Jika sesuatu yang buruk terjadi kepada Hermawan.
"Pah, Papa." panggil Nila, terlihat Hermawan sedang memejamkan matanya. Namun, setelah mendengar suara Nila lelaki yang Iya anggap sebagai Papanya selama ini pun membuka matanya perlahan. Ada gurat lega di hatinya.
"Nila," lirihnya.
"Pah, lihatlah siapa yang aku bawa," ucap Nila, dokter dan suster pun kembali keluar ruangan setelah memberitahukan keadaan Hermawan yang ternyata semakin memburuk. Pandangan Hermawan pun kini mengarah ke arah Nisya dan juga Nathan. Senyum pun langsung terbit dari bibirnya yang sudah sangat pucat itu. Nisya dan juga Nathan tidak tega melihat keadaan Hermawan yang sangat menyedihkan dan juga memprihatinkan.
__ADS_1
Nisya pun duduk di samping Hermawan dan menetap sedih dengan keadaan mantan suaminya ini.
"Mas Her," panggil Nisya.
"Nisya, maafkan aku," ucapnya dengan suara yang sangat pelan. Nisya pun langsung menganggukan kepalanya ia menangis melihat keadaan mantan suaminya yang sangat menyedihkan. Bagaimana bisa tiba-tiba Hermawan bisa dalam keadaan sakit seperti ini, Hermawan adalah pria yang sehat dan tidak pernah mengira penyakit.
"Nathan," panggil Hermawan dengan sangat pelan. Nathan pun kemudian mendekati sang Papa.
"Nathan, maaf kan Papa," ucapnya dengan terus tersengal.
"Iya Pah, aku juga minta maaf. Selama ini aku belum pernah bisa membahagiakan Papa." ucap Nathan.
Hermawan kembali terdiam, napasnya kembali tersengal-sengal. Sepertinya banyak yang ingin ia ungkapkan tetapi sangat sulit diucapkan.
.
Pandangan Hermawan kembali melihat ke arah Nisya dan juga Nathan serta Nila. Ia kemudian tersenyum dan menutup matanya dengan perlahan.
"Mas Her!"
"Pah!
****
__ADS_1
Like dan komentarnya aku tunggu ya, novel ini udah detik-detik menuju end ya 🤗