
Demi keamanan dan kenyamanan bersama, Regan memutuskan supaya Rania bisa tinggal d rumah Maheswara sebelum acara lamaran. Selain supaya lebih aman dari gangguan luar, Rania juga akan lebih aman dari incaran Reby. Karena jika Rania tinggal di apartement Reby, Reby pasti akan lebih betah tinggal disana dan mereka tidak terkontrol.
Lain halnya dengan di rumah ini, meskipun Rania dan Reby satu rumah tapi ada Bira dan Regan yang mengawasi mereka berdua.
Hari ini Reby mulai bekerja seperti biasa, begitu juga dengan Rania. Reby sangat bahagia karena sebelum ia bekerja Rania sudah menyiapkan semuanya. Sepertinya Rania mulai latihan menjadi istri yang baik untuk Reby.
Rania juga membantu Bira untuk membuat sarapan, karena ia sudah diijinkan tinggal disini setidaknya ia juga harus membantu calon mertuanya itu.
"Reby udah siap,?" Tanya Bira.
"Kayanya udah Mom, "jawab Rania.
"Kamu panggil Reby aja dulu takut nya dia sakit lagi, biasanya dia selalu turun lebih dulu, " ucap Bira pada Rania.
"Iya Mom, "jawab Rania kemudian ia pergi ke kamar Reby untuk melihat Reby.
"Bocah itu hanya mencari modus saja," ucap Regan.
"Maksud Mas Suami, ?" Tanya Bira yang memang tidak mengerti dengan ucapan suaminya itu.
" Dia sengaja berlama-lama supaya kau meminta Rania untuk melihatnya ke kamar dan setelah itu kau tahu apa yang terjadi," jawab Regan. Dira yang mengerti pun langsung berdecak sebal.
"Kenapa Eby mirip banget sama Papanya, " ucap Bira karena memang suaminya ini banyak sekali modus untuk mengajaknya aye-aye.
"Tentu saja dia putraku, "Jawabnya dengan bangga.
"Tapi mereka gak bakal macam - macam kan,?"Tanya Bira. Regan hanya mengangkat bahunya cuek.
"Dasar kanebo, udahlah anggap aja semangat di pagi hari,kalau mereka gak turun dalam waktu lima belas menit Bira bakal susul. Regan hanya mengangguk saja setuju.
__ADS_1
"Emangnya gak bisa di majuin ya Mas jadwal kita ke desa,?" Tanya Bira yang memang ingin secepatnya pergi kesana.
"Tunggi proyek baru selesai dulu, supaya kita bisa kesana sambil liburan," jawab Regan, Bira pun tersenyum senang karena akhirnya ia bisa pulang dan liburan di kampung halamannya.
***
Tok
tok
tok
"A Reby, cepet turun buat sarapan, " ucap Rania yang berdiri di depan pintu kamar Reby.
Ceklek
Pintu kamar pun terbuka, dan muncullah Reby yang sudah terlihat sangat tampan. Wajahnya sudah kembali segar karena kini ia sudah sehat seperti biasa.
"Jangan menggodaku pagi-pagi begini, aku sedang berusaha menahan untuk tidak menyentuhmu," jawab Reby.
"Siapa yang menggoda, Rania mah cuma memuji dan memandang takjub sama calon imam, " Reby hanya tersenyum mendengarnya. Ingin sekali ia membawa Rania ke dalam kamar dan mengungkungnya agar tidak kemana-mana, namun Reby masih harus bersabar. Sebentar lagi mereka akan mengikat hubungan mereka dengan ikatan suci dan menjadi pasangan yang halal.
"A Reby, boleh minta sesuatu gak, " Tanya Rania.
"Minta apa, ?" Katakan saja," ucap Reby.
"Rania gumush pengen cium pipinya A Reby, boleh gak,?" Tanya Rania sambil malu-malu kambing dan menutup wajahnya membuat Reby semakin gemas saja
"Tentu saja, " ucap Reby kemudian ia menundukkan wajahnya agar tubuh Rania yang tingginya hanya sebatas dada regu bisa menjangkau wajahnya.
__ADS_1
"Astaghfirullah, lutut Rania makin lemes. Kenapa A Reby ganteng banget sihh. Rania pun memegang wajah tampan Reby dan kemudian mencium pipinya.
Cup....
Satu ciuman pun mendarat di pipi Reby, Reby merasa jantungnya berdegup sangat kencang saat bibir mungil itu menempel di pipinya. Begitu pun Rania yang langsung memegang dadanya.
"Ya ampun, ini jantung Rania lompat-lompat A " Ucapnya dengan si dramatisir. Membuat benteng pertahanan Reby runtuh karena merasa sangat gemas pada bebek kecil ini.
Reby pun kemudian mencium bibir Rania dengan sangat lembut dan memberikan gigitan -gigitan kecil di sana. Tidak lama Reby Melakukannya karena takut ketahuan sang Mommy.
Dan mereka pun kemudian dengan cepat turun ke bawah, agar tidak mendapat ceramah panjang dari ratu ubur-ubur.
"Baru aja mau disusul, "ucap Bira.
"Aku sedikit terlambat saat bangun Mom, " jawab Reby kemudian ia duduk di sana berdampingan dengan Rania.
"Ayo cepetan sarapannya katanya hari ini ada kunjungan ke kantor cabang, " ucap Bira, Reby dan Rania pun mengangguk dan dengan segera memakan sarapannya.
"Rania, " panggil Bira.
"Ya, " jawabnya sambil melihat ke arah Bira.
"Nanti kalau mau berangkat kerja lipstiknya benerin ya," ucap Bira yang melihat lipstik Rania terlihat berantakan dan Bira tahu itu karena apa. Reby hanya diam dan pura-pura tidak mendengarkan. Rania pun langsung melihat ke arah Reby dan menepuk bahunya yang keras itu.
"A Reby, kenapa gak ngasih tahu sihh...." ucap Rania karena merasa malu. Namun seperti biasa Reby selalu terlihat datar dan tanpa ekspresi.
"Aku tidak melihatnya tadi," Jawabnya tanpa melihat ke arah Rania. Padahal sebenarnya ia pun merasa malu pada Bira dan juga Regan karena ketahuan nakal.
****
__ADS_1
Dukung novel ini dengan gift vote like dan juga komentar ya 🤗🤗🤗