
"Kak Nathan...!!!" pekik Rully.
"Diamlah, sekarang aku sedang mengajarkanmu cara bermain sayang," bisik Nathan kemudian ia mengecup leher jenjang Rully dan bermain disana.
Seketika kulitnya terasa meremang, ada sensasi aneh yang Rully rasakan. Sesuatu yang nyaman dan juga sangat menyenangkan, hingga ia tidak ingin Nathan berhenti melakukannya. Namun, rasa malu masih mendominasi, hingga tangan mungilnya masih menghalangi kedua aset berharganya.
Nathan yang memang sudah sangat menanti hari ini, tidak ingin kehilangan kesempatan untuk melihat dan merasakan semua yang ada pada diri istrinya.
Nathan mulai melepaskan pakaian yang ia pakai, hingga kini terpampanglah tubuh atletis yang sangat memanjakan mata Rully. Tubuh kekar dan berotot milik Nathan sangat menggoda untuk disentuh. Hingga tanpa sadar Rully pun menyentuhnya dan membuat tubuh Nathan semakin terasa panas. Dengan tidak sabar, Nathan pun menggendong tubuh mungil itu dan merebahkannya di tempat tidur.
Satu-satunya penghalang yang ada pada tubuh bagian atas Rully, Nathan tarik sampai terlepas hingga pemandangan indah itu kini terpampang di depan matanya.
"Kak Nathan Ully malu, jangan liat," ucapnya.
"Jangan malu, lagipula sekarang semua ini adalah milikku." setelah mengatakan itu kini bibir Nathan mendarat disana dan tangan satunya pun tidak bisa diam dan bermain di bagian satunya lagi.
Karena perbuatan Nathan yang membuat Rully melayang-layang, suara lucknut meluncur begitu saja dari bibir Rully. Nathan tersenyum di tengah-tengah kegiatannya, suara Rully semakin membuat gairahnya semakin naik dan semakin cepat memainkannya dan membuat Rully terengah-engah.
Nathan merasa jika kini saatnya torpedo miliknya mendarat di lembah cinta milik Rully. Dengan percaya dirinya, Nathan mengeluarkan torpedo miliknya yang selama ini selalu terkurung di dalam kegelapan yang sunyi. Hanya sesekali Nathan memegangnya jika ia mengingat gadis yang sekarang sudah menjadi istrinya. Namun, kali ini benda pusaka miliknya bukan hanya dipegang ataupun dikeluarkan, karena benda pusaka itu kini akan mendarat dan bermain cilukba dengan sang pemilik halalnya.
Akan tetapi Rully terkejut saat benda itu terlihat kurang ajar dan menunjuknya, karena ternyata ukurannya membuat nyali Rully menciut.
"Kak, i-itu kayanya gak bakal muat." ucap Rully dengan gugup.
"Mana mungkin, kita ini jodoh dan sudah satu pasang. Jadi ukurannya pasti pas," ucap Nathan.
"T-tapi, "
__ADS_1
"Diam dan pasrah saja," ucap Nathan dan kembali mencium bibir mungil itu.
"Eemmmptt...."
Rully menahan rasa sakit yang menjalar di tubuhnya, akibat miliknya di seruduk tanduk ajaib milik Nathan.
"Kaaaakkk....!"
"Tahan sebentar," ucap Nathan yang sedang berusaha untuk mendobrak pintu pabrik bayi milik Rully yang masih bersegel itu.
Ternyata memasukinya tidak semudah yang ia bayangkan, Nathan pikir jika masuk ya tinggal masuk. Disini ia berusaha memasuki tanpa menyakiti. Namun , teori tidak semudah praktek.
Dengan sedikit memaksa akhirnya Nathan mampu membobol gawang milik Rully, hingga ia memekik kesakitan karena terasa sangat perih.
"Aaaaarkhhhh, eemmmptt..." Nathan langsung membungkam bibir Rully dengan bibirnya.
Setelah Rully terlihat agak tenang, Nathan pun mulai menggerakkan tubuhnya. Rully pun mulai merasakan rasa baru yang luar biasa.
Akhirnya malam ini Nathan dan Rully merasakan sesuatu yang baru dalam hidupnya, cinta dan raga mereka bersatu malam ini untuk saling memiliki.
*
*
*
Baru saja Rania hendak memejamkan matanya, hari ini ia merasa lelah dan juga perutnya terasa kenyang karena ia memakan banyak makanan di pesta pernikahan Rully.
__ADS_1
Ia merasa ada yang meraba-raba tubuhnya, aset berharganya kini terasa sedang di mainkan hingga tanpa sadar ia melenguh.
Kesadarannya sedikit demi sedikit mulai terkumpul, Rully pun membuka matanya dan memang ternyata benar jika Reby lah pelakunya.
"A Reby, " gumamnya.
"Tidurlah biar aku yang melakukannya," ucap Reby.
"Gimana bisa tidur, kalau A Reby gangguin Rania,"
"Aku bukan mengganggumu tapi aku sedang memproses pembuatan anak kita," jawab Reby.
"Bilang aja mau nganu-nganu iya kan?"
"Bebek pintar," Reby tersenyum dan kemudian langsung mencium bibir Rania dan memulai aksinya.
"Dasar anak ubur-ubur,"
*
*
*
Kayanya cerita ini cuma sampai disini aja ya karena mereka semua sudah bahagia 🤗, kalau ada yang nanyain Radit, nanti ya Mimin bikin bukunya khusus. Sekarang aku mau beresin dulu novel aku satu-satu di sini sama di tetangga 😌 biar otak gak terlalu ngebul.
Nanti mampir di ceritanya Aira sama Abian ya di NIKAH DADAKAN 😘😘😘.
__ADS_1
Makasih semuanya yang udah selalu ngikutin semua aku dari awal sampai akhir, I love U 😘😘😘