GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA

GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA
Bab 68


__ADS_3

"Apa !!! Kau menitipkan ikan sapu-sapu kecil itu pada ikan paus! Bagaimana kalau dia di telan !!!" Reby sangat kesal mendengarnya bagaimana bisa asistennya ini menitipkan sepupunya kepada seorang pria dewasa.


"Astaga, kenapa aku tidak berpikir sampai sana," gumam Radit.


"Itu karena otakmu sangat pendek, menyebalkan !" kesal Reby. Sambil mengomeli Radit ia dengan segera mengambil ponselnya, dan segera menghubungi orang yang kini ia anggap sebagai predator sepupunya.


***


Setelah mengantarkan Rully ke kelasnya, Nathan pun dengan segera pergi karena ia juga masih punya banyak pekerjaan di kantornya. Namun baru saja ia masuk kedalam mobilnya ponselnya berbunyi, Nathan pun dengan segera mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menghubunginya.


Ternyata panggilan itu dari Reby, ada apa Reby menghubunginya pikir Nathan, bukankah meeting tentang proyek baru keluarga mereka masih seminggu lagi. Namun karena penasaran Nathan pun menggeser icon berwarna hijau itu.


"Hallo, ada apa ?" tanya Nathan.


[Hallo, dimana ikan kecil itu kau tidak menelannya kan ] Tanya Reby dengan sewot, karena jika sampai terjadi sesuatu kepada sepupunya itu sudah pasti ia yang akan di telan oleh Regan.


"Oh ya ampun, sepupumu itu tidak enak di konsumsi. Kenapa aku harus menelannya" jawab Nathan.


[Sekarang kau sedang dimana?] Tanya Reby.


"Aku sedang berada di dalam mobil, memangnya kenapa?" Tanya Nathan.


[Jangan berbohong] ucap Reby, Nathan mendengus kesal pada pangeran ubur-ubur ini.


"Apa kau ingin melakukan panggilan video denganku, agar kau bisa sekalian melihat wajahku yang tampan !"


[Tidak terima kasih, aku takut mual ] Reby pun langsung mematikan panggilannya pada Nathan, sebelum ikan paus itu melakukan panggilan video dengannya. Itu akan sangat menggelikan, pikir Reby.


"Bagaimana Tuan ?" tanya Radit.


"Ikan sapu-sapu aman dari ikan paus," jawab Reby. Radit pun bisa bernapas dengan lega.


"Syukurlah, kalau begitu. Jadi aku bisa bekerja dengan tenang." ucap Radit.

__ADS_1


***


Saat istirahat jam makan siang, Rully pergi ke kantin perutnya sangat lapar. Ia ingat jika tadi Nathan memberikan makanan masakan spesial dari Mamahnya. Rully pun sekalian membawa makanannya kesana.


Namun saat di kantin, ia bertemu kembali dengan gadis minum akhlak yang sudah menyerangnya tadi. Namun Rully dengan sengaja tidak memperdulikannya, toh untuk apa pikir Rully.


Ia pun langsung memakan makanan yang di berikan oleh Nathan. Rasanya benar-benar enak, "Mamah Nisya memang pinter banget masak," gumamnya.


"Dasar gadis kampung " ucapnya pada Rully namun Rully tidak memperdulikannya. Monica yang tahu jika Rully sepupu Reby memperingatkan gadis yang ada di dekatnya untuk tidak menggangunya, jika tidak ingin mempunyai masalah ke depannya.


"Aku beritahu kau, sebaiknya jauhi gadis kecil itu jika kau tidak ingin mendapatkan masalah nantinya," ucap Monica. Ia masih ingat betul saat ia berbuat kasar pada Rania, Reby tidak segan-segan menghancurkan kariernya yang baru saja ia mulai yaitu menjadi model. Dan jika Monica masih mengganggu Rania maka perusahaan Papanya yang menjadi taruhannya.


"Memangnya kenapa, dia hanya gadis kecil tidak berdaya," ucapnya dengan sinis.


"Kelihatannya memang seperti itu, asal kau tahu saja kekuatan yang melindunginya dari belakang sangatlah besar. Tapi terserah padamu, aku sudah memperingatkannya padamu. Semoga kau tidak menyesal," bisik Monica kemudian ia pun pergi dari sana dan meninggalkan gadis itu.


"Memangnya sebesar apa kekuatan yang melindungi gadis kecil itu," gumamnya.


Tak lama ia keluar dari toilet kemudian ia pun segera mencuci tangan. Namun ia terkejut saat ia keluar dari toilet, ia di cegat seseorang. Seseorang yang tadi pagi mencari masalah dengannya.


"Minggir, " ucap Rully. Namun gadis ini masih saja dengan sengaja menghalangi jalan Rully.


"Budeg ya, " kesal Rully.


"Jangan bicara sembarangan !"


"Kalau gitu minggir !" namun bukannya menyingkir gadis itu malah langsung mendorong Rully hingga terjengkang. Entah apa masalahnya dengan Rully. Tapi ia terlihat sangat tidak menyukai Rully.


"Aaaaarkhhhh, !" Rully terjatuh, namun ia tidak mau kalah. Ia pun langsung mendorong lagi gadis itu hingga terjungkal.


"Dasar gadis kampung, seharusnya kau tidak kuliah disini. Orang tuamu memang tidak tahu diri ! Menginginkan anaknya mengemban pendidikan di sini !!!"


Mendengar orangtuanya di sebut-sebut, sungguh Rully tidak terima hingga ia menjamb*k rambut gadis itu. Tidak cukup sampai di situ mereka kini saling menyerang dan mencakar. Dan perkelahian pun tak bisa terhindarkan lagi, perkelahian ala perempuan tentunya 😌.

__ADS_1


Mendengar ada keributan mahasiswa yang lain pun langsung menghampiri mereka, namun bukannya memisahkan mereka malah sibuk menonton dan mengeluarkan ponselnya untuk mengambil gambar dan juga video perkelahian mereka.


Sampai akhirnya mereka dilerai oleh dosen, mereka berdua pun langsung di amankan dan di bawa ke ruangan dosen itu.


"Apa yang kalian lakukan sungguh sangat memalukan !!! Kalian tidak mencerminkan pribadi orang yang berpendidikan !!! "


"Dia yang mulai Pak, dia tiba-tiba dorong aku " ucap Rully membela diri karena memang begitu kenyataannya.


"Itu karena kau sangat menyebalkan, seharusnya aku melakukan hal lebih dari ini !!!" Sentak gadis itu.


"Urusan kamu teh apa sih sama Ully, kenal juga enggak, pengen cari perhatian bukan gitu caranya Neng," ejek Rully.


"Aku tidak mencari perhatian !" balasnya.


"Atau cari sensasi ?"ejek Rully lagi


"Tidak...!!!"


"Sudah-sudah, kalian ini siapa namamu aku akan memberikan surat peringatan pada orang tuamu ?" Tanya dosen itu.


"Rully Pak, " jawabnya. keadaan hatinya tidak senang wajahnya Karena kini Rully tengah khawatir jika masalah ini akan menjadi besar dan membuat malu keluarga Bira.


"Dan kamu siapa nama kamu?!"


"Nila Pak, " jawabnya, Rully tiba-tiba tertawa saat mendengar ucapan dari gadis yang menyebutkan namanya barusan.


"Kenapa kau tertawa, ?" Tanya Nila karena merasa aneh pada Rully, kenapa ia bisa-bisanya tertawa padahal tidak ada hal lucu di sana.


"Jadi namanya Nila, kenapa gak ikan gurame aja atau mujair gitu, !" Ucap Rully sambil terus terbahak.


***


Ya ampun Ully 😆😌

__ADS_1


__ADS_2