GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA

GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA
Bab 21


__ADS_3

Lewat tengah malam Reby baru pulang, dan ia terkejut saat melihat Regan dan Bira yang sedang menunggunya.


"Mom..." panggil Reby yang baru saja masuk ke rumah dengan wajah yang berbinar bahagia.


"Darimana saja kau, kenapa baru sampai, ?" Tanya Regan.


"Aku ada urusan Pah, "jawab Reby santai.


"Urusan apa sampe malem kaya gini, ?" Tanya Bira dengan wajah menyelidik.


"Oh astaga , aku sudah besar Mom aku sudah dewasa dan bukan anak kecil lagi," jawab Reby dan duduk di hadapan mereka.


"Kau kemana kan gadis itu, ?" Tanya Regan. Reby agak terkejut kenapa Regan menanyakan gadis, gadis yang mana apa Rania pikir Reby.


"Gadis yang mana, ?" Tanya Reby dengan wajah datar membuat Regan berdecak sebal mendengarnya.


"Jangan pura-pura, asistentmu memangnya siapa lagi,? ucap Regan.


"Mungkin dia sedang tidur di apartemennya, "


"Kau tidak melakukan apa-apa padanya kan,? Tanya Regan


"Melakukan apa,?" Reby mencoba memasang datar agar Regan tidak curiga kalau barusan dia melakukan sesuatu pada Rania dan hanya sedikit saja ia melakukan sesuatu padanya. Dan tidak mungkin Reby mengatakan pada orang tuanya bukan.


"Ishhh, kau itu laki-laki dewasa Reby. Kau punya kebutuhan biologis dan aku harap kau tidak melakukan sesuatu diluar kendalimu, " ucap Regan menasihati putranya.

__ADS_1


" Jangan macem-macem ya Eby, kamu jangan bikin anak orang tekdung. Mommy gak mau nanti tiba -tiba ada orang kesini minta di nikahin sama kamu, gara-gara kamu bercocok tanam duluan, " sambung Bira yang memang ucapannya tidak pernah memakai saringan.


"Oh ya ampun, kalian terlalu berlebihan menilaiku seperti itu. Aku tidak mungkin berbuat seperti itu. " bantah Reby yang jujur saja ia malu mendengar ucapan orangtuanya. Meskipun ia sangat menginginkan Rania tapi ia tidak mungkin melakukan hal lebih padanya. Reby masih punya batasan dalam berbuat.


Setelah mengintrogasi Reby, Bira dan Regan pun kembali ke kamarnya dan melanjutkan kegiatannya di dunia mimpi yang tadi sempat terganggu karena mereka berdua khawatir kepada Reby.


Dan kini di kamarnya Reby sedang memikirkan banyak hal, Reby sedang menata hatinya pada Rania. Apa ia benar-benar sudah mencintainya atau bagaimana. Tapi yang jelas ia tidak mau jika Rania di dekati oleh orang lain dan juga tidak rela jika harus berjauhan dengan Rania, seperti sekarang ini. Ia ingin sekali bertemu dengan Rania lagi dan menciumnya lagi. Tanpa Reby sadari bibirnya tersenyum saat mengingat kejadian beberapa waktu lalu.


"Dasar bebek cerewet, " gumamnya.


*


*


*


"Rania teh jadi ngerasa kaya punya suami, kemana-mana harus minta ijin sama A Reby, " gumamnya sambil tersenyum dan kemudian pergi ke toko buku yang ia tuju.


"Berbekal atm yang di berikan oleh Reby hari ini ia ingin berjalan-jalan di kota seperti yang ia inginkan sejak dulu. Tadinya Reby ingin mengantarnya, namun Bira meminta Reby untuk tidak kemana-mana dan membantu Regan menyelesaikan pekerjaannya yang banyak tertunda saat ia tidak sehat kemarin. Akhirnya Reby pun menuruti keinginan sang Mommy walaupun sebenarnya hatinya sangat tidak tenang membiarkan Rania keluar sendiri. Dimana bebek kecil itu selalu mudah terpesona dengan pria tampan, Reby takut jika iman Rania goyah dan tergoda oleh godaan di luar.


Kini sampailah Rania di sebuah toko buku, dia ingin sekali membeli buku novel kesukaannya. Rania sangat suka dengan novel romantis dan juga novel yang bergenre horor. Jadi ia ingin sekali membelinya. Karena di saat ia sendirian di apartment ia ingin menghabiskan waktunya dengan membaca buku.


"Ya ampun, ini novel yang Rania cari-cari teh, uhhhh suka banget sama novel horor ginj teh ," gumamnya. Kemudian ia mencari buku lain lagi. Ia kemudian menemukan sebuah buku tentang pengetahuan dan bisnis. Ia ingin membelinya juga untuk menambah ilmu wawasannya. Namun saat ia akan mengambilnya ada satu tangan juga yang hendak mengambil buku itu. Hingga buku itu di pegang oleh Rania dan orang itu.


Rania pun melihat orang yang memegang buku yang juga sedang ia pegang.

__ADS_1


"Nathan, ?"


"Rania, hei sedang apa kau di sini,? " Tanya Nathan yang bahagia bisa bertemu dengan gadis yang ia suka.


"Lagi lomba makan kerupuk, ya lagi beli buku atuh emangnya apa lagi kalau di toko buku, " jawab Rania sambil menarik buku yang dipegang oleh Nathan hingga buku itu ia pegang sendiri. Nathan tersenyum melihat sikap Rania. Padahal tanpa Rania memintanya Nathan akan mengalah dan tidak akan membeli buku itu.


"Kamu itu lucu sekali... Oh ya bagaimana keadaanmu, apa kamu tidak apa-apa,?" Tanyanya karena khawatir melihat melihat Rania semalam terjatuh ke kolam.


"Gak apa-apa kan ada A Eby yang tolongin Rania," jawab Rania tersenyum dan kemudian mencari buku yang lainnya lagi tanpa mempedulikan Nathan yang mengikutinya.


"Rania ,"


"Kenapa, ?" Tanya Rania.


"Bagaimana kalau kita minum teh dulu atau kita makan siang bersama, " ajak Nathan. Rania terlihat berpikir karena sebenarnya ia juga sudah lapar dan tidak tahu tempat malan yang enak.


"Emmm, boleh deh. Tapi nanti Rania bayar bukunya dulu ya, "


"Biar aku saja yang bayar, " ucap Nathan.


"Oh gak usah, uang Rania banyak. Di kasih A Eby katanya buat dp nafkah, " ucap Rania sambil tersenyum senang.


"A-apa, dp nafkah...."


***

__ADS_1


Hari Senin waktunya vote ya 😘😘😘😘


__ADS_2