GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA

GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA
Bab 42


__ADS_3

Malam ini menjadi malam yang ramai di desa itu karena sedang diadakan acara lamaran untuk Rania, Rania sudah terlihat sangat cantik malam ini. Sederhana namun elegan, tapi tak menghilangkan kesan imutnya. Keluarga Rania sungguh tidak menyangka jika putrinya akan pulang membawa rombongan untuk melamarnya. Mereka juga tidak menyangka jika keluarga Reby yang sangat kaya raya bisa menerima putrinya sebagai menantu di keluarga itu.


Awalnya mereka ragu untuk menerima lamaran itu setelah Rania mengatakan jika keluarga Reby akan datang ke rumahnya untuk melamarnya. Namun mereka berpikir kembali jika calon mertua Rania adalah Bira adik kelas dari ayahnya Rania yang terkenal sebagai orang yang membuat ulah namun dia adalah orang yang sangat baik. Begitupun juga dengan Abah yang selalu baik terhadapnya dan juga keluarganya,jadi untuk itu mereka pun menerima lamaran Reby untuk Rania karena mereka yakin jika mereka akan bersikap baik kepada putri mereka jika suatu saat nanti menikah dengan Reby.


"Alhamdulillah, " ucap mereka semua dengan serentak. Seluruh keluarga sangat bahagia terutama Reby dan juga Rania, karena sebentar lagi mereka akan menjadi pasangan halal.


"Akhirnya ikan laga-laga di lamar juga oleh pangeran ubur-ubur," ucap Bagas.


"Papa mertua jangan berkecil hati, karena Pangeran Abon juga akan melamar putri cantik Papa pelit," ucap Rasya dengan semangat. Bagas langsung mendelik ke arah Rasya yang menobatkan dirinya sebagai pangeran Abon itu.


"Astaga tanganku gatal sekali, " jawab Bagas.


"Jangan macam-macam pada putraku, atau aku akan memotong gagang sapumu yang jelek itu," bisik Ramon.


"Siapa yang kau bilang jelek, Maxy bahkan sangat tampan dan gagah. Kalau kau tidak percaya kau bisa melihatnya," jawab Bagas


"Tidak terima kasih, aku bukan kaum adu pedang " jawab Ramon bergidik ngeri.


"Manusia ini bahkan memberi nama gagang sapunya, menggelikan " sambung Rama yang mendengar percakapan calon besan itu.


*

__ADS_1


*


*


Kini Reby dan Rania tengah mengobrol berdua di luar, dibawah cahaya bulan dan taburan bintang sehingga suasananya terlihat sangat romantis.


"A Reby tahu gak hari ini Rania teh seneng banget,"


"Memangnya kau senang kenapa,?" Tanya Reby.


"Ya seneng karena pangeran ubur-ubur yang ganteng sebentar lagi jadi calon suami Rania atuh, gimana sih gak peka terus jadi gemes pengen cium A Reby jadinya,"


'Aku harap mereka tidak lupa jika ada makhluk jomblo yang terluka di sini,' gumam Radit dalam hati.


"Aku tidak melupakan kehadiranmu, jadi berhentilah bersikap seperti kerbau yang akan melahirkan, "ketus Reby.


"Mas Radit mau ketemu sama ikan gurame gak, ?" Tanya Rania.


"Tidak terima kasih, maaf tapi aku ragu dengan rekomendasimu" jawab Radit mantap.


"Kenapa ragu, katanya minta di cariin ikan gurame biar gurih-gurih," Rania mengerucutkan bibirnya kesal.

__ADS_1


"Sudah biarkan saja dia, mungkin dia ingin mencari bekicot atau siput untuk ia jadikan pacar," ucap Reby.


"Bukan begitu Tuan, anda bisa lihat sendiri jika Rania ini ikan laga-laga. Mana mungkin dia berteman dengan ikan gurame, mereka bukan satu populasi," jawab Radit.


"Terserah... emang susah kalau ngomong sama lele jomblo" ketus Rania


"Apa, aku ikan lele. Aku ini bagaikan ikan arwana yang hebat dan gagah, enak saja kau bilang aku mirip ikan lele, "bantah Radit.


"Apa kau tidak bisa diam, " ucap Reby.


"Tuan, bocah kecil itu mengejekku, " Radit merajuk pada Reby.


"Mengalah saja, bukankah kau sudah besar masih bertengkar dengan anak kecil," ucap Reby . Rania pun tertawa senang karena di bela oleh Reby.


"Ya udah kalau gak mau kenalan sama ikan gurame, nanti Rania cariin ikan mujair, " ucapnya sambil terbahak-bahak.


'Untung saja kau calon istri bos ku kalau tidak sudah aku jitak bocah kecil itu,' gumam Radit dalam hati.


****


Yang belum kasih vote dan gift di tunggu ya 🤗

__ADS_1


__ADS_2