GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA

GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA
Bab 70


__ADS_3

Karena tidak ingin berlama-lama melihat Julia dan juga Nila, Nisya dengan segera mengajak Rully pergi dari sana. Rully pun hanya bisa menurut saja, karena ia juga tidak mau berinteraksi lebih lama dengan ibu dan anak yang jahat itu.


Nila menatap nanar kepergian Nisya, sebenarnya ia ingin sekali dekat dengan Nisya. Namun tentu saja Nisya tidak akan bersedia, bagaimana pun juga Nila adalah putri dari suami dan juga selingkuhannya.


Saat Nisya melihat Nila, saat itu juga hatinya terasa sangat sakit. Meskipun Nila tidak tahu apa-apa tentang hubungan orangtuanya. Tetap saja jika melihat Nila Nisya merasa jika lukanya yang masih menganga itu terasa seperti tersiram air garam, sangat perih.


"Mah kita mau kemana?" tanya Rully.


"Kita obatin dulu luka kamu ya kita ke dokter," ajak Nisya.


"Gak usah Mah, nanti juga bakal sembuh sendiri,"


"Pokoknya kita obatin sebentar ya, " karena tidak mungkin menolak lagi akhirnya Rully pun menurut saja.


*


*


*


"Mah, mamah kenapa sih gak bisa baik sama Mamah Nisya ?" tanya Nila pada Mamahnya. Kini mereka berdua baru saja sampai di rumah mereka dan duduk bersebrangan. Sama seperti pikiran mereka yang terkadang selalu bersebrangan.


"Untuk apa, supaya Papa kamu kembali sama dia ? Kamu jangan aneh-aneh ya !" Kesal Julia, karena putrinya ini selalu saja ingin dekat dengan istri dari mantan suaminya itu.


"Aku kan pengen deket sama mereka, aku pengen kita kumpul. Aku mau hubungan aku sama Kak Nathan juga baik. Aku pengen deket sama Kak Nathan Mah, kayanya asik gitu kalau punya Kakak laki-laki," ucap Nila.


"Udahlah, dari dulu itu terus yang kamu omongin. Kamu emang gak ngerti sama perasaan Mamah ! " Julia pun kemudian pergi meninggalkan putrinya, ia malas mendengar rajukan dari Nila yang selalu itu-itu saja. Kenapa harus meminta kakak laki-laki, kenapa tidak minta adik saja. Mungkin jika Nila meminta adik laki-laki, maka Julia akan memikirkannya.


*


*


"Semua sudah selesai Nona, nanti saya akan memberi resep untuk anda," ucap dokter perempuan itu. Rully pun mengangguk dan tersenyum.


"Apa bekas lukanya akan hilang, luka memar itu pasti sangat sakit," tanya Nisya.


"Lukanya nanti akan hilang Nyonya, saya juga akan memberikan obat pereda rasa sakit," ucap dokter itu lagi.

__ADS_1


"Baiklah, terima kasih, " ucap Nisya.


"Sama-sama Nyonya,"


Tadinya Nisya akan mengajak Rully ke kantor Nathan untuk memberi kejutan, tapi melihat keadaan Rully yang terluka membuat Nisya mengurungkan niatnya dan mengantar Rully pulang supaya ia bisa istirahat di rumahnya.


Setelah menempuh perjalanan sekitar dua puluh menit, akhirnya mereka sampai di kediaman Maheswara. Nisya sempat terkejut saat melihat tempat tinggal Rully, apalagi di depan rumah itu tertera nama Maheswara. "Rully, jadi kamu salah satu anggota keluarga Maheswara?" tanya Nisya.


"Oh iya Mah, Aunty Ully itu istrinya Om Regan. Dan Ully itu keponakannya Aunty Bira yang dari desa. Ully diajak kesini dan di kuliahin sama Om Regan disini," jawab Rully.


"Oh begitu rupanya, keluarga ini sangat terpandang dan juga sangat baik. Pantas saja kau itu gadis yang baik," ucap Nisya sambil membelai rambut Rully.


"Mamah mau masuk dulu ?" tanya Rully.


"Emmm, lain kali saja ya. Mamah mau ketemu sama Nathan dulu, ada hal penting yang mau Mamah bicarakan sama Nathan. " jawab Nisya, ia sudah tidak sabar ingin menceritakan hal yang terjadi barusan pada Nathan. Bagaimana Nila menyerang Rully begitu pun Julia yang ikut-ikutan menyerang gadis kecil itu.


"Oh ya udah, Ully masuk dulu kalau gitu. Makasih ya Mah, makasih buat semuanya."


"Sama-sama sayang,"


Saat masuk ke dalam rumah, disana ada Bira dan Rania yang sedang mengobrol. Bira dan juga Rania melihat ke arah Rully yang baru masuk rumah. Namun, mereka terkejut saat melihat wajah Rully yang memar-memar.


"Astaghfirullah Ully kamu kenapa, jatuh di parit?" tanya Bira sambil menuntun Rully ke sofa dan mendudukkannya. Bira langsung memeriksa wajah Rully namun wajahnya terlihat seperti sudah diobati dan juga terlihat ada plaster yang menempel di dahi dan pipi serta lehernya.


"Enggak, Ully tadi abis smack down di kampus. Ada ikan nila cari masalah," jawabnya


"Ikan nila ?" tanya Bira, merasa aneh membayangkan Rully berkelahi dengan ikan nila. Memangnya ukuran ikannya sebesar apa, sampai bisa adu gulat dengan Rully, pikir Bira.


"Ah kamu mah gak keren, cari masalah sama ikan nila. Kenapa gak cari masalah sama ikan hiu aja sekalian biar seru," ucap Rania sambil tertawa.


"Udah ada ikan paus yang cari gara-gara, gak mau nambahin lagi Ully pusing. Masalah sama ikan paus aja belum selesai."


Rully jadi memikirkan ucapan Nisya tadi yang mengatakan jika ia adalah calon menantunya. Yang berarti mungkin saja Nisya berharap ia akan menikah dengan Nathan. Rully langsung bergidik membayangkannya. Bagaimana ia bisa menikah dengan Nathan yang tinggi besar, juga sangat galak. Bisa habis ditelan di malam pertama nanti pikirnya.


Tapi kemudian ia melihat ke arah Rania yang satu ukuran dengannya. Ia tidak apa-apa dan masih utuh setelah di ehem-ehem oleh Reby.


Rully tidak tahu saja bahkan Rania sering kewalahan saat melayani keinginan Reby. Bahkan hari ini saja ia sampai tidak kuliah karena merasa sangat kelelahan.

__ADS_1


"Ully kok kamu jadi ngelamun?" tanya Rania.


"Kamu ada masalah di kampus, nanti di bilangin sama Om Regan atau sama Eby," ucap Bira.


"Nggak kok, nggak apa-apa, Ully masuk kamar dulu ya. Mau istirahat," pamit Rully.


"Ya Udah kamu istirahat aja dulu," ucap Bira. Setelah Rully ke kamar, Bira dan Rania langsung mengambil ponselnya dan dengan segera menghubungi suami mereka masing-masing, Regan dan Reby.


*


*


Di kantor Regan dan juga Reby serta Radit sedang membahas masalah pekerjaan disana. Di saat bersamaan ponsel Regan dan juga Reby berbunyi. Dan ternyata itu adalah panggilan dari istri mereka berdua.


Regan dan Reby tersenyum saat mendapatkan panggilan dari orang-orang yang sangat mereka cintai. Namun sebelumnya Regan dan Radit melihat ke arah Radit.


"Kenapa mereka berdua melihatku seperti itu, perasaanku jadi tidak enak," gumam Radit


"Hei Radit, tutup mata dan telingamu." ucap Regan.


"Memangnya kenapa Tuan,?" tanya Radit tidak mengerti, masalahnya Radit memang tidak mengerti karena otaknya masih polos. Polos-polos lucknut maksudnya.


"Kami akan bercinta di telepon, memangnya jantungmu tidak akan kepanasan," sambung Reby.


"Apa...?"


'Astaga, mereka memang ayah dan anak yang lucknut,' gumam Radit dalam hati.


*


*


*


Hadeuuhh Radit tenang aja, nanti Mimin kasih jodoh yang menguji iman buat kamu 😌😌😅😅


Besok hari Senin jangan lupa vote yan 🤗😚😚💃💃

__ADS_1


__ADS_2