GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA

GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA
Bab 46


__ADS_3

Semua orang kini sudah kembali ke kota, rencana pernikahan juga akan di laksanakan di hotel keluarga Maheswara. Semua orang tentunya di undang, seperti dulu undangan pernikahan saat Regan dan Bira menikah.


Semua orang sangat bahagia dengan pernikahan ini, terutama kedua mempelai yang memang sudah sangat tidak sabar ingin menjadi pasangan halal. Apalagi Reby yang sudah sangat bosan selalu diikuti oleh Radit kemana pun ia pergi.


Reby sudah siap dengan setelan jas putihnya, ia terlihat sangat tampan dan juga gagah. Perpaduan antara Regan yang tampan dan juga Bira yang cantik, membuat Reby terlihat sangat sempurna.


"Anak Mommy ganteng banget," ucap Bira sambil mengusap bahu Reby dengan lembut.


"Tentu saja dia lahir dari bibit premium milikku," ucap Regan dengan bangga.


"Selamat Tuan Kanebo, akhirnya anakmu menikah juga," ucap Rama.


"Bicaramu itu tidak enak di dengar, anakmu yang terlalu cepat menikah dasar unta tua, !" jawab Regan.


"Siapa yang kau panggil tua,?" Tanya Rama.


"Tentu saja kau, memangnya siapa lagi yang punya julukan unta," jawab Regan.


"Hei sudahlah kalian ini selalu saja berisik," ucap Revan.


"Benar, mereka selalu saja berdebat ," timpal Ramon.


"Aku tidak bertanya pendapatmu !" ucap Regan dan Rama serempak. Hingga semua orang tertawa. Sungguh hari ini mereka sangat bahagia. Karena akhirnya Reby mau membuka hatinya pada seorang perempuan. Perempuan mungil yang cantik.


"Pah, setelah ini nikahkan aku dengan Sabrina ya, " ucap Rasya.


"Siapa yang mau menikah denganmu, ?" Sabrina memu kul bahu Rasya.

__ADS_1


"Kau sayangku, cintaku kau ratu di hatiku ," ucap Rasya dengan di dramatisir.


"Menyebalkan, " ketus Sabrina


"I love you, " ucap Rasya tersenyum.


"Astaga, lihatlah Sasako putramu itu " ucap Bagas kesal.


"Kenapa, dia tampan kan seperti Papanya ," jawab Sasa.


"Terima kasih sayang, " ucap Ramon.


"Sama-sama sayangku, " jawab Sasa


"Astaga aku tidak bisa membayangkan bagaimana nanti jika aku berbesanan dengan mereka.


"Pasti akan sangat ramai, " jawab Siena sambil menahan senyum, melihat interaksi mereka yang sangat lucu menurutnya.


Acara ijab kabul pun di Langsungkan, Reby dengan gagahnya duduk disana, Rania pun di tuntun oleh Bira dan ibunya untuk duduk di samping Reby.


Reby pun melihat ke arah Rani, sungguh Reby sangat terpesona melihatnya. Bebek kecil ini sangat cantik tubuh mungilnya sangat pas menggunakan kebaya modern yang di rancang khusus oleh Miss Bella alias Beni. Semua karyanya memang tidak usah di ragukan lagi. Sungguh luar biasa, ia mampu menyulap Rania menjadi bak seorang putri.


Acara pun di mulai semua orang tengah fokus pada acara ijab kabul itu, hingga terdengar semua orang serempak mengucapkan.


"Sah....!!!" tepuk tangan riuh pun terdengar di ruangan itu. Reby tersenyum bahagia begitu pun dengan Rania.


Rania pun mencium tangan Reby, dan Reby pun mencium kening Rania dengan mesra. Suasana semakin riuh saja melihat kedua pengantin yang terlihat sangat mesra.

__ADS_1


"Ya ampun meni mesra banget, Ully juga mau atuh punya suami," ucap Rully, menatap kagum kepada kedua pengantin.


"Carilah ikan sapu-sapu jantan lalu ajaklah menikah," jawab Radit sambil tergelak. Yang kebetulan ia ada di samping Rully dan juga sedang menatap Bos nya dan berkhayal akan menikah dengan seorang gadis cantik nan seksi suatu saat nanti.


"Buat apa cari ikan sapu-sapu, kalau ada ikan lele di depan mata, " jawab Rully, tersenyum melihat ke arah Radit sambil menengadahkan kepalanya karena tubuh Radit yang memang jauh lebih tinggi darinya.


"Kenapa saat melihat ikan lele kau melihatku, " ucap Radit sambil melotot ke arah Rully.


"Kalau Rully liatnya ke orang lain mah atuh jatuhnya fitnah, orang ikan lelenya juga ada di depan mata," ucap Rully.


"Enak saja, kau mengatakan aku ini ikan lele, aku ini...."


"Ikan gurame...." potong Rully sambil tertawa dan memegang perutnya.


Pletak...


Radit pun menyentil kening Rully, ia gemas pada gadis kecil yang sangat menyebalkan ini.


" Sakiiiitttt... dasar lele galak " Rully memu kul bahu Radit karena sebal.


"Tidak sakit, dasar pendek, " jawab Radit.


Saat semua orang sedang berbahagia, ada satu orang yang bersedih melihat pernikahan antara Reby dan juga Rania. Ia melihat Rania dengan tatapan sedih.


"Rania, seharusnya kau menjadi milik ku " gumamnya.


Kalau cerita Radit aku sisipin disini boleh gak, gimana menurut kalian 😁, Like dan komennya dong 💃💃💃

__ADS_1


__ADS_2