
Karena sudah mendapatkan ijin dari Reby, Rania dan Rully Langsung pergi ke sebuah Mall besar di kota itu. Sebagai gadis muda tentu saja berjalan-jalan ke tempat seperti ini membuat mereka sangat senang. Karena mereka bisa menghabiskan waktu dengan berbelanja barang apapun yang mereka suka.
"Rania selain mau beli baju dinas kamu mau beli baju apa lagi,?" Tanya Rully.
"Aku mau beli novel kesukaan aku, aku juga mau beli baju buat kuliah dan apalagi yah, nanti lah aku pikir - pikir sambil jalan." ucapnya, Rully pun mengangguk mengerti.
Tempat pertama yang mereka kunjungi adalah toko baju dinas yang akan Rania beli. Kedua gadis itu berdecak kagum karena melihat baju dengan model saringan ada dimana - mana. Rully sampai menggeleng-gelengkan kepalanya karena melihat pakaian yang sudah menodai matanya.
"Ya ampun Rania, baju kurang bahan kaya gini aja mahal banget ya, " ucap Rully yang kaget saat melihat harga yang tercantum di sana
"Iya ya, padahal mah bajunya juga mirip saringan," ucapnya sambil tertawa karena merasa lucu dengan pakaian dinas yang ada di sana.
"Tapi A Reby suka kalau aku pake baju ginj, " ucap Rania.
"Ya jelas suka, bajunya juga tembus pandang gini " jawab Rully.
"Menurut kamu bagus yang warna apa,?" Tanya Rania
"Terserah kamu aja lagian pake warna apa aja tetep sama dalemnya kelihatan...." ucap Rully asal.
"Ya udah Rania pilih yang warna merah aja biar hot," ucapnya sambil tertawa. Setelah selesai memilih baju dinas, mereka pun pergi mencari barang yang lain, barang yang tidak terlalu penting seperti jepit rambut bondu dan juga teman-temannya mereka beli.
Mereka pun terus mengelilingi Mall itu untuk mencari barang yang sebenarnya mereka juga tidak tahu, karena tujuan utama mereka hanyalah bisa bermain-main saja. Sedangkan membeli baju dinas untuk Rania hanya sebagai bentuk surat ijin dari Reby.
*
*
*
"Apa Rania belum pulang,?" Tanya Reby pada Radit.
__ADS_1
"Saya sudah menghubungi orang rumah katanya Rania belum pulang Tuan, " jawab Radit.
"Kemana dia, harusnya dia sudah pulang dari sana," gumam Reby.
"Kenapa anda tidak meneleponnya saja Tuan," usul Radit.
"Baiklah," Reby pun langsung menghubungi Rania dan tak lama Rania langsung mengangkat panggilan dari Reby.
" Kenapa A, Rania lagi mau makan dulu Rania laper. Udah ini Rania langsung pulang," ucap Rania yang sudah tahu apa yang akan di tanyakan oleh suaminya ini.
"Cepatlah, jangan terlalu lama main di luar. Aku khawatir," ucap Reby. Khawatir dalam artian jika Rania akan melihat pria tampan lain di luar sana.
"Oke Aa sayang, tunggu Neng pulang yaaa, muaaahhh "
Reby tersenyum senang saat mendengar suara cempreng Rania, apalagi sudah memberikan ciuman jarak jauh padanya. Semakin tidak sabar saja Reby ini dan ingin segera pulang untuk mengajak istrinya bermain ehem-ehem. Aahhh sungguh indah sekali rasanya, jika sudah halal seperti ini. Karena ia bisa melakukannya kapan pun ia mau, tanpa ada yang menjaganya.
*
*
*
"Rania biar Ully aja yang pesen, kamu mah tunggu aja di sana,"
"Oh ya udah, makasih ya. Kebetulan kaki Rania sakit sama pegel juga,"
"Ya udah nanti biar Ully aja yang pesenin," Rania pun mengangguk dan mencari tempat duduk yang nyaman, kebetulan tempatnya tidak terlalu ramai hingga ia bisa memilih tempat yang ia inginkan.
Di tempat yang sama, Nathan dan Mamahnya pun datang ke tempat yang sama untuk makan siang, sebenarnya makan siang yang sudah terlewatkan.
"Mamah duduk aja biar aku yang pesan," ucap Nathan.
__ADS_1
"Ya udah, Mamah tunggu di sana ya," ucap Nisya.
"Iya Mah, " jawab Nathan, kemudian ia pun ikut mengantri disana.
Nathan berdiri di belakang seorang gadis kecil saat mengantri. Ia melihat gadis ini sedang asik menggerakkan ponselnya kesana kemari dan mengambil gambar, setelah itu ia menguploadnya di sosial media. Nathan yang melihatnya hanya berdecak saja.
"Dasar bocah," gumamnya. Namun karena tidak sengaja ada yang menyenggolnya tubuh Nathan terdorong ke depan hingga menabrak gadis kecil yang ada dihadapannya membuat ponselnya terjatuh dan tidak sengaja terinjak oleh Nathan.
"Aaaaarkhhhh, hp aku !!!" Teriaknya sambil mendorong Nathan karena sudah menginjak ponselnya. Nathan pun terkejut karena gadis kecil ini ternyata tenaganya kuat hingga ia pun terjatuh ke belakang. Sedangkan gadis itu tidak memperdulikan Nathan yang terjatuh akibat dorongannya, ia hanya memperdulikan ponselnya yang terlihat retak akibat terinjak Nathan.
"Ya ampun hp aku jadi rusak gara-gara kamu tahu !!!" Rully menatap Nathan dengan pandangan kesal karena ponselnya rusak akibat terinjak.
Nathan tidak terima sudah di dorong hingga terjatuh kini ia malah dimarahi oleh anak kecil pun langsung melawannya.
"Hei bocah, kau sudah mendorongku hingga terjatuh dan kini kau menyalahkanku,?!" ucap Nathan tidak terima.
"Gimana gak marah, gara-gara keinjek kaki jerapah hp aku jadi rusak kaya gini !!!"
"Apa kau bilang kaki jerapah, dasar bocah pendek sudah salah malah menyalahkan orang lain." Nathan sangat kesal dirinya yang tampan malah di sama kan dengan jerapah. Oh tidak Nathan tidak rela.
"Dasar jerapah tua, kamu mesti ganti hp aku pokoknya,!"
"Apa kau bilang jerapah tua...?"
*
*
*
Hari Senin waktunya vote ya 😚😚😚💃💃💃
__ADS_1
Like sama komennya jangan lupa dong, biar Mimin semangat up ya 😌