
Siang ini karena Reby masih sibuk, maka Rania di jemput sementara oleh Radit. Padahal sebenarnya Rania tidak masalah jika tidak di jemput. Namun, Reby yang sangat khawatir pada istrinya tidak akan pernah membiarkan Rania pergi seorang diri dan hanyalah Radit yang Reby percaya untuk menjemput Rania.
Sambil menunggu Rania pulang Radit duduk menunggu didalam mobilnya. Saat melihat ke arah luar tanpa sengaja Radit melihat Nila sedang berjalan menuju ke arahnya. Dan tak jauh dari Nila ada Rania yang juga sedang berjalan ke arah yang sama.
Takut ikan Nila membuat ulah pada bebek milik majikannya, dengan sigap ikan lele keluar dari persembunyiannya untuk menghadang ikan Nila yang ia kira akan mencari masalah.
Radit kemudian keluar dari mobil dan ia pun bersandar dengan gaya sok keren sambil melihat ke arah ikan Nila dengan pandangan yang menyebalkan, yakni sok mengintimidasi membuat Nila yang tadinya tidak perduli saat melihat Radit namun kini ia malah menjadi kesal saat melihat tatapan Radit padanya.
Nila pun akhirnya memutuskan untuk berhenti sejenak dihadapan Radit dan menegur pandangan ikan lele yang menurutnya sangat tidak sopan padanya.
"Hei kau, kenapa kau melihatku terus dengan pandangan seperti itu, kau tahu jika itu tidak sopan," tegur Nila pada Radit, seperti biasa Nila selalu bicara dengan nada ketus.
"Aku tidak sedang melihatmu ?" Jawab Radit singkat.
"Jangan bohong, kau pikir aku ini buta dari tadi kau itu terus melihat ke arahku, " ucap Nila.
"Aku tidak sedang melihatmu tapi sedang memperhatikanmu, apa ku tidak bisa membedakannya," sanggah Radit.
"Apa ? Oh ya ampun aku tidak percaya ada manusia seperti ini ," Nila geleng-geleng kepala melihat kelakuan Radit.
"Buktinya ada, kau bisa melihatnya sekarang. Tampan, gagah, keren dan sangat berkharisma. Di pandang dari empat juru mata angin pun penampilanku terlihat sangat elegan, aku memang sempurna," ucap Radit merasa bangga pada dirinya sendiri.
"Dan dilihat dari arah mataku kau terlihat sangat jelek, tidak keren dan juga sangat menyebalkan,!" ketus Nila, baru kali ini ia melihat pria dengan tingkat percaya diri yang luar biasa. Dia hanya asistent tapi gaya dan nada bicaranya seperti bos besar saja.
"Itu sih, matamu saja yang bermasalah," ucap Radit sambil mengangkat bahunya acuh.
"Apa !"
"Hei Nona manis apa aku terlihat tampan dan keren?" tanya Radit pada salah seorang mahasiswi yang lewat dihadapannya.
"Kau sangat tampan Kak," jawabnya sambil tersenyum malu kemudian pergi meninggalkan Radit dengan wajah yang merona karena malu.
"Terima kasih atas kejujuran mu Nona," ucapnya.
"Astaga, aku baru melihat manusia seperti ini," ucap Nila.
"Manjakan lah matamu saat melihatku, karena sebentar lagi Nona ku akan sampai. Oh ya dan aku peringatkan padamu jangan berani - berani kau mengganggu Rania atau Rully atau kau akan aku jadikan ikan goreng !"
"Ckk, siapa sih mereka ? Kenapa kau terlihat sangat melindungi kedua gadis menyebalkan itu !"
"Kau salah, salah satu dari mereka itu bukan gadis tapi mantan gadis, dia adalah istri Bos ku dan yang satu lagi adalah sepupu Bos ku. Maka dari itu aku berkewajiban untuk melindungi mereka, " ucap Radit dengan sangat bangga.
'Pria aneh ini hanya asistent tapi ia sangat melindungi kedua perempuan itu, bahkan asistent yang pernah mamah berikan padaku saja pernah berbuat kurang ajar padaku, bukannya melindungi tapi malah ia yang hampir mencelakakan ku. Tapi kenapa Rania dan Rully sangat beruntung karena dijaga orang aneh ini,' gumam Nila dalam hati.
__ADS_1
"Aku tidak pernah mengganggu mereka " elak Nila.
"Dasar ikan pikun, " Radit mulai menoyor lagi Nila.
"Hei !!! Berani sekali kau menoyor kepalaku ini sudah yang kedua kalinya,"
"Aku hanya sedang membetulkan posisi otakmu saja, agar kau tidak terkena penyakit amnesia dadakan," ucap Bagas.
"Mas Bagas, ayo kita pulang Rania lapar. " Ajak Rania yang sudah ada di belakang Radit. Radit pun berbalik melihat Rania yang ternyata sudah menunggunya.
"Oke, tadi juga suami mu bilang jika dia katanya sudah sangat lapar dan ingin memakan mu,"
"Aihhhhh, jadi sekarang ke kantor ?"
"Yupzz, "
"Ya udah atuh cepetan," ucap Rania.
"Oke," jawab Radit.
Kemudian ia pun melihat ke arah Nila yang masih melihat ke arahnya. "Ingat ucapanku baik-baik ! Jika kau masih mengganggu mereka kau tinggal pilih saja. Mau aku jadikan ikan goreng atau ikan panggang!" setelah mengucapkan hal itu Radit pun langsung masuk ke dalam mobil.
"Lama," keluh Rania.
"Aku sedang memperingatkan ikan Nila itu akan tidak menggangu kalian," jawab Reby.
"Enak saja, ikan Nila itu anaknya ikan gurame sangat menyeramkan," jawab Radit sambil bergidik dan meninggalkan kampus itu.
Nila pun hanya mematung melihat kepergian Radit dan Rania, dalam hatinya ia sangat menginginkan orang-orang terdekatnya peduli dan sangat menyayanginya.
*
*
*
Setelah resmi pacaran dengan Nathan, Rully kini dibawa Nathan ke rumahnya untuk menemui mamahnya untuk memberinya kejutan.
Tidak ada pacaran pura-pura karena Nathan memang tidak ingin pura-pura pacaran atau pun pura-pura menikah seperti yang ia tahu dari buku-buku novel yang selalu ia baca.
Ya Nathan sangat suka membaca novel, dan setiap hari libur ia selalu pergi ke toko buku untuk mencari novel baru. Padahal di rumahnya saja sudah banyak buki novel yang ia beli namun banyak yang belum ia baca karena ia sangat sibuk.
"Nathan menggandeng tangan Rully saat masuk ke dalam rumah, agar mamahnya percaya jika mereka memang sudah pacaran.
__ADS_1
"Om, Ully gak perlu di tuntun. Ully bisa jalan sendiri kok,"
"Diamlah, kita ini pacaran dan kita harus mesra apalagi di depan mamah nanti,"
"Seumur - umur baru kali ini pacaran tapi sekalinya dapet punya pacar galak sama tukang ngomel," ucap Rully, Nathan tersenyum mendengar saat Rully mengatakan jika ia baru pertama kali pacaran. Berarti selama ini ia tidak pernah dekat dengan pria manapun.
"Mah," panggi Nathan pada mamahnya yang sedang memainkan ponselnya di ruang keluarga. Nisya memang jarang menghabiskan waktu di luar. Dia bukan wanita sosialita pada umumnya yang senang menghambur-hamburkan uang seperti wanita sosialita pada umumnya. Ia lebih senang menghabiskan waktunya di rumah dari pada di luar.
Melihat anaknya datang sambil menggandeng Rully , Nisya tersenyum senang. Sepertinya hubungan mereka kini terlihat lebih ada kemajuan dibandingkan sebelumnya yang terlihat acuh.
"Rully, " Nisya pun bangun dari duduknya dan menghampiri mereka berdua.
"Mamah senang kalian datang," ucapnya.
Nathan pun masih menggandeng Rully dan mengajaknya duduk di sofa.
"Sepertinya ada yang berbeda dari kalian ?" goda Nisya.
"Iya Mah, karena mulai hari ini Rully adalah pacar Nathan," jawaban Nathan membuat Nisya sangat bahagia mendengarnya. Akhirnya yang ia inginkan terkabulkan.
"Benarkah ? Mamah gak salah dengar kan ?" tanyanya masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Benar Mah, kami sudah resmi pacaran iya kan sayang ?" tanya Nathan dengan mesra dan merangkul Rully dan mendekatkannya ke tubuhnya hingga aroma khas Nathan kini tercium pekat di penciumannya.
"Iya Mah, aku sama Om Nathan sekarang udah pacaran " jawab Rully yang sebenarnya ia kurang nyaman dengan posisinya yang terlalu dekat dengan Nathan.
"Ahh syukurlah mamah seneng banget denger nya," demi apapun Nisya sangat senang mendengarnya.
"Kita ini sudah pacaran jangan memanggilku Om, sayang," ucap Nathan dan tanpa Rully sangka Nathan mencium pipi Rully di depan mamahnya. Hingga ia pun terkejut saat benda kenyal itu menempel di pipinya.
"Astaghfirullah, mimpi apa Ully semalem kok bisa siangnya Ully di cium ikan paus,"
*
*
*
Aku udah up dari semalem tapi memang review nya lama ya karena ini emang akhir bulan dan selalu begitu 😁, jangan lupa like dan komentar nya ya biar Mimin semangat up nya 🤗😚💃
Sambil nunggu novel ini up, mampir dulu yuk di novel temen aku 🤗
Napen : Ayuza
__ADS_1
judul : Aku Yang Kaubuang