
Akhirnya mereka semua sepakat akhir bulan akan pergi ke Desa untuk menemui orang tuanya Rania sekalian Bira juga ingin bertemu dengan orangtuanya sudah sangat ia rindukan. Mereka mengatur rencana untuk pergi kesana setelah semua pekerjaan selesai agar semuanya bisa terkendali. Dan kabar ini sangat membuat Reby bahagia karena sebentar lagi Rania akan menjadi kekasih halalnya. Dan itu artinya ia bisa melakukan apapun padanya.
Gurat bahagia terus terpancar dari wajah Reby, sakit yang ia alami kali ini sungguh membawa berkah. Karena saat sakit ia sangat di manja oleh Reby. Bahkan saat makan pun Rania yang menyuapinya, hingga Regan berdecih saat melihatnya. Ia tidak sadar jika yang Reby lakukan adalah cerminan dirinya.
"Dasar manja, " ketus Regan saat melewati kamar Reby dan melihat anaknya itu tengah disuapi oleh kekasihnya.
"Bilang saja iri, " gumam Reby perlahan namun Regan masih bisa mendengarnya.
"Aku tidak iri padamu, aku bahkan bisa melakukan apapun pada Istriku. Tidak seperti kau yang masih harus berkhayal, " ejek Regan pada Reby sambil terbahak-bahak menyebalkan. Setelah itu Regan pun pergi meninggalkan tempat itu dan kemudian Ia turun sarapan bersama dengan Bira yang sudah menunggunya di bawah.
"Astaga kenapa Papaku sangat menyebalkan, "
"A Reby, ayo makan lagi " ucap Rania sambil memberikan suapan pada Reby. Reby pun makan dari suapan tangan mungil Rania. Penampilan Rania pagi ini sungguh sangat menggoda Reby, padahal hari ini ia tidak memakai riasan apapun dan baru selesai mandi. Rambutnya bahkan tergerai masih setengah basah, namun itu sangat menggoda Reby. Ingin sekali Reby melahap gadis kecil ini saat ini juga. Namun Reby hanya mampu menahan segala rasa yang ia inginkan.
' Tunggu saja waktunya, aku akan melahapmu sampai habis nanti, ' gumam Reby dalam hati
"A Reby, siangan Rania pulang ya, "
"Kenapa, kenapa kau harus pulang ?" Tanya Reby merasa tidak terima jika Rania pergi meninggalkannya. Padahal Reby sangat suka dirawat oleh Rania. Kalau bisa tidur pun Reby ingin di peluk oleh Rania.
"Rania malu disini terus atuh, "keluhnya yang merasa tidak enak.
"Malu pada siapa, tidak ada yang mempermasalahkannya kau tinggal disini. Mommy jadi ada teman dan tidak kesepian, " ucap Reby. Dan langsung memeluk Rania dan mendekapnya. Badan Reby masih terasa hangat saat tubuhnya menempel pada Rania.
__ADS_1
"A Reby, tubuhnya masih demam ya, ?" Tanya Rania.
"Aku memang masih sakit, dan kau mau pergi meninggalkanku kau sangat jahat," ucap Reby semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh mungil itu.
"Rania cuma malu aja, ihh...."
"Tidak usah malu, sebentar lagi kau adalah bagian dari rumah ini, "
"Oh astaga, apa yang kalian lakukan, ?" Tiba-tiba Rasya ada di depan pintu kamar Reby sambil menutup matanya sebagian karena sebagian matanya ia perlihatkan di sela-sela jarinya.
Reby pun melepaskan pelukannya pada Rania dan berdecak sebal melihat anak Abon itu masuk tanpa permisi.
"Mau apa kau kemari, ?" Tanya Reby ketus.
"Menjenguk apa, kau pasti hanya akan membuat keributan disini, "ketus Reby.
"Isshh, aku ini sepupumu anak tampan. Aku mendengar kabar jika calon mertuaku ada disini, makanya aku kemari, " ucap Rasya. Rania hanya diam dan menyimak perbincangan antara kedua pria tampan itu.
"Kau salah alamat mana ada calon mertuamu disini, Abon jelek," ucap Reby.
"Emang siapa calon mertuanya Mas Abon, ?" Tanya Rania.
"Ahhh ternyata kau belum tahu siapa calon mertuaku," ucap Rasya.
__ADS_1
"Ya mana Rania atuh, "jawabnya.
"Oh astaga, kau masih satu spesies dengan Mommy ku ternyata. Kau berasal dari bikini bottom,?" Tanya Rasya penasaran Mommy Rasya.
"Bikini bottom lagi, herman dehh Rania " Rania berdecak sebal melihatnya.
"Jangan dengarkan Abon mini ini, pergi kau sana....!!!" Usir Reby pada Rasya, yang merasa terganggu dengan kedatangannya karena ia hanya ingin berduaan dengan Rania.
"Tidak mau, aku ingin melihat kalian berdua pacaran, " ucap Rasya kemudian ia menelungkupkan tubuhnya dan menyangga dagunya sambil melihat ke arah Rania dan juga Reby. Sangat menyebalkan pikir Rania dan juga Reby.
"Justru adanya kau di kamar ini kami jadi tidak bisa pacaran, " ketus Reby.
"Anggap saja aku tidak ada, aku juga ingin tahu bagaimana caranya pacaran. Aku akan mempraktekkannya nanti pada Sabrina, gadis cantikku bidadariku. Aku ingin sekali mencium-mu Sabrina, " ucap Rasya dengan semangat.
"Berani mencium putriku, akan aku jadikan ku Abon panggang, !!!" Ucap Bagas dengan kesal karena mendengar ucapan Rasya yang ingin mencium putri cantiknya. Bagas datang ke kediaman Maheswara karena ia akan menjemput Regan dan memberikan beberapa potong pakaian untuk Rania.
Namun saat akan masuk ia melihat Abon mini yang sedang membayangkan putri kesayangannya.
*
*
*
__ADS_1
Dukung novel ini dengan like, gift dan juga vote serta tinggalkan komentar ya 🤗🤗🤗