GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA

GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA
Bab 51


__ADS_3

Reby menatap Rania dan sedetik kemudian ia menjewer telinga istrinya itu. "Kenapa kau keluar, di sana ada Radit. Bagaimana kalau dia tadi melihatmu !" kesal Reby.


"Sakit ihh lepasin, baru aja nikah satu hari udah main kdrt aja. Nyebelin," ucap Rania sambil mengusap-usap telinganya yang terasa panas akibat perbuatannya Reby.


"Aku terkejut melihatmu dalam keadaan seperti ini, aku tidak rela tubuh indahmu dilihat oleh orang lain. Karena semua yang ada pada dirimu hanya akulah yang boleh melihatnya, " ucap Reby tegas dana menarik Rania ke pelukannya.


"Iya, Rania minta maaf. Tadi Rania gak sadar, " jawabnya dan memeluk Reby dan menguyel-uyel kan kepalanya di dada bidang Reby.


"Kau menggodaku lagi,?" ucap Reby sambil menurunkan jubah yang di pakai Rania hingga bahu putih Rania tersibak.


"Enggak, udah dulu Rania capek masih perih juga. Ternyata gagang sapu A Reby ganas, punya Rania sampe robek dan berdarah, " ucapnya.


"Robek dan berdarah itu menunjukkan kalau kau itu masih bersegel, dasar bebek menyebalkan. Dan jangan menyebut torpedoku yang tampan dengan sebutan gagang sapu. Jelek sekali namanya, tidak cocok untuk milikku yang tampan dan juga keren. Rania terbahak-bahak mendengarnya.


"Tampan sama keren dari mana, iya kali kalau pakai kaca mata jadi kelihatan keren, "Ucap Rania semakin terbahak-bahak membayangkan jika gagang sapu Reby memakai kacamata.


"Dasar bebek nakal, kau harus di hukum " ucap Reby, kemudian ia menggendong Rania dan membawanya lagi ke tempat tidur dan melanjutkan ronde ketiga. Mereka berdua melakukan lagi penyatuan yang dari dulu sangat mereka inginkan.Hingga kini mereka melakukannya lagi dan lagi.


Penyatuan yang terasa luar biasa itu membuat ia melupakan segalanya dan hanya fokus pada kegiatan mereka. Sepertinya mereka lupa jika ada jomblo menyedihkan yang sedang menunggu mereka dengan perasaan yang sangat kacau.


"Mereka berdua memang tidak berakhlak, membiarkan aku yang seorang jomblo menyedihkan harus menunggu mereka berdua," Radit menghela napas kasar, kemudian ia mengirim pesan pada Reby untuk memberitahukan jika ia pulang duluan dan tidak menunggu mereka bercocok tanam.


"Selesai, lebih baik aku pulang daripada menunggu mereka hingga jamuran," gumam Radit.


*

__ADS_1


*


*


Dua jam kemudian akhirnya percintaan mereka selesai juga, setelah selesai mereka pun kemudian mandi lagi dan bersiap untuk pulang. Rania dan Reby memutuskan untuk istirahat di rumah saja supaya lebih santai.


Akibat perbuatan Reby kini Rania merasakan rasa perih dan sakit di bagian intinya, bahkan untuk berjalan normal saja ia merasa kesusahan, benar-benar gagang sapu liar rupanya milik Reby itu.


"A Reby liatin Rania, jadi mirip yuyu kang-kang kaya gini gara-gara kelakuan gagang sapu A Reby," ucap Rania yang memperlihatkan cara berjalannya yang memang tidak normal. Jika ia memaksa berjalan normal terasa sangat perih di bagian intinya.


"Apa separah itu,?" Tanya Reby.


"Masih tanya, ini buktinya " jawab Rania sambil mengerucutkan bibirnya kesal.


"Siapa yang goda, A Reby nya aja yang penting mesum nyebelin." ucapnya.


"Baiklah maafkan aku, tapi apa kau sudah siap untuk pulang." Rania pun mengangguk.


"Apa perlu aku gendong atau, kau mau berjalan ?" Tanya Reby.


"Jalan aja, lagian Rania malu di gendong"


"Ya sudah, ayo kita pulang" ajak Reby.


*

__ADS_1


*


*


Seminggu kemudian akhirnya Rania dan dan juga Rully kini sudah resmi menjadi Mahasiswi di sebuah universitas yang tak jauh dari kantor Reby. Sengaja Reby memilih universitas itu agar jika ia merindukan istrinya Reby bisa dengan cepat datang kesana.


"Jangan nakal dan jangan macam-macam," ucap Reby.


"Rania ini mau kuliah bukan mau sekolah, nakal gimana?" Tanya Rania yang kesal harus mendengarkan ceramah Reby dari malam dan disambung saat pagi.


"Jika ada pria yang mendekatimu katakan jika...."


"Rania udah nikah dan suami Rania ganteeeengnya gak ketulungan. Gak lupa uangnya juga banyak jadi Rania gak bakalan tergoda," jawabnya saking hapal dengan omelan Reby dari semalam.


"Anak pintar, ya sudah ayo berangkat " ucapnya, setelah sarapan bersama mereka kini pergi ke kampus di antar oleh Reby dan juga Radit.


Rully sudah masuk duluan kedalam mobil dan ia duduk di depan di samping Radit.


"Woahh ikan sapu-sapu mau kuliah, awas jangan nakal pasti di sana kau akan banyak bertemu dengan ikan-ikan lainnya. Aku harap kau bisa beradaptasi dengan mereka." ucap Radit, Rully berdecak sebal pada asistentnya suami dari sahabat yang berstatus sepupu iparnya ini.(Anggap aja lagi baca corong merah versi baca 😂😂😂😝)


"Dasar lele jomblo, Ully teh mau kuliah bukan mau mancing, masa ketemu ikan."


***


Jangan lupa tinggalkan komentar ya 🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2