
"Astaga, sainganmu ternyata sangat berat Radit, karena tidak mungkin ikan lele melawan ikan paus," ejek Reby.
"Astaga Pak, seleraku ikan gurame bukan ikan sapu-sapu yang tidak ada rasanya." jawab Radit.
"Sekarang kau bisa bicara seperti itu, bagaimana jika ikan sapu-sapu itu benar-benar di makan oleh ikan paus yang besar dan juga ganas, "tutur Reby.
"Maka aku akan memberikan air pada ikan paus Tuan," jawab Radit.
"Memberinya air bagaimana maksudmu,?" Tanya Reby yang memang tidak mengerti.
"Ikan sapu-sapu itukan banyak durinya Tuan, struktur kulitnya juga keras. Aku takut saat ikan paus itu menelan ikan cerewet itu, maka dia akan tersedak," ucap Radit sambil tertawa membayangkan ikan paus tersedak.
"Dasar ikan gila, kau itu terlalu lama menjomblo jadi otakmu itu rusak. Carilah kekasih, agar otakmu yang pendek itu tidak beku." Ucap Reby.
"Nanti saja Tuan, aku ingin mencari seorang gadis yang sangat cantik, seksi dan juga elegan. Aku suka gadis yang matang, bukan gadis setengah matang seperti Rully. Astaga dia itu masih sangat bocah, aku ingin terlihat seperti pedofil yang menyukai anak kecil," Radit bicara sambil terbahak-bahak tanpa menyadari jika istri Bos nya adalah gadis setengah matang.
"Kau sedang membicarakan aku, asistent jomblo,?" Tanya Reby penuh penekanan. Seketika aliran darahnya terasa berhenti saat itu juga, kenapa mulut lucknutnya itu selalu tidak bisa ia kendalikan.
"T-tidak Tuan, kenapa saya harus membicarakan anda. Saya hanya sedang membicarakan diri saya sendiri." jawabnya tertawa sumbang.
"Dengarkan aku, makhluk kecil dan imut itu sangat menyenangkan untuk di peluk. Kau hanya belum tahu saja,... Lagi pula bagaimana kau tahu kau kan belum pernah merasakannya." ejek Reby.
"Nanti saya juga akan merasakannya jika waktunya sudah tiba,"
"Kapan tibanya, kau bahkan tidak punya gadis pujaan. Kau sangat menyedihkan," ucap Reby.
'Astaga, padahal aku ini jomblo yang bahagia. Kenapa sekarang aku jadi merasa jomblo yang merana...Ayah dan anak memang sama-sama bermulut pedas,' gumam Radit dalam hati.
***
Nathan melihat Rania dan Rully baru keluar dari kampusnya, Nathan sempat terkejut karena saat melihat Rully ia juga melihat Rania. Terus terang saja getaran itu masih ada, tidak mudah melupakan cinta pertama. Meskipun itu harus, tapi melupakan orang yang namanya pertama kali tertulis di hati itu tidak seperti menghapus goresan di atas air. Namun itu seperti menghapus sebuah ukuran si sebuah batu, sangat sulit.
"Rania," gumam Nathan, Rania yang melihat Nathan pun tersenyum karena ia memang tidak tahu jika, Nathan menyimpan perasaan padanya.
__ADS_1
Berbeda dengan Rania yang tersenyum, Rully malah memperlihatkan wajah tidak suka pada Nathan. Kenapa pria ini ada dihadapannya, apa yang ia mau. Namun sejenak Rully berpikir kembali karena ia merasa ada sesuatu yang ia lupakan.
Ya ampun, Rully baru ingat jika ia masih punya hutang pada Nathan dengan jumlah yang sangat besar. Hutang ponsel yang Nathan belikan harganya hampir dua kali lipat dari harga ponsel yang ia punya dulu.
Rully takut jika ia akan membocorkan rahasianya yang berhutang padanya dihadapan Rania, ia tidak mau jika Rania sampai tahu ia berhutang pada orang lain. Apalagi hanya gara-gara ponsel. Apa kata keluarga Bira nanti, ia pasti akan merasa malu pada mereka semua yang sudah sangat baik padanya.
Dan pasti saat ini Nathan akan menjemputnya untuk melakukan pekerjaan yang akan ia hitungkan dengan cicilan ponselnya.
"Eh Mas...."
"Nathan, astaga kau masih saja lupa padaku Rania," ucap Nathan.
'Padahal namamu masih terukir indah di hatiku' batinnya.
"Rania kamu kenal sama ikan paus ini,?" Tanya Rully, Rania pun mengangguk.
"Iya, dulu pas aku masih suka ikut kerja sama A Reby aku sering ketemu sama Mas Nathan," jawab Rani.
"Oh, " jawab Rully sambil manggut-manggut.
"Tidak, Rania. Aku tidak kuliah tapi aku ingin menemui seseorang," jawab Nathan.
"Siapa, pacarnya ya,?" Goda Rania, namun Nathan malah tersenyum. Bagaimana ia bisa mempunyai seorang kekasih, jika namanya saja masih terukir indah di hatinya. Namun Nathan berusaha untuk menepis semua rasa itu. Karena tidak sepantasnya jika Nathan menaruh hati pada istri orang lain.
"Bukan,... Oh iya, apa kalian berteman,?" Tanya Nathan.
"Kita mah temen sekaligus saudara, susah ngejelasinnya otak Rania suka mumet," jawab Rania jujur.
"Otak kamu kan emang kusut Ran, gak tahu kapan lurusnya," ucap Rully.
"Baiklah, kalau begitu sebagai teman dan juga saudara dari tuyul ini, emm maksudku dari Rully. Aku mau minta ijin untuk membawanya bersamaku," ucap Nathan. Rully tentu saja sangat terkejut mendengarnya, ia memberi kode pada Nathan supaya jangan memberitahukan masalah hutang itu pada Rania. Nathan pun mengerti dan berusaha untuk diam.
"Oh itu, kalau itu mah tanya aja sama...."
__ADS_1
"Aku tidak mengijinkannya,!" Ucap Reby yang baru sampai di kampus Rania dan juga Rully. Sontak saja Nathan pun terkejut mendengarnya, kenapa Reby tiba-tiba ada di sana. Dan juga kenapa Reby tidak mengijinkannya.
Nathan sangat malas berurusan dengan manusia es batu satu ini, karena jika berurusan dengan Reby maka masalah akan menjadi runyam.
"A Reby, " panggil Rania dan langsung menghampiri suaminya dan menggandeng tangannya dengan mesra.
Nyesss....
Rasa itu ternyata memang masih ada, ' Tidak Nathan, kau harus melupakannya. kau jangan terus berlarut dalam kesedihan. Ada Mamahmu yang harus selalu kau bahagiakan,' gumamnya dalam hati.
"Sedang apa kau disini,?" Tanya Reby.
"Aku sedang ada urusan," jawab Nathan.
"Aku harap urusanmu tidak ada sangkut pautnya dengan istri orang lain," ucap Reby penuh penekanan ia hanya ingin memastikan jika Nathan sudah tidak ada sangkut pautnya dengan Rania.
"Sayangnya aku kesini, dengan tujuan yang lain dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan istri orang. Tapi dengan seseorang yang masih bebas, dan yang pasti tidak ada hubungannya denganmu," jawan Nathan.
"Jika tujuanmu kemari adalah untuk menemui, bocah kecil ini sayangnya urusanmu masih ada sangkut pautnya denganku," ucap Reby.
"Maksudmu tuyul ini ada hubungannya denganmu,?" Tanya Nathan.
"Sayangnya iya, apa ada masalah,?" Tanya Reby.
"Tentu saja ada, makanya aku menemuinya. Dan apa hubungannya kau dengan tuyul ini,?" Tanya Nathan.
"Ikan sapu-sapu itu masih sepupu dengan Tuan Muda Reby, astaga ternyata Ikan paus ini kudet. Mungkin terlalu lama berendam di laut hingga lupa daratan," sambung Radit yang gemas melihat Nathan yang terlihat konyol di matanya. Karena tidak tahu hubungan antara Pangeran ubur-ubur dan ikan sapu-sapu.
"Jadi...."
"Mereka itu sepupu beda habitat," ucap Radit lagi.
"Apa...!!!"
__ADS_1
***
Udah 3 bab Nihh, makasih buat yang selalu setia baca cerita Mimin 😚😚😚💃💃💃