GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA

GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA
Bab 66


__ADS_3

Pagi ini saat bangun tidur tubuh Rania terasa sangat lemas sekali, setelah semalaman Reby tidak mau berhenti menyentuhnya. Kini tubuhnya terasa lemas dan terasa bagai tak bertulang dan hanya mampu tiduran saja. Jadi ia memutuskan untuk tidak masuk kuliah hari ini. Lagi pula Rania sudah mengantongi ijin dari Reby, jadi semuanya aman. Maka dari itu ia memutuskan untuk tidur lagi setelah sarapan pagi dan mengantarkan suaminya ke kantor.


Namun saat hendak masuk ke kamar Rully memanggilnya, " Rania,"panggilnya sambil berlari menghampiri Rania.


"Kenapa?" Tanya Rania.


"Kok kamu gak kuliah ?" tanya Rully. merasa sedih, karena nantinya jika di kampus ia akan merasa kesepian.


"Aku capek, makanya gak kuliah. Udah ijin sama A Reby juga katanya gak apa-apa kalau Rania gak kuliah," jawab Rania, awalnya ia ingin masuk ke dalam kamar dan istirahat namun panggilan Rully membuat Rania tertahan sejenak.


"Kenapa Ully gak diijinin juga atuh, Ully males kalau sendiri," Ucapnya dengan sedih.


"Emang kamu juga capek,?" tanya Rania.


"Enggak, "


"Ya udah, kuliah sana."


"Ishhh, kamu tega sama Ully," ucap Rully menanggapi candaan Rania.


"Abisnya gimana Rania kan capek abis...." Rania menghentikan ucapannya karena ia tidak mungkin mengatakan jika ia lelah setelah mantap-mantap semalam.


"Abis bercocok tanam, Ully juga tahu,"


"Husstt, anak gadis nggak boleh ngomongin itu gak baik. Apalagi coba-coba itu gak boleh,nanti kamu tekdung" ucap Rania.


"Isshhh, ya enggak atuh. Kenapa mesti coba - coba, bercocok tanam kan bukan kayu putih yang mesti di coba-coba. Ya udah Ully berangkat kuliah dulu ya,"


"Iya hati-hati, "


Rully pun akhirnya terpaksa pergi ke kampus sendirian, namun Radit sudah menunggu di depan untuk mengantarnya. Radit yang melihat Rania tidak bersemangat pun merasa kesal, pasalnya ia pun sedang banyak pekerjaan namun ia di tugaskan oleh Reby untuk mengantarkan sepupunya dulu ke kampus.


"Astaga, untuk kali ini saja bergerak cepatlah seperti ikan terbang saja,,_ ucap Radit kesal.


"Emangnya A Radit mau jadi suami durhakoy nya ?"


"Iuuhh, aku ini calon suami soleh. Jangan samakan aku dengan suami-suami yang ada di sana," jawab Radit.

__ADS_1


"Semua laki-laki itu calon suami soleh, tapi pas udah halal ada yang menuhin janjinya ada yang enggak. Semua juga yang namanya calon mah manis-manis pas udah jadi lupa deh sama janji manisnya."


"Astaga, dasar ikan sapu-sapu. Aku ini calon suami calon kepala keluarga, bukan calon kepala dusun," dasar menyebalkan." Ucap Radit sambil menyalakan mobilnya dan segera membawa Rania pergi ke tempat yang seharusnya. Agar hati dan otaknya bisa kembali normal.


*


*


*


Tak menunggu waktu lama kini mereka sudah sampai di kampus, Rully dengan segera keluar dari mobil dan berterimakasih pada Radit.


"Makasih ya A, nanti pulangnya Ully naik taksi aja gak usah jemput," ucapnya karena merasa tak enak sudah merepotkan Radit karena harus mengantar jemputnya ke kantor. Radit pasti lelah belum lagi pekerjaan kantor, jadi Rully memutuskan jika pulang ia akan naik taksi saja.


"Kau ingin ayah dan anak itu memangkas pendapatanku,"


"Maksudnya ?"


"Gajiku akan di potong oleh pangeran ubur-ubur itu, apa kau mengerti?" Rully pun menganggukan kepalanya mengerti jika memang sepupunya itu sangat kejam


"Ya udah terserah, Ully duluan ya" ucapnya


"Dadah dulu dong A Radit," ucap Rully sambil tertawa.


"Tidak terima kasih," ucapnya kemudian pergi meninggalkan Rully sendiri. Setelah kepergian Radit Rully pun berbalik namun secara tidak sengaja ada seseorang yang menabraknya, namun karena posisi orang itu tidak siap jadi ia yang terjatuh.


"Hei ! kalau jalan itu pake mata !" Sentaknya pada Rully, gadis cantik itu jatuh terjengkang hingga buku-buku yang ia bawa terjatuh dam berantakan.


"Kamu yang nabrak kok kamu yang nyalahin orang, lagian sejak kapan jalan pake mata. Jalan itu pakai kaki, mata itu manfaatnya buat melihat. Contohnya buat ngeliat jalan supaya gak nabrak orang dan gak marah-marah," balas Rully karena ia merasa kesal tiba-tiba di marahi gadis cantik minim akhlak ini.


"Dasar orang kampung !"


"Dasar bule nyasar !" jawab Rully tidak mau kalah pada gadis cantik berambut coklat itu. Merasa harga dirinya terinjak, dengan kesal ia pun mendorong Rully hingga terjatuh hingga lutut dan sikunya terluka karena gadis itu mendorongnya dengan sangat keras, Rully ingin mencoba bangun namun gadis itu dengan cepat ingin menyerang Rully yang belum siap.


Namun sebelum serangan kedua datang, tangan seseorang mencekalnya. "Gunakan tanganmu untuk kebaikan bukan untuk melukai orang !" Ucap Radit penuh penekanan, ia merasa marah saat melihat Rully terluka. Radit kembali lagi sesaat setelah ia pergi karena dompet Rully terjatuh dan ketinggalan di dalam mobil. Maka untuk itu ia kembali lagi untuk memberikannya pada Rully.


Namun ia terkejut saat kembali lagi ia melihat Rully terlibat adu mulut hingga ia didorong dan terluka.

__ADS_1


"Lepaskan, dia yang salah makanya aku hanya memberinya hukuman padanya !"


"Tidak !" tegas Radit.


"Baiklah, " ucapnya.


"Aaaaargghhh, " gadis itu dengan sengaja menggigit tangan Radit hingga ia kesakitan.


"Rasakan ," ucapnya kemudian ia pergi meninggalkan Radit dan juga Rully.


"Astaga, dasar kau kucing nakal !!!" Teriak Radit dan mengusap- usap tangannya yang terasa sakit akibat gigitan gadis barusan.


"Untung saja kau perempuan !" teriak Radit lagi.


"Siapa sih dia, Ully baru liat " ucapnya.


"Mana aku tahu, kau yang kuliah di sini bukan aku, " ketus Radit.


" Ngomong- ngomong kenapa A Radit balik lagi ?"


"Ini dompetmu ketinggalan," ucap Radit dan memberikan dompet milik Ully. Rully pun tersenyum senang, untung saja Radit mengantarkan lagi dompet itu padanya hingga ia tidak akan kelaparan siang ini.


"Alhamdulillah, makasih Ya A," ucap Rully Radit pun mengangguk. Radit melihat ke arah lutut Rully yang terluka.


"Ayo kita obati dulu kakimu," ajak Radit


"Gak usah, nanti juga sembuh." tolak Rully.


"Cepatlah kita ke mobil di sana ada obat untuk mengobati lukamu," ajak Radit.


"Gak mau kok maksa sih "


"Jangan menolak," ucap Radit, dan pun menarik tangan Rully dan akan mengobatinya didalam mobil.


Namun baru saja beberapa langkah, ada satu tangan yang juga menarik tangan Rully. Namun karena penasaran, Rully pun melihat ke arah belakang.


"Om Nathan..."

__ADS_1


****


Udah 3 bab nih Mimin rajin ya 😆😆🤣🤣


__ADS_2