
Setelah mendapat ceramah panjang kali lebar dari dosen akhirnya mereka berdua di pulangkan agar tidak membuat kekacauan lagi di kampus. Rully pulang dengan wajah dan pakaian yang berantakan. Baru saja ia akan memesan taksi, terlihat panggilan dari Nisya. Rully pun segera mengangkat panggilannya, karena merasa tidak enak sekalian ia juga ingin berterima kasih untuk makanan yang telah dibuat khusus untuknya.
"Hallo Mah, " jawab Rully dengan penuh senyuman dan ceria seperti biasanya.
"Rully kamu masih di kampus kan, Mamah mau menjemput kamu. "
"Iya Mah, Ully di kampus tapi gak usah jemput Ully naik taksi aja," jawab Rully merasa sungkan. Apalagi keadaannya yang berantakan seperti sekarang membuatnya merasa malu. Pasti ia akan dianggap sebagai gadis nakal yang suka berkelahi dan mencari masalah.
"Jangan nolak, atau Mamah akan sedih. Tunggu sebentar lagi Mamah sampai kesana," ucap Nisya dan langsung mematikan panggilannya.
"Ya ampun gimana ini, " Rully merasa bingung. Ia pun segera merapikan rambutnya wajahnya yang babak belur memang tidak bisa di tutupi tapi setidaknya pakaiannya ia rapi kan. Rambut panjangnya ia gerai dan segera ia sisir agar bisa menutupi sedikit lukanya yang ada di leher akibat goresan duri ikan Nila.
Namun baru saja ia merapikan dirinya, seorang perempuan seusia dengan Bira menghampiri dirinya dengan tatapan benci diikuti oleh Nila di belakangnya. Sudah ia pastikan jika itu adalah Mamahnya Nila ikan gurame.
"Jadi kamu gadis kampung itu ! Berani sekali kau menyentuh putriku !" Sentaknya pada Rully. Pantas saja anaknya kasar, ternyata memang menurun dari Mamahnya yang sikapnya kasar dan arogan pikir Rully.
"Maaf ya Nyonya, Nyonya salah paham saya gak nyentuh anak Nyonya tapi saja P u k u l anak Nyonya yang udah dorong saya sampe luka gini," balas Rully karena merasa tidak terima dengan sikap kasar dari mamanya Nila.
"Apa ! Dasar gadis kampung tidak sopan, ternyata asal-usulmu mencerminkan kualitas mu, " ejeknya. Cukup sudah Rully tidak terima di hina karena dia berasal dari desa, memangnya apa yang salah dengan desa. Bahkan di hadapan sang pencipta semua makhluk itu sama.
"Emangnya kenapa kalau Ully dari desa, orang kota sama orang desa gak ada bedanya. Yang membedakan manusia itu hanya dari akhlaknya. Jangan sombong kalau akhlak Nyonya saja masih gak baik, pantes aja anaknya gak punya attitude," jawab Rully dengan kesal, baru kali ini ia bertemu dengan orang sombong. Bahkan keluarga Maheswara yang terkenal dan juga kaya raya tapi mereka semua rendah hati, tapi orang ini benar - benar sangat sombong.
"Dasar gadis kurang aj*r ! Perempuan sudah mengangkat tangan untuk menampar Rully. Namun ucapan seseorang menghentikan gerakannya.
__ADS_1
"Turunkan tangan kotormu itu !" Mereka semua langsung melihat ke arah sumber suara itu. Dan ternyata disana Nisya sedang memandang tajam ke arah perempuan itu, perempuan yang sudah sangat Nisya kenal. Karena perempuan itulah yang sudah menorehkan begitu banyak luka di hidupnya. Perempuan yang sudah menghancurkan keluarga kecilnya.
"Nisya, " panggilnya.
"Jangan pernah berani menyebut namaku dengan mulut kotormu itu, !" Ucap Nisya dengan sangat marah.
"Mamah, " panggil Rully dan juga Nila bersamaan, jika mendengar Rully memanggilnya Mamah ia sangat senang. Berbeda saat mendengar Nila memanggilnya Mamah. Nisya sangat tidak suka.
"Aku bukan Mamah mu !" Sentak Nisya.
"Nila !" panggil Mamahnya, Nila pun langsung menunduk.
"Apa hubunganmu dengan gadis kampung ini ?" Tanyanya, Nisya tersenyum ke arah Rully.
"Sayang, nanti kita berobat ya, " ucap Nisya, Rully jadi merasa malu dan juga serba salah saat Nisya mengatakan jika ia adalah calon menantunya. Itu berarti ia akan menikah dengan Nathan. Oh tidak, bagaimana nasibnya nanti jika Rully menikah dengan ikan paus yang cerewet dan menyebalkan.
"Apa, ternyata gadis kampung yang akan menikah dengan Nathan," ejeknya.
"Lebih baik gadis dari desa, tapi dia sangat baik dan juga punya norma hidup, dari pada dengan orang yang mengaku dari keluarga terhormat dan terpandang tapi suka merebut suami orang. Bukankah begitu, Julia. " Ucap Nisya penuh penekanan.
Ya Julia adalah istri dari mantan suaminya Nisya, suaminya Nisya berselingkuh dan menikah diam-diam dengan Julia. Dari pernikahannya mereka di karuniai seorang anak perempuan yaitu Nila.
Hermawan adalah mantan suami Nisya yang kini menjadi suami Julia. Ayah kandung dari Nathan dan juga Nila, dulu Hermawan selalu membawa Nila ke rumah Nisya karena ia sangat ingin mempunyai kakak laki-laki. Dan Nathan adalah kakak Nila, ia sangat menyukai Nathan dan ingin menjadi adik yang baik. Namun tentu saja Nathan tidak mau menerimanya sebagai adik. Dimana anak perempuan itu lahir dari perempuan yang sudah menyakiti hati Mamahnya. Nathan tidak akan pernah menerimanya.
__ADS_1
Namun Hermawan dan Nila tidak pernah menyerah untuk mendapatkan hati Nathan, sayangnya Nathan sama sekali tidak tertarik pada mereka. Dan Nila merasa sangat sedih karena Nathan tidak mau menerimanya sebagai adik.
Maka dari itu saat Nila melihat Nathan terlihat dekat dengan Rully, Nila sangat tidak suka. Bertahun-tahun ia mengharapkan perhatian Nathan sebagai kakak namun ia tidak pernah bisa mendapatkannya. Dan Rully, dia hanya orang baru tapi ia sudah bisa mendapatkan perhatian Nathan dan juga Nisya, bahkan Nisya membuatkan makanan spesial untuk Rully dan Nathan rela mengantarkannya ke kampus. Untuk itulah Nila sangat tidak menyukai Rully. Secara tidak sengaja Nila melihat Nathan dan Rully dari kejauhan, dan sudah beberapa kali Nila melihat Nathan menemui Rully. Untuk itulah Nila sangat tidak menyukai Rully.
"Kenapa Nisya, apa kau masih belum bisa mengikhlaskan Mas Her untukku ?" Tanya Julia dengan nada mengejek.
"Sama sekali tidak, seorang penghianat memang sudah sangat cocok dengan seorang pelakor sepertimu. Jadi nikmati saja hidupmu dengan bekasku. " Balas Nisya dengan nada mengejek.
"Kau...!!!"
Nisya hanya tersenyum santai melihat Julia kesal.
Dari percakapan antara Nisya dan Juga Julia, jujur saja Rully masih belum paham hanya sedikit yang bisa di cerna oleh otak kecil milik Rully itu.
"Ya ampun, jadi ikan gurame itu pelakor. Terus dia nikah sama ikan mujair, dan punya anak ikan Nila. Amazing..." gumam Rully dalam hati.
Sungguh pemikiran ikan sapu-sapu ini memang sangat luar biasa bukan, bahkan pikirannya jauh dari pikiran manusia normal pada umumnya.
***
Nah kan jadi itu alasan ikan Nila gak suka sama ikan sapu-sapu, Mimin baru tahu 😌. Tenang aja Ully kalau ikan Nila nakal bilangin aja sama ikan lele, kali aja ikan lele mau temenan sama ikan nila biar gak kesepian 😆😆😂😂
like dan komentarnya di tunggu 💃💃💃😚😚
__ADS_1