
Acara lamaran sudah selesai rombongan satu persatu pulang karena memang banyak pekerjaan disana. Hanya tinggal keluarga Bira yang masih ingin menghabiskan waktu disana untuk liburan hingga beberapa hari kedepan. Dan tentu saja Reby dan Rania setuju, begitu pun dengan Regan yang memang juga butuh liburan dan sedikit menghilangkan penat akibat banyaknya pekerjaan di kota.
Pagi ini Rania mengajak Reby untuk melihat sawah dan juga kebun yang ada disana, udara pagi disana sangatlah sejuk dan juga bersih. Maka untuk itu Rania ingin mengajak Reby pergi berjalan-jalan sambil melihat pemandangan pagi disana.
Semua orang kini tengah berkumpul untuk sarapan pagi, karena Regan membawa pelayan dari rumah maka dari itu mertua dan juga istrinya tidak perlu kelelahan untuk menyiapkan segalanya.
"Assalamualaikum, " terdengar ada suara seseorang memanggil dari luar. Bira pun bangun dari duduknya dan pergi ke depan untuk membuka pintu.
Saat membuka pintu terlihatlah seseorang yang sudah lama tidak Bira lihat, seseorang yang sudah membawa Bira ke dunia baru hingga bertemu dengan pria yang kini menjadi suaminya.
"Ua, " panggil Bira, ya dia adalah Ua Kulsum. Beliau sudah lama berhenti bekerja karena tenaganya audah tidak sanggup lagi untuk bekerja. Tubuh yang kuat juga tenaganya yang kuat itu kini telah berkurang dimakan usia.
"Neng, Ua teh kangen sama kamu " ucapnya sambil memeluk Bira. Ua nya Bira tinggal di kampung sebelah. Dan sudah seminggu ini berkunjung ke rumah anak dan menantunya dan menginap di sana jadi ia tidak bisa datang saat acara lamaran Reby dan Rania semalam.
"Bira juga kangen banget udah lama gak ketemu, ayo Ua masuk" ajaknya.
"Sebentar Neng, " ucapnya sambil celingukan mencari seseorang.
"Nyari siapa Ua, ?"
"Cucu Ua, Rully ahh itu mah bocah teh ya udah biarin aja "jawabnya. Mereka semua pun masuk ke dalam. Bu Kulsum pun bersalaman pada Regan yang dulu menjadi majikannya ini. Dan kedatangannya kali ini juga memang untuk bersilaturahmi kepada keluarga Bira sekaligus Regan.
Setelah cukup lama mereka berbincang akhirnya Bu Kulsum pun memutuskan untuk pulang karena cucunya kini sudah menunggu di luar, ternyata tadi dia pergi ke rumah temannya. Setelah berpamitan mereka pun kemudian pulang.
Reby pun bersiap untuk pergi jalan-jalan bersama Rania, ia sudah terlihat sangat tampan. Regan yang melihatnya langsung curiga jika anaknya akan pergi bersama calon menantunya ikan laga-laga itu.
__ADS_1
"Mau kemana kau, ?" Tanya Regan
"Pergi jalan-jalan," jawab Reby.
"Jangan macam-macam," ucap Regan.
"Hanya satu macam Pah, seperti tidak pernah muda saja," gumamnya di akhir kalimat. Abah hanya tersenyum saja melihat cucu dan menantunya yang memang sangat tampan itu.
"Radit...!!!" Panggil Regan.
"Siap Tuan,"
"Astaga Pah, berhenti menyuruhnya untuk mengikutiku. Menyebalkan." kesal Reby.
"Papa tidak minta pendapatmu," jawab Regan yang artinya keputusannya tidak bisa di ganggu gugat. Reby berdecak sebal saat melihat wajah Radit yang tersenyum bodoh karena membayangkan bonus dari Regan yang selalu mengalir ke atm nya.
Reby pun kemudian pergi ke rumah Rania, setelah berpamitan kepada orang tuanya Rania. Mereka bertiga pun pergi jalan-jalan. Udara disana terasa sangat segar, cahaya matahari yang baru tampak menghangatkan tubuh mereka bertiga.
Reby dan Radit sangat menikmati jalan pagi hari ini.
"Udara pagi sini sangat segar sekali, aku suka" ucap Radit.
"Tapi aku tidak suka kau ada di sini," ketus Reby.
"Astaga Tuan, padahal saya disini sebagai pelindungmu dan juga penjagamu dari hal-hal yang tidak diinginkan," jawab Radit.
__ADS_1
"Pelindung kepalamu,"
"Kenapa A Reby mesti di lindungi segala, di sini mah aman gak bahaya" ucap Rania. Kini mereka berjalan berdampingan karena jalanan disana cukup lebar.
"Kekasihmu yang bahaya Rania, memangnya kau tidak takut padanya," ucap Radit sambil tertawa.
"Bahaya gimana, orang ganteng sama baik kaya A Reby mah gak bahaya. Yang bahaya mah justru kamu,"
"Kenapa aku," tunjuknya pada diri sendiri.
"Dimana-mana juga jomblo mah bahaya, "
"Bahaya apa kau ini, dasar menyebalkan, "
"Carilah pacar sana jangan menggangguku," ucap Reby, kini Reby dan Rania berjalan menuju kebun milik Abah. Disana terlihat sedang ada yang bekerja. Reby dan Rania pun berbincang dan bercanda sepanjang jalan, sepasang kekasih ini melupakan makhluk jomblo yang sedang menjerit hatinya.
Karena merasa lelah, mereka pun duduk di bangku yang ada disana sambil melihat pemandangan yang indah. Karena hatinya merasa tergores melihat orang pacaran, Radit pun pergi berjalan-jalan sebentar dan melihat-lihat kebun dan pemandangannya benar-benar menyejukan mata.
Bruuukkk....
Ia pun terkejut mendengar sesuatu yang terdengar seperti benda jatuh. Radit pun kemudian melihat ke arah suara dan terlihat seorang gadis kecil terjatuh dari motornya dan masuk ke selokan. Radit pun kemudian menghampiri untuk membantunya.
Gadis itu terjatuh dengan posisi yang memalukan, motor nya dan juga dirinya masuk kesana hingga basah kuyup. Saat dari dekat Radit ingin sekali tertawa melihat bocah kecil dihadapannya ini.
"Astaga ada ikan sapu-sapu sedang mandi rupanya," ucapnya karena melihat gadis kecil itu terduduk di selokan yang ada. disana.
__ADS_1
****
Dukung Novel ini dengan like dan komentar serta gift ya 🤗